Setelah sekian lama memperbaiki mesin dimensi, akhirnya hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh para Boel DL.
"Bagaimana?"
"Akhirnya selesai, sekarang hanya perlu waktu penyesuaian mesin ini saja dan kalian bisa pulang."
"Berapa lama mesin ini harus disesuaikan?"
"Mungkin hingga sore ini."
"Akhirnya kita bisa pulang yeaay!" Taufan DL mengangkat Solar DL dan berputar bersamanya.
"Kak Taufan jangan gitu nanti Sunshine terbang!!" Thorn DL menarik celana Taufan DL.
"Hehe maaf, aku terlalu bersemangat." Taufan DL mendudukkan kembali Solar DL ke kursi rodanya.
"Jangan gitu lagi kak nanti Sunshine bisa kepental lama-lama hmp." Thorn DL menarik kursi roda Solar DL menjauh dari kakaknya.
"Wih dah pada akur nih ceritanya, baguslah rasanya adem lihat kalian akur gini." Ice datang sambil membawa segelas susu untuk Solar.
"Nih minum, kamu daritadi belum makan."
"Makasih kak."
"Nah sebelum kalian kembali ke dimensi kalian, apa kalian ingin melakukan sesuatu di dimensi ini?" Tanya Ice dan itu cukup membuat Boel DL menjadi berpikir.
"Bagaimana kalau kita pergi bareng-bareng buat terakhir kali, kapan lagi kan ketemu diri kita sendiri dari dimensi lain." Usul Solar DL.
"Boleh juga sih, tapi mau kemana? "
"Pantai aja, kita bisa lihat sunlight sekalian." Ujar Thorn DL.
"SUNSET THORNIEEE SUNSET, dikata sabun kali ya sunlet." Taufan DL mencubit pipi Thorn DL.
"Boleh juga, udah lama gak ke pantai."
"Okeyy ayo kita ke pantai! " Blaze DL menggendong Solar DL ke punggungnya dan langsung berlari keluar kamar Solar.
"Sunshine mau dibawa kemana?!" Thorn DL lari mengejar Blaze dL diikuti saudaranya yang lain.
"Yah sepertinya mereka sudah melupakan apa yang dulu telah terjadi."
"Begitulah manusia kak Ice."
"Udah yok, kamu harus makan dulu minimal roti lah baru kita pergi ke pantai."
"Iya iya kak Ice bawel."
"Bilang apa kamu hm?" Ice mencubit pipi adik bungsunya.
"Aduh sakit kak! Nanti pipiku melar dan ketampananku berkurang kak!"
"Sempat-sempatnya narsis ya." Ice melepaskan cubitannya.
"Udah sana siap-siap, nanti ditinggal nangis." Ice keluar dari kamar Solar.
.
.
.
.
Setelah selesai dengan barang, mental, raga, emosi dan segala macamnya, akhirnya mereka siap untuk pergi ke pantai.
"Masuk satu-satu, jangan ada yang dorong-dorong."
"Bentar.... Emang muat buat 14 orang?."
"Aku, Taufan, Solar dan Ice naik motor kalian naik mobil saja." Halilintar mengeluarkan motornya diikuti dengan Taufan.
Jadi mobil Boel itu punya 2 bangku tambahan di bagian belakang jadi cukup untuk sekitar 10 orang.
Posisi Thorn DL, Thorn dan Ice DL di bangku paling belakang. Di bangku kedua ada Blaze, Blaze DL, Gempa dan Gempa DL.
Yang menyetir adalah Halilintar DL dan bangku di sebelahnya ada Taufan DL dan Solar DL yang dipangkunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Dimension (The End)
DiversosDimensi lain? kalian pasti tahu apa itu dimensi lain kan, entah itu dari cerita fiksi maupun yang ada di internet. Tapi..... bagaimana jadinya jika kalian melihat diri kalian dari dimensi lain? dan apakah nasib diri kalian di dimensi lain sama de...
