"Kak, kakak jujur sama aku sekarang! Sebenarnya seperti apa hubungan kakak dengan Bang Ravi sekarang? Kenapa Bang Ravi bisa pacaran sama Kak Jenny?" tanya Rafael Fabian Zvonimira, adik laki-lakiku yang juga kembaran dari Renata.
Kemarin sepulang sekolah aku, Rafael, Renata, dan juga Jimmy pergi menonton bioskop, tidak disangka ternyata Ravi, Jenny, dan beberapa sahabat mereka juga hendak menonton bioskop.
Saat itu Rafael, Renata, dan Jimmy baru mengetahui bahwa Ravi dan Jenny sudah berpacaran selama 2 bulan.
Jenny menceritakan semuanya dengan antusias, yang membuat mereka bertiga hanya terdiam mendengarkan cerita Jenny.
Tak lama kemudian, selesai Jenny menceritakan semuanya, kulihat Jimmy menarik tangan Ravi entah kemana. Sepertinya ada yang hendak mereka berdua bicarakan.
"Kak, bilang sama kita semuanya kak! Jangan coba menutupi apapun lagi!" desak Renata yang daritadi sudah menangis sembari menggenggam kedua tanganku dengan erat.
Aku tak tahan melihat adik-adikku seperti ini. Rasanya sangat menyakitkan melihat tampang sedih Rafa dan Rena yang terus menangis sejak tadi.
"I'm fine sis, bro. Kakak yang suruh Ravi untuk pacaran dengan Jenny. Kakak tahu mereka berdua saling mencintai." Air mataku lagi-lagi menetes. Tak bisakah aku tidak menangis di saat-saat seperti ini.
Akupun melanjutkan "Tolong, kalian mengerti. Kakak mendukung hubungan mereka berdua. Tapi kakak juga tidak akan memutuskan hubungan kami. Biarkan tetap seperti ini sampai Kakak tidak mampu lagi untuk bertahan dan memilih menyerah."
"Kak! Kakak jangan gila! Aku nggak rela lihat Kakak seperti ini. Please kak!" Rafa terlihat benar-benar emosi kali ini. Adikku yang satu ini memang benar-benar sangat peduli dengan keluarga. Rafa akan selalu maju di garda terdepan untuk melindungiku, Rena, Mama dan Papa.
Walaupun aku anak pertama di keluarga Zvonimira, namun Papa selalu mempercayakan semuanya kepada Rafa. Rafalah yang selalu diandalkan Papa dan Mama untuk menjagaku dan Rena.
"Kak! Jangan seperti ini! Maafkan aku dan Jimmy kak. Maaf." Rena menangis makin histeris. Aku segera memeluknya erat.
Renata, adik perempuanku yang satu ini memang sangat cengeng terlebih kalau itu berhubungan denganku. Sungguh aku sangat menyayangi kedua adikku ini.
"Rafa, Rena, listen! I'm okay. Thank you for caring me. Tapi tolong kakak kali ini. Serahin semua ke kakak. Kakak janji semua pasti akan baik-baik saja. Dan ini semua bukan salah kamu ataupun Jimmy, Rena sayang."
"Tapi kak...." Rafa masih terus berusaha untuk mempengaruhiku.
"Rafa sayang, percaya sama kakak ya." ucapku kemudian kupeluk erat kedua adikku.
*****
"Rosa, tumben ikut makan disini? Terus Kyra mana? Biasanya kalian selalu berduaan?" tanya Jenny yang baru sampai di Kantin bersama dengan Ravi dan Reiki. Jennypun segera duduk tepat di hadapanku.
"Gw yang ajak Rosa tadi." ungkap Danesh.
"Iya Jen, tadi Danesh yang ajak aku ke Kantin. Kebetulan Kyra lagi ijin hari ini." jawabku sambil tetap mengunyah Bakso yang tadi kupesan.
Aku melihat raut wajah tidak senang dari Ravi. Tampaknya ia kesal denganku dan Danesh karena selama ini memang aku tidak pernah mau bergabung dengan Ravi dan sahabat-sahabatnya, meskipun Danesh selalu mengajakku dan Kyra untuk makan bersama di Kantin Sekolah.
Tapi akhirnya aku mau mengikuti Danesh hari ini karena aku benar-benar lapar dan aku tidak punya teman lain selain Kyra untuk ke Kantin. Aku juga lupa membawa bekal dari rumah hari ini.
"Oh pantasan Ros, makanya aku tuh bingung tadi pas lihat ada kamu disini."
"Rav, Jen, kalian mau apa? Biar sekalian gw pesan." interupsi Reiki.
"Kamu mau makan apa yang?" tanya Ravi kepada Jenny sembari mengelus kepala Jenny dengan lembut.
"Aku mau Batagor aja Rei, minta tolong ya. Minumnya air mineral aja. Kamu apa yang?" tanya Jenny kembali kepada Ravi.
"Gw minta tolong Nasi Goreng aja Rei. Komplit ya. Minumnya samain aja kayak Jenny." jawab Ravi.
"Oke Pak Bos, Bu Bos. Bentar ya." Reikipun beranjak pergi untuk memesan makanan dan minuman.
Beruntung sekali jadi Jenny, bisa dicintai dengan sepenuh hati oleh Ravi. Bahkan sangat terlihat rasa cinta yang begitu besar diantara mereka berdua.
Ini semua kesalahanku yang tidak bisa membuat seorang Ravindra mencintaiku dan menginginkanku untuk jadi dunianya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Look at Me, Please
RomanceRosalind Fredella Zvonimira mencintai Ravindra Yoshi Callum sejak duduk di bangku kelas 1 SMP. Akan tetapi, Ravindra hanya mencintai Jenny Dorelia Isvara seorang. Rosalind - Ravindra akhirnya berpacaran di bangku SMA. Namun, itu semua hanya keterpa...
