Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

DIA TAHU?

7 1 0
                                        

Aku belum bisa menemuimu untuk sementara waktu. Jadwalku sangat padat. Tes uji coba beberapa universitas sangat menyita waktu dan pikiranku. Aku harus benar-benar fokus. Sampaikan maafku pada mamamu karena aku tidak bisa mengajari Hoseok langsung. Tapi jangan khawatir karena aku sudah membuat beberapa video-video tentang materi-materi yang kurang dia kuasai. Aku yakin jika Hoseok sungguh-sungguh belajar, dia akan mendapatkan nilai yang memuaskan. Jaga dirimu baby. Dan jangan lupa mengabariku. I love you.

Vee memasukkan handphonennya ke dalam saku sweater yang ia kenakan. Rambutnya tertepa sepoi-sepoi angin yang berhembus dengan pelan. Napasnya menghela berat tapi pelan. Pesan Namjoon masuk baru beberapa menit lalu dan dia sudah merasa Namjoon mengirimkan pesan itu berbulan-bulan. Sangat berlebihan memang, tapi mana ada kasmaran yang tidak berlebihan?

Baru dua minggu setelah dia dihukum dalam tanda kutip habis-habisan oleh Namjoon, tapi rasanya hal itu sudah terjadi setengah tahun lamanya. Vee sangat merindukan Namjoon meskipun apa yang dilakukan Namjoon terakhir kali sungguh membuatnya gila.

Vee tidak bisa melupakan bagaimana Namjoon menciumnya, menyentuhnya, dan sintingnya lagi yang paling tidak bisa Vee lupakan adalah bagaimana Namjoon melingkarkan telapak tangannya yang kokoh ke leher Vee.

Pertama kali berciuman dengan Namjoon membutnya merasa lemas tak berdaya. Menyentuh dan disentuh Namjoon untuk pertama kali membuatnya seperti berada diantara awang-awang angkasa. Namun dicekik Namjoon rasanya melebihi semua perasaan yang pernah ia rasakan.

Gila gila gila.

Vee dibuat gila oleh Namjoon.

Sialan.

Dia harus membunuh kesintingannya dengan menyibukkan diri karena tidak mungkin dia mengganggu konsentrasi Namjoon yang sedang fokus menyiapkan ujian masuk universitas hanya karena dia horny.

Vee menarik napasnya dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Dia mencoba mengosongkan pikirannya dengan menikmati hembusan angin sore menjelang senja di pinggir taman menuju rumahnya. Gadis itu baru saja pulang dari minimarket untuk membeli beberapa tambahan groseri. Dia akan membuat pasta pamersan untuk makan malam, tapi karena dia tidak memiliki cooking cream maka ia terpaksa berjalan ke minimarket dekat rumahnya.

"Hey cantik!"

Lamunan Vee buyar seketika saat sebuah suara begitu dekat dengannya.

"Jimin?"

​"Lagi melamunkan siapa, Noona? Namjoon kan lagi sibuk persiapan ujian. Kalau kesepian dan butuh ditemenin... ada aku di sini yang siap menggantikan."

​Jantung Vee langsung berdegup kencang, menghalau sisa-sisa rasa hangat dari pesan Namjoon barusan. Digantikan oleh gelombang panik yang dingin.

​Park Jimin?

Sejak kapan anak itu jadi penggoda ulung?

Well dari semua teman Hoseok, Jimin memang punya bakat sebagai penggoda keimanan, tapi anak itu tidak pernah seterang-terangan ini. Dan matanya... matanya penuh kilat kelam yang tak pernah Vee lihat sebelumnya.

"K--kau? Sejak kapan kau membuntutiku?" Tanya Vee gugup.

"Aku tidak membuntutimu. Aku mau ke rumah Hoseok dan kebetulan aku menemukanmu di sini." Jawab Jimin santai.

"Ahh ohh okay."

"Noona sibuk malam ini?"

"Kenapa memangnya?"

"Biasa... aku butuh pendapat kakak tentang lagu yang baru saja kubuat..."

Vee sebenarnya sedang ingin bermalas-malasan setelah memasak makan malam, tapi dia juga tak enak hati menolak Jimin maka dia iyakan saja agar tak membuat Jimin kecewa meskipun itu artinya dia mengesampingkan kenyamanannya sendiri.

THE ORANGECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang