Daniel berjalan menuju dapur sambil melakukan peregangan karena ia baru saja bangun tidur.
"Pagi Ma." Sapa Daniel dengan senyum lebar menampilkan deretan giginya.
Mama Tika yang sedang memasak langsung menghentikan aktivitasnya sambil menatap tajam anak bungsunya tersebut.
"Ini udah siang Niel." Kata Mama Tika sambil berkacak pinggang.
Daniel segera memeluk sang Mama, "Ya ampun Mama yang paling cantik jangan marah dong."
"Habisnya kamu itu hobi banget begadang terus bangun siang."
"Kan hari ini bukan hari minggu jadi enggak papa kalau bangun siang Ma." Balas Daniel yang membuat Mama Tika menghela nafas untuk menahan amarahnya.
"Oh iya kamu jangan sampai lupa kalau dua minggu lagi pembukaan toko roti punya Mama jadi kamu harus seharian bantuin Mama."
"Kalau itu tenang aja Daniel siap ngeluangin waktu seharian penuh khusus buat My Queen."
Mama Tika memutar bola matanya malas, "Mulai deh."
"Oh iya Kak Devan mana Ma?" Tanya Daniel yang menyadari jika suasana rumah menjadi lebih sepi.
"Devan balik ke luar kota tadi pagi soalnya ada urusan mendadak di kantor." Jawab Mama Tika sambil mematikan kompor karena masakannya sudah matang.
"Kok lama banget ya Ma Kak Devan pindahin kantor pusat ke sini."
"Kamu kira mindahin kantor segampang mindahin barang endorse kamu itu."
"Ya mana aku tahu."
"Makanya kamu itu kalau dikasih tahu soal bisnis didengerin." Kata Mama Tika sambil menjewer telingan Daniel.
"Aduh Ma sakit." Rengek Daniel.
"Makanya jangan bikin Mama kesel."
"Iya Ma iya." Kata Daniel sambil mengusap telinganya yang merah dengan bibir yang mengerucut.
"Buruan sana mandi." Celetuk Mama Tika saat Daniel ingin membuat kopi.
Daniel mengernyitkan dahinya, "Kenapa?"
"Anterin Mama ke rumah sahabat lama Mama."
"Oh yang kata Mama sempet hilang kontak pas keluarga kita tinggal di luar kota itu?" Tanya Daniel memastikan.
Mama Tika mengangguk, "Iya yang itu."
"Bikin kopinya nanti aja, sekarang kamu mandi dulu." Kata Mama Tika sambil menghentikan tangan Daniel yang melanjutkan aktivitasnya tadi.
"Enggak usah mandi gini aja tetep ganteng kok Ma." Balas Daniel sambil menaik-turunkan alisnya.
"Ya udah Mama ganti baju dulu kalau gitu."
Selagi Mama Tika berganti baju dan bersiap-siap, Daniel memanaskan mobil terlebih dahulu.
Setelah sepuluh menit menunggu akhirnya sang Mama keluar dari rumag dengan membawa sebuah paperbag.
Daniel melajukan mobilnya sesuai dengan alamat yang sudah dimasukkan sang Mama ke GPS.
"Ini beneran daerah sini rumahnya Ma?" Tanya Daniel saat merasa tidak asing dengan daerah yang dilaluinya tersebut.
"Iya bener daerah sini kok,"
"Kenapa emangnya?"
"Kayaknya aku pernah nganterin temenku ke daerah sini."
"Oh ya? Tentanggaan kali sama sahabat Mama."
"Mungkin aja iya."
"Berhenti di depan pager biru itu ya." Daniel mengangguk dan menuruti instruksi dari Mamanya tersebut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Jodoh di Tangan Netizen II Yeonjun Ryujin ✅
Fiksi PenggemarCerita tentang dua orang influencer yang tidak saling mengenal tapi karena cocoklogi dari netizen membuat keduanya dikabarkan menjalin hubungan. Bagaiman reaksi keduanya akan berita tersebut?