*Carol POV*
Entahlah.. aku lama-kelamaan merasa risih.
Masalahnya Calum, Luke, dan Niall sedari tadi tidak membiarkan aku jauh-jauh dari mereka. Kakakku saja tidak terlalu. Dia hanya memperhatikanku dari jauh.
Bahkan sekarang, aku sedang di toilet, mereka menunggu di luar.
Kalau di dengar-dengar sih.. sepertinya mereka sedang ribut.
"Hey! Aku sudah selesai. Ayo pergi" ajakku
Luke tiba-tiba menggandeng tanganku membuatku mendongak menatapnya.
"Aku takut kau hilang" katanya
"Aku saja yang menggandengnya" kata Niall seraya melepaskan genggaman tangan Luke.
"Ah.. kalian ribet!" Calum melepaskan genggaman tangan Niall dan langsung menggendongku menjauh.
Aku hanya menghela nafas panjang lalu melingkarkan kedua tanganku dilehernya.
Aku melihat Luke dan Niall ribut. Tak lama mereka mengejar aku dan Calum.
"Cal! Gantian dong" seru Luke
"Tau ih! Kembalikan Carol padaku!" Seru Niall
Calum pun menurunkan aku.
"Carol.. sekarang pilih. Kau ingin bersamaku, Niall, atau Luke?" Tanya Calum
Hmm.. Calum sepertinya tidak buruk.
Saat hendak membuka suara, tiba-tiba semuanya datang sambil berlari-larian.
"Cepat! Lari!" Seru mereka
"Kenapa?" Tanya Niall
"Ada paparazzi" jawab Ashton
Semuanya pun berlari meninggalkanku.
Luke pun berhenti lalu berbalik dan menarikku.
Aku hanya mengikuti kemana dia akan membawaku.
Sialan.. gerombolan orang dengan kamera itu semakin dekat dengan kami berdua.
Saat aku menengok ke depan, yang lain sudah hilang.
"Fuck!!" Seru Luke
Dia langsung mendorongku masuk ke dalam sebuah toko.
Nafasnya tersengal-sengal.
Dia memperhatikan keluar toko. Keringatnya bercucuran banyak. Padahal aku tidak terlalu deh..
Saat paparazzi itu sudah melewati toko ini, Luke menghela nafas panjang lalu mengalihkan pandangannya padaku.
"Kenapa?" Tanyanya polos
Aku mengambil tissue kering dari dalam tas selempang berukuran kecil milikku.
Mmm.. mungkin kalau aku yang mengelapnya sekalian tidak apa kali ya? Sebagai tanda terima kasih karena sudah mau menyelamatku.
Aku tersenyum lalu mengelap wajahnya.
Luke terdiam mematung. Kenapa dia?
Tiba-tiba Luke memegang tanganku.
"Terima kasih" katanya seraya tersenyum.
"Aku yang bilang seharusnya. Terima kasih karena sudah mau kembali untuk menyelamatkanku" balasku
Luke mengacak rambutku.
"Kakakmu nih! Harus aku marahi! Bukannya menjaga adiknya, malah ninggalin" oceh Luke
Aku tertawa kecil. "Sepertinya diluar sudah aman. Ayo kita pergi cari yang lain"
KAMU SEDANG MEMBACA
strong little girl
Fiksi PenggemarJauh dari keluarga memanglah hal yang sulit untuk diterima dalam kenyataan hidup. Tapi ketika dia sudah bertemu dengan keluarganya, hidupnya malah semakin rumit. Dimusuhi oleh teman-temannya, mendapatkan penyakit, bahkan sampai mengalami kecelakaan...
