ꦲꦭꦺꦴ selamat pagi, siang, sore, malam tengah malam, terserah kalian bacanya kapan, balik lagi dengan Afa dan book another dimension, ok Afa GK mau basa- basi jadi.... Enjoy
Keterangan!
Hali -> dari dimensi ini
Hali DL -> dari dimensi lain
.
.
.
Beberapa hari telah berlalu, Solar DL setiap harinya juga selalu terapi emosi agar alexthymianya hilang dan emosinya kembali dengan dukungan dari keluarga.
Dan sejak hari dimana Hali DL bernegosiasi dengan Taufan DL, kini Halilintar DL selalu datang ke rumah sakit walau ia hanya bisa bertemu dengan Solar DL 30 menit.
"Kau datang lagi?"
"Ya, tentu saja."
"Baiklah, ingat hanya 30 menit." Halilintar DL masuk ke ruang rawat Solar DL.
"Lihatlah orang itu, dulunya ia yang menghasut kita buat membenci Solar DL dan tak akan pernah mau mengakuinya sebagai adik, sekarang dia seperti menjilat ludahnya sendiri." Taufan DL bersandar pada dinding di luar ruang rawat Solar DL.
"Bukankah itu bagus, adik jadi gak perlu ngerasain sakit lagi."
"Ice DL, aku paham apa yang kau pikirkan tapi lihat saja dia, aku takut dia hanya sok baik dan ada motif di belakangnya."
"Kau jangan berpikir buruk seperti itu." Taufan menepuk pundak Taufan DL.
"Aku tahu kau pasti masih marah dan kecewa dengan kejadian kebakaran itu kan, tapi mau bagaimanapun juga dia kakakmu."
"Semua orang pernah berbuat salah, lihat saja dirimu, bukankah kau juga sempat membenci adik bungsumu sendiri."
"Ya.. ekhem itu karna aku sudah terhasut tentu saja."
"Bukannya kak Taufan DL dulu sempat mau mendorong Solar DL dari atas ged---- UMP! Umpp!" Taufan DL menutup mulut Ice DL.
"Eh ngomong apa sih? Kalo laper bilang nih uang, jajan sana hus hus." Taufan DL mendorong Ice DL untuk pergi.
"Dih ngusir, tapi ya udahlah lumayan duitnya." Ice DL nurut aja lumayan kan dikasih duit.
"Jadi kamu sempat mau bunuh adik bungsumu sendiri hm?"
"Ya.. uh... " Taufan DL hanya bisa menunduk sambil menggaruk tengkuknya.
"Sudah ayo kita tinggalkan mereka berdua, kita susul Ice DL dan makan beberapa jajanan." Taufan menyeret Taufan DL.
"Tapi aku harus jaga-jaga disini."
"Udah nanti pas 30 menit kita balik, biarin mereka berdua dulu buat mempererat hubungan sulung dan bungsu." Dan Taufan DL hanya bisa pasrah diseret oleh Taufan.
.
.
.
.
.
"Ah, aku kalah lagi.... Kak Hali DL pintar main kartu ya, kalau begitu ayo ulangi lagi, aku mau coba sampai aku menang."
"Coba saja."
"Kak... Aku boleh tanya gak kak?"
"Tanya apa?"
"Kalau aku perhatiin sejak pertama kali ketemu kakak, kayaknya itu kita bertemu cuma 30 menit setiap hari.... Apa kakak sibuk?"
"Ah.... Itu kakak sibuk, jadi cuma bisa ketemu kamu 30 menit setiap hari."
KAMU SEDANG MEMBACA
Another Dimension (The End)
AcakDimensi lain? kalian pasti tahu apa itu dimensi lain kan, entah itu dari cerita fiksi maupun yang ada di internet. Tapi..... bagaimana jadinya jika kalian melihat diri kalian dari dimensi lain? dan apakah nasib diri kalian di dimensi lain sama de...
