Dhara mengerutkan kening melihat Wulan yang nampak pucat. Ia meletakkan kain lapnya sembarangan dan mendekati Wulan yang sedang duduk di sudut dapur sambil memegangi perutnya.
"Tante kenapa?" tanya Dhara.
Wulan menarik napas panjang, menatap Dhara dengan wajah berkeringat dingin dan tersenyum tipis. Ia menggeleng, mengelap peluh di keningnya. Tubuhnya yang ramping dan wajahnya yang masih kelihatan cantik walau sudah menua membuat Wulan kadang masih digoda pria-pria berfetish aneh di jalanan. Ia menegakkan punggungnya dan menepuk lengan Dhara.
"Naroh kain lapnya jangan sembarangan dong! Ntar dimarahin Bos loh," ujar Wulan membuat Dhara mendengkus dan mengambil kain lapnya lagi.
"Serius deh, Tante kenapa? Ada yang sakit?" ulang Dhara lagi dengan wajah khawatir.
Wulan. Namanya hanya Wulan, tidak ada nama lain di belakangnya. Ia adalah perempuan yang membesarkan Dhara setelah ditinggal oleh perempuan yang melahirkannya yang seprofesi dengan Wulan 25 tahun lalu. Tepat satu minggu setelah melahirkan Dhara, ia melarikan diri, menyerahkan semua tanggung jawabnya pada Wulan. Satu-satunya yang ditinggalkan oleh Rini, perempuan yang melahirkan Dhara adalah catatan berupa permintaan maaf dan meminta Wulan merawat Dhara. Jika tidak mau, Wulan bisa menjualnya atau mengirimnya ke panti asuhan.
Jelas, Wulan masih punya hati nurani saat itu. Maka, ia membesarkannya, memberikannya nama yang masih digunakan oleh Dhara hingga saat ini dan menyekolahkannya selama 12 tahun. Wulan bertekad membuat Dhara hidup di jalan yang berbeda dengan dirinya ataupun Rini. Dhara punya masa depan yang bisa ia ubah. Dhara pintar, nilai akademis dan non-akademisnya selalu luar biasa, juga Dhara cakap dalam setiap pekerjaan yang ia lakoni. Sayang, karena asal-usulnya yang tidak jelas, Dhara tak punya teman.
Ah, Dhara punya teman. Hanya satu hingga saat ini. Anindita Permana namanya, direktur utama Permana Grup, perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan. Permana Grup adalah perusahaan besar, jaya di bidangnya. Satu-satunya saingan Permana Grup adalah Alter Mining yang sama raksasanya dengan Permana Grup. Dan jelas, Alter Mining selalu membuat Anindita selaku direktur utama sibuk, karena kedua perusahaan itu sering berebut tender.
Anindita jadi jarang menemui Dhara karenanya, membuat Wulan khawatir jika Dhara akan benar-benar sendirian sepenuhnya.
"Tante sehat kok, cuma masuk angin kayaknya," jawab Wulan akhirnya.
Ia menatap Dhara yang memasang wajah tak percaya. Walau asal-usul Dhara tidak jelas, Wulan memperlakukan Dhara seperti manusia paling berharga dalam hidupnya. Kesehatan dan pendidikan Dhara terjamin berkat uang hasil kerja malamnya. Namun, Wulan sudah pensiun sejak tujuh tahun lalu karena satu dan lain hal.
"Kalau masuk angin, ntar aku kerokin deh," kata Dhara. "Nanti kita beli obat juga."
"Halah, obat buat apa! Lagian, kamu nggak bisa ngerokin orang. Tenagamu aja nggak kuat, kok!" kata Wulan mencibir membuat Dhara mendengkus.
Dhara memang cerdas, tetapi kekuatan fisiknya lemah. Ia bisa melakukan praktek olahraga setiap pelajarannya, tetapi tubuhnya akan sakit berhari-hari sampai normal kembali. Kelemahan yang menurut Wulan sangat fatal. Ia takut jika sesuatu terjadi, Dhara tidak bisa melawan. Makanya, Wulan selalu over protektif terhadapnya. Sedari Dhara kecil, Wulan sudah membekalinya dengan pendidikan seks dan seperti apa laki-laki pada umumnya. Hasilnya, Dhara jadi anti laki-laki, membuat Wulan pusing juga karena tak mau Dhara perawan tua.
"Ya udah, kita beli obat aja sama makanan. Tante udah nggak usah kerja lagi, aku aja yang gantiin. Tiduran sana di ruang istirahat, biar aku kasih tahu ke Bos," kata Dhara seraya mendorong Wulan menuju ruang istirahat, tetapi Wulan menolak.
"Nggak usah deh! Malam ini rame, kamu kecapekan ntar!" tolak Wulan.
"Heleh-heleh, nggak. Tidur sana! Muka Tante udah kayak kodok kurang napas," sanggah Dhara bersikeras. "Lagian, Bos kan tahu Tante bukan pemalas. Istirahat sana, jangan sampai kenapa-kenapa. Kita nggak punya duit ke dokter biar ada bantuan pemerintah!"

KAMU SEDANG MEMBACA
Rented Wife
General FictionShaka Alastair bersedia membayar Dhara untuk menjadi istrinya. Bayarannya tinggi, dengan kontrak yang jelas dan Dhara juga tak perlu melayani Shaka karena laki-laki itu terduga hompimpa alaihum gambreng alias penyuka sesama jenis. Masalahnya, Shaka...