Warning ⚠⚠
17+ 17+
Jika belum berumur 17+ jauh-jauh dari sini jika memaksa jangan salahkan mimin.
Harap bijak dalam membaca di part ini. Ini hanya karangan saja bukan real life!!!
"Izinkan aku menjadi pundak dikala kau sedih dan tameng dikala kau takut, di kala kau bahagia biarkan aku menjadi senyummu walupun dikejauhan"
.
.
.
🥀🥀🥀
Mobil terus berpacu dikecepatan tinggi melewati beberapa kendaran didukung dengan jalanan yang lengah akibat hujan deras, beberapa cm air naik keatas tapi mobil tersebut terus melaju tinggi di tengah-tengah derasanya hujan yang mengguyur ibu kota ini
Tak selang lama mobil itu terparkir sempurna didepan bangunan gadis itu segera memasuki tempat tersebut dari arah pintu sudah terdengar degup alunan musik dj yang begitu keras bau alkohol tercium di indra penciumanya
Ia berjalan kearah bar tempat minuman tersedia ia memesan sebotol wine sambil memperhatikan Orang-orang yang berjoget ria disana banyak pasangan yang bercumbu mesra di sana
Ini pertama kalinya bagi dirinya meminum mimuman ini padahal ia tidak akan meminium minuman haram ini karena keterpaksaan membuatnya harus meminumnya menghilangkan beban sejenak akan kehidupanya yang sangat sulit.
Ia terus memegang pipinya yang terasa perih, bukan, bukan pipinya melainkan hatinya yang sakit karena tindakan deddynya yang lebih mementingkan wanita jalang itu
Satu botol telah ia habiskan dengan mudah bahakan dia sudah mabuk di buatnya "Dia pikir siapa berani menampar ha ha ha" Tawanya sedetik kemudian ia menangis
Hingga tak sadar ia tertidur di meja bar
Sudah sejak lama lelaki itu terus menatapnya dengan minat pada gadis yang terus meracau dari tadi hingga tertidur di meja bar, dengan langkah panjangnya dia menghampira gadis tersebut
"Hai nona apakah kau mau ikut denganku?" Ucap lelaki tersebut
"Siapa kau?"Tanya Feli dengan senyum cengengesanya
"Kau tak perlu tau nona, kau mau ikut denganku ke tempat yang indah. Kau pasti sangat menyukainya gadis cantik"Ujarnya mengusap pipi feli dengan lembut
Feli hanya mengguk mengiyakan
.
.
.
.
.
.
Pemandangan disini membuatnya bosan dan merasa jijik melihat orang berjoget dan bermesraan dengan senangnya walupun ia pernah Seperti mereka tapi kali ini ia bosan terus memikirkan kejadian yang membuatnya merubah dirinya menjadi lebih diam
"Hai sayang kau mau bermain denganku?"Tawar wanita yang duduk di sampingnya bergeliatan di lehernya dengan pakaian seksinya itu
Ia segera mendorongnya dari dirinya "Menyingkirlah dari diriku dasar wanita jalang!" Ucapnya sakras membuat beberapa orang menatapnya dengan heran ia segera meninggalkan mereka
Ia butuh udara segar ini membuatnya bertambah gila dengan semua ini harusnya ia tidak ke sini mengiyakan ajakan temanya itu
Brak....
"Woy kalo jalan liat-liat bang_" Ucapnya tertahan
"Oh sorry bro gue gak se_"
"Anjing lu ngapain bawa cewe ini!"Makinya menarik gadis itu pada Pelukanya
"Hai Revan!" Ucapnya denga senyum mabuknya itu
"Fel lu ngapain di sini?" Tanya Revan dengan nada khawatir pasalnya ia mabuk berat di tambah lagi dia akan di bawah pergi oleh buaya satu ini
KAMU SEDANG MEMBACA
Mommy Boy [on Going ]
Teen FictionAlvindo deandra Pramoga Atau anak Mamih itulah sebutan untuk dirinya karena mamihnya yang terlalu posessiv terhadapnya, bahkan sampai hal sekecil apapun itu. Keadaan semula baik baik saja sampai suatu pertemuan yang mengubah hidupnya 180 derajat it...
![Mommy Boy [on Going ]](https://img.wattpad.com/cover/221248358-64-k686947.jpg)