Saat ini, Haikal tengah berkumpul bersama teman-temannya di rumah Adnan mumpung orang tua Adnan sedang ada dinas di luar kota.
Mereka kini berada di kamar milik Adnan, kamar yang tadinya rapi dan bersih kini berubah menjadi berantakan.
"Tau gak sih kemarin gua abis pulang dari rumah nenek gu..." belum sempat Andra menyelesaikan ucapannya tapi sudah dipotong oleh Bayu.
"Tapi nenek lu kan udah gak ada ndra," potong Bayu.
"Eh iya ya, maksud gua itu rumah sodara gua."
"Bokap nyokap lu anak tunggal ndra," sahut Haikal.
"Ribet banget sih njing! Gua mau cerita juga, kan kemaren gua abis pulang ngaji ter..."
"Lu non-muslim ndra," timpal Adnan.
"Yaudah sih ah, ini terakhir ya kalian protes, kalo kalian protes lagi gua kasih piring cantik nih."
"Iya iya."
"Nah kemarin kan gua abis pulang nongkrong, kan gua mau rebahan nih ya tapi waktu gua nyampe di kamar kasurnya gak ada. Dan setelah satu jam gua nyari ternyata kasurnya di bawah sprei."
"Gak setia kawan, nongkrong gak ngajak-ngajak," ucap Haikal.
"Oh udah, gitu doang?" tanya Bryan.
"Ya minimal kalian kasih tepuk tangan buat gua."
"Tepuk tangan," ucap Haikal sambil bertepuk tangan diikuti yang lainnya.
"Seandainya nih ya, kalo ada hujan meteor gua mau simpen banyak stok Oreo di bunker anti asteroid buat dikonsumsi nantinya," ucap Andra.
"Dih, mana kenyang anjir kalo cuma Oreo doang, nasi Padang dong biar kenyang," ucap Adnan.
"Gua gak mau ikut makan, takut kenyang terus jadi kebelet berak, nanti repot plus kasian juga eek eek gua sendirian menghadapi meteor, ihh mana tega gua," ucap Haikal.
"Mau heran tapi dia Haikal," ujar Bayu.
"Sebelum lu makan tuh Oreo, Oreo nya udah kadaluarsa duluan," sahut Bryan.
"Gua pingin healing deh."
"Lu mau healing?" Andra yang mendengar pertanyaan Haikal pun menganggukkan kepalanya semangat.
"Besok kita healing tapi yang low budget aja, kalian harus bawa barang-barang yang gua suruh."
"Emang kita mau healing kemana?" tanya Adnan.
"Nanti juga kalian tau."
***
Saat ini Haikal dan teman-temannya menjadi pusat perhatian semua murid, bagiamana tidak? Mereka membawa tikar, membawa rantang yang isinya entah apa dan juga membawa termos. Itu semua tentu saja ide dari Haikal yang katanya akan melakukan healing low budget.
"Lu bawa apa kal?" tanya Adnan.
"Gua bawa ini," jawab Haikal sambil mengangkat sendok yang dia bawa dari rumah.
"Kenapa lu cuma bawa sendok doang?" tanya Bayu.
"Ya kan kalian udah bawa makanan sama minuman, terus gua bagian makan nya aja."
"Serah kal serah."
"Kita healing nya mau kapan? Sekarang atau jam istirahat?" tanya Andra.
"Nanti aja pas istirahat, sekarang kita belajar dulu biar pinter, biar bisa raih cita-cita yang tinggi setinggi Jisung NCT," ucap Bayu.
Kemudian mereka berlima berjalan menuju ke kelas.
Sesampainya di kelas mereka langsung duduk di bangku masing-masing, tak lama kemudian guru yang mengajar masuk kedalam kelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
HAIKAL NOT HAIDAR [END]
Teen FictionJANGAN LUPA FOLLOW SEBELUM MEMBACA!!! Jangan lupa tambahkan ke perpustakaan!!! BUKAN CERITA BL, BXB, YAOI ATAU SEMACAMNYA!! Budayakan membaca dengan teliti ya bestie. Lanjutan dari cerita Transmigrasi Haidar, kalian bisa baca cerita Transmigrasi Hai...
![HAIKAL NOT HAIDAR [END]](https://img.wattpad.com/cover/314321637-64-k210379.jpg)