Jom dan Tem bertemu dengan Porsche diparkiran kampus.Melihat Porsche datang sendiri mengendarai motornya membuat keduanya memandangnya sedikit heran.
"Kau datang sendiri?" tanya Jom.
"Iya,ada yang salah?" jawab Porsche santai sembari membenarkan kerah bajunya.
"Kinn tidak mengantarmu?apa dia ada urusan penting hingga kau berangkat sendiri?" pertanyaan Tem mendapat respon kerutan didahi oleh Porsche.
"Apakah sebegitu anehnya aku berangkat kekampus sendirian?"
"Ya begitulah, karena kalian tidak pernah terpisahkan sejak kalian bersama tiga tahun yang lalu. Bahkan jika Kinn tidak memiliki kelas hari itu ia tetap akan mengantar dan menjemputmu bukan? ya kecuali dia ada urusan keluar kota " Tem menyenggol lengan Jom meminta persetujuan.
"Hmmmm benar-benar lengket " Jom menempelkan kedua telapak tangannya dan membuat gerakan tak bisa lepas.
"Berhenti membicarakannya ! lagipula aku sudah putus dengannya "
Pernyataan Porsche barusan sukses membuat langkah Jom dan Tem berhenti disertai dengan mata yang melebar.
"Kau putus dengan Kinn??!! " pekik keduanya bersamaan.
Dan langsung saja berita mengenai berakhirnya hubungan antara Kinn dan Porsche menjadi berita paling ramai dibicarakan seantero kampus.Tentu saja siapa yang tidak kenal pasangan paling 'panas' dikampus. Keduanya tampan,cerdas serta mapan dan mereka seksi dengan cara mereka sendiri. Menduduki peringkat 1 dan 2 sebagai 'The Hottest Man in BOC University'.
Mendengar tentang berita putusnya Kinn dan Porsche,para korban patah hati saat mereka memutuskan bersama,kembali mencoba meraih asa mereka menggantikan posisi kekasih dihati keduanya. Seperti Marsh,pria yang sempat dekat dengan Kinn dulu. Bahkan ia dulu sangat percaya diri jika Kinn akan menjadikannya kekasih,melihat bagaimana ia sangat masuk dalam kategori tipe idaman Kinn,manis dan memiliki kulit putih bersih. Tapi apa yang terjadi Kinn malah memilih Porsche yang sangat berkebalikan dengan tipenya.
Melihat adanya kesempatan,Marsh kembali mendekati Kinn. Seperti saat ini,ia melihat Kinn duduk bersama dua sahabatnya di foodcourt kampus mereka. Dengan langkah percaya diri Marsh melangkah mendekati meja Kinn. Hal yang tak bisa ia lakukan jika Kinn bersama Porsche,karena saat mereka tengah bersama selalu ada selubung tak kasat mata yang memisahkan keduanya dari dunia luar dan takkan bisa ditembus oleh orang yang bermaksud menjadi pihak ketiga diantara mereka.
"Hai Kinn " sapanya dengan senyum manis yang dulu pernah mendapat pujian 'cantik' dari Kinn. "Boleh aku bergabung dengan kalian?" tanyanya serta melihat kedua sahabat Kinn.
"Silahkan " jawab Kinn dengan gesture tangan menyuruh duduk,sedangkan Tay dan Time hanya saling melempar pandang.
"Jadi. . . rumor tentang kau yang putus dengan Porsche itu benar melihat kau disini sekarang sendirian tanpanya ?" Marsh bicara dengan selembut mungkin.
"Jika benar,lalu apa hubungannya denganmu?" Tay menyahut ketus,ia yang paling tidak terima dengan putusnya Kinn dengan Porsche. Karena menurutnya semenjak bersama dengan Porsche,Kinn menjadi lebih menikmati kehidupannya selalu terlihat bahagia saat bersama dengan Porsche. Hanya Porsche yang cocok dengan Kinn. " Dan tidak menutup kemungkinan mereka akan kembali bersama bukan? " Tay sengaja menekan suaranya pada kalimat 'kembali bersama'.
"Jika ia yang memintaku kembali padanya aku akan mengiyakannya tapi,jika aku yang harus memintanya kembali padaku?jangan harap bahkan jika sampai kiamat sekalipun " ujar Kinn sengit. "Saat bersamanya aku terkadang merasa memiliki seorang balita berumur 5 tahun. Ibaratnya seperti aku harus selalu membereskan mainannya,padahal 5 menit yang lalu aku baru saja memberitahunya untuk mengembalikan mereka jika sudah selesai dipakai,dan fase seperti itu terus berlanjut " Kinn menggeleng tidak percaya jika mengingat kelakuan 'mantan' kekasihnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
KinnPorsche
Historia CortaBerisi kumpulan short story 1000-2000 kata dari KinnPorsche ataupun MileApo. Dengan latar belakang yang berbeda-beda.
