Hai selamat pagi, siang, sore, malam, tengah malam, Afa disini ok apakah kalian greget sama chapter kemarin? Ok kita lanjutin aja chapter kali ini jangan lupa vote dan komen~
Keterangan!
Hali -> dari dimensi ini
Hali DL -> dari dimensi lain
BRAAKK
Taufan mendobrak pintu kamar rawat Taufan DL dengan penuh emosi, karna kebetulan diruang rawat Taufan DL itu sepi jadi Taufan punya kesempatan dengan dirinya dari dunia lain ini.
"KAU! BENAR-BENAR KETERLALUAN! " Taufan berteriak tepat didepan muka Taufan DL.
"Hei, aku yang harusnya marah disini, kau masuk dengan tidak sopan, ingat aku ini masih sakit. " Taufan DL kesal.
"Kau yang harusnya marah huh... Dengan apa yang sudah kau lakukan dengan adik bungsumu itu, apa kau tidak tahu apa yang sudah dia lakukan untukmu! " Urat nadi Taufan muncul mencoba menahan diri agar tidak membuat kegaduhan di rumah sakit.
"Oh tentu aku tahu, dia yang membuatku masuk rumah sakit, memang pembawa sial dia... " Dengan nada malas Taufan DL menjawab.
"Yah.... Memang, memang adikmu yang memasukkanmu kedalam rumah sakit ini, juga memasukan darahnya pada tubuhmu... " Taufan DL kembali menoleh pada Taufan yang masih mencoba menahan diri.
"Darah... Tubuhku...? Apa maksudmu? "
Taufan melemparkan kertas-kertas berisi surat persetujuan donor darah dari Solar yang ia minta pada sang dokter tadi.
"Ini, kau bacalah ini! Oh... Pasti kau akan bilang ini pasti palsu, ok kalau begitu bagaimana dengan semua bukti CCTV ini hah! " Taufan DL tercengang saat ia kembali dilempar ponsel milik Taufan, Taufan sendiri sudah tidak peduli dengan ponselnya yang ia lempar pada Taufan DL.
"Kau.... Kakak yang buruk..... " Taufan kembali membanting pintu rawat Taufan DL, beruntung waktu itu lorong kamar rawat Taufan DL sepi.
Taufan DL masih terkejut dengan apa yang baru saja ia alami. Taufan DL membaca satu per satu kata yang ada pada kertas tanda persetujuan donor darah dan terdapat tanda tangan Solar DL.
Setelah selesai membaca surat persetujuan itu dengan cepat tangan Taufan DL membuka ponsel Taufan yang untungnya tidak di password.
Taufan tercengang melihat semua yang terjadi, semuanya tertangkap CCTV. Mulai dari Solar DL yang berusaha membawanya ke rumah sakit (Taufan juga minta video CCTV dari jalan yang dilewatin Solar DL buat bawa Taufan DL ke rumah sakit), lalu Solar DL yang membayar biaya rumah sakit dengan semua uangnya, saat Solar DL masuk ke ruang donor dan sampai akhirnya dia diusir keluar dari kamar rawat nya.
'Kau... Kakak yang buruk.... '
Kata-kata Taufan DL seketika kembali berputar dipikirannya. Yah.... Kini ia sadar... Darah yang kini mengalir dalam tubuhnya juga darah dari Solar DL.
"Aku.... Terlalu egois.... " Taufan DL menangis dalam diam.
.
.
.
.
.
.
.
Di kantin rumah sakit......
Solar DL melihat-lihat makanan dan minuman di kantin rumah sakit, lalu melihat uang sisa yang ia miliki.
"Uangku hanya cukup untuk beli air mineral... " Solar DL memilih untuk membeli air mineral saja dan berjalan ke taman di temani Thorn DL.
"Loh... Solar DL gak beli roti atau camilan?" Solar DL hanya tersenyum tipis dan menggeleng pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Dimension (The End)
RandomDimensi lain? kalian pasti tahu apa itu dimensi lain kan, entah itu dari cerita fiksi maupun yang ada di internet. Tapi..... bagaimana jadinya jika kalian melihat diri kalian dari dimensi lain? dan apakah nasib diri kalian di dimensi lain sama de...
