Bab 14 (21+)

630 54 20
                                        



Happy reading

Pagi hari miranda sedang ngedumel diteras depan sembari tolak pinggang.

Miranda geram saat melihat saat tanaman bunga bunga mawar nya hilang beberapa tangkai. Miranda sangat teliti setiap perkembangan tanaman kesayangan nya, setiap ada kuncup bunga yang belum mekar ia selalu menghitung nya.

"mbak kok bisa sih ada orang yang metik bunga, masa ada orang masuk ketaman terus nyuri bunga? Apa gak kurang kerjaan aja" ucap miranda.

"perasaan gak ada buk. Kalau-pun ada pasti juga minta izin dulu?" jwb bik tari.

"terlalu...awas aja kalau sampai ketahuan ada yang coba-coba metik bunga lagi aku jadiin perkedel" pekik miranda lalu memeriksa setiap tanaman kesayangan nya.

Nabil pun datang menghampiri miranda. Nabil geleng-geleng kepala saat melihat miranda ngedumel ditaman teras samping rumah.

"queen kamu kenapa? Pagi-pagi udah ngedumel" tanya nabil.

"ini sayang ada yang metik bunga mawar kesayangan aku," jwb miranda.

"yaudah yang pentingkan pohonnya gak ikutan ilang quee" ucapnya nabil.

"enak aja...gak bisa sayang, kamu tahu-kan aku pengen bunga ini nyari nya sampai bela-belain pergi jauh buar beli tanaman bunga ini"

Nabil menghela nafas dan hanya manggut-manggut, nabil sengaja tidak menjawab karna pada akhirnya mereka akan berdebat dan berdebat dengan miranda urusannya panjang.

Nayla baru terbangun dari tidurnya ia melirik kanan kiri tidak mendapati kevin disamping nya. Setelah ingat bahwa kevin dilarang mamah mertua untuk tidur satu kamar dengan nya sebelum kevin benar-benar berubah.

Nayla pun bangkit dari tidurnya merasakan ingin mencubit hidung kevin, sepertinya itu pertanda ia sedang ngidam ingin mencubit hidung kevin bukan karna keinginan nya namun keinginan sijabang bayi.

Sepuluh menit kemudian setelah selesai mandi dan memakai baju santainya, nayla keluar dari kamar dan berniat untuk menyiram tanaman. Tapi saat melewati kamar tamu nayla menghentikan langkah nya sembari mengelus perutnya yang rata itu.

Miranda mengeryit saat melihat nayla berdiri termenung didepan kamar tamu dimana itu kamar itu menjadi tempat kevin tidur.

"nay kamau kenapa?" tanya miranda.

"eeh ...mamah" jwb nayla gugup.

"kamu kenapa bengong disini? Ada apa nay bilang sama mamah"

Nayla melirik pintu kamar tamu. "mamah jangan marah yah?''.

"kenapa nay?'' miranda penasaran.

"nayla bangun tidur tadi rasanya pengen nyubit hidung kevin mah"

Mendengar ucapan nayla, miranda sudah mengerti kenapa tiba-tiba nayla ingin mencubit hidung kevin, sudah pasti itu keinginan sijabang bayi.

Miranda tersenyum. "yaudah ayok ikut mamah masuk kedalam dan cubit hidung kevin sampai kamu puas, dia pasti masih tidur karna hari ini dia libur kerja"

Miranda mengajak nayla masuk kekamar tamu menghampiri kevin dan yah kevin masih betah tidur dan terbang kealam mimpi.

"udah cepetan nay cubit hidungnya kalau perlu patahin aja hidungnya"

Dengan sedikit rasa ragu nayla mencoba memberanikan dirinya untuk mencubit hidung kevin.

Karna saking gemas nya nayla pun mencubit hidung kevin lalu menariknya hingga membuat kevin berteriak merasakan sakit.

JODOH PILIHAN-2 (End) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang