Helo selamat pagi, siang, sore, malam, tengah malam, Afa disini dengan chapter baru ehek
Oklah tanpa berlama-lama lagi, hayuk kita mulai~
Keterangan!
Hali -> dari dimensi ini
Hali DL -> dari dimensi lain
"Oh... Maaf... Aku pikir kau adikku, anak itu. " Ice DL memperhatikan tangan Solar yang ada dihadapannya ini.
"Tidak apa, kalau bukan karna jam tangan ini mungkin aku akan pikir kau itu kakakku. " Solar duduk didekat Ice DL.
(Ok mungkin ada yg bingung kan gmn para elemental bedain masing-masing dari mereka, kalau readers kan ada patokannya kata 'DL', nah kalau elemental itu patokannya pada jam tangan yang dari ochobot itu, jadi kalau mereka ketemuan yg pertama mereka lihat itu tangan dulu, kalau gak ada jam berarti mereka dari dimensi lain ok lanjut~)
"Ngomong-ngomong kenapa kenapa kak Ice DL lesu gitu? Apa ada sesuatu yang terjadi? " Solar penasaran dengan Ice DL yg lesu.
"Uh..... Tidak.... Hanya saja... Aku mungkin sadar perlakuanku pada anak itu ternyata salah. " Ice DL bahkan masih ragu hanya untuk sekedar menyebut nama adiknya itu.
"Oh... Itu... Lebih baik kak Ice DL sadar daripada menyesal dulu... Solar DL pernah bercerita padaku kalau dia ingin menjadi lebih baik dan tidak seperti retakka dulu, ia hanya ingin seperti yang lain yang selalu tertawa bersama, bercanda, dan mendapat perhatian. Aku juga anak bungsu, jadi aku dapat merasakan apa yg Solar DL rasakan.... Si bungsu yang seharusnya diperhatikan, mendapat kasih sayang dan kehangatan, tapi ini malah sebaliknya. " Ice DL tidak percaya kalau adik bungsunya itu sebegitu inginnya ia mendapat perhatian walau sekecil apapun itu, oh ayolah Ice DL jadi mengingat ekspresi Solar pagi tadi saat dirinya memberikan satu buah biskuit.
"Lalu... Sekarang aku harus bagaimana..? " Ice DL mengacak-acak rambutnya frustasi.
"Masih belum terlambat untuk mengucapkan kata maaf, mulailah dari hal terkecil dulu, kak Ice DL harus melihat Solar DL dari sisi sekarang bukan sisi retakka dulu. " Solar tersenyum untuk menyemangati Ice DL.
"Mulai dari yang kecil.... Apa aku harus melakukan suatu hal pada anak itu? " Ice DL benar-benar bingung bagaimana cara meminta maaf, secara ia sudah memperlakukan Solar DL seperti itu, sejak beberapa tahun yang lalu.
"Kalau kak Ice DL bingung mulailah dari menyebut namanya, jangan panggil dia dengan penyebutan 'anak itu', 'anak pembawa masalah' atau sebagainya, bagaimanapun juga dia masih memiliki nama, dan kalian saja enggan menyebut namanya. " Ice DL menoleh kepada Solar, yang memberikan motivasi.
"Nama yah..... " Kini isi kepala Ice DL hanyalah rancangan-rancangan untuk meminta maaf pada adik bungsunya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Dan rencana untuk meminta maaf pun dimulai....
Saat akan makan siang Gempa meminta 2 dari mereka untuk membeli beberapa sayur dan bumbu yang kelupaan di supermarket terdekat.
Dan... Tentu saja Ice DL tidak melewatkan kesempatan ini untuk meminta maaf pada Solar DL.
"Biar aku dan Solar DL saja yang membeli sayur dan bumbunya. " Ice DL menawarkan diri untuk membeli sayur dan bumbu bersama Solar DL.
Solar DL yang disebut namanya lantas terkejut, bagaimana tidak? Setelah sekian lama akhirnya kakak yang suka tidur itu mau menyebut namanya. Dan tentu saja ia menurut untuk ikut, toh yang ada dipikirannya hanya akan disuruh untuk membawa semua belanjaan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Dimension (The End)
RawakDimensi lain? kalian pasti tahu apa itu dimensi lain kan, entah itu dari cerita fiksi maupun yang ada di internet. Tapi..... bagaimana jadinya jika kalian melihat diri kalian dari dimensi lain? dan apakah nasib diri kalian di dimensi lain sama de...
