Sejak kecil Nabilla jatuh cinta pada musik, dia juga bermimpi jika suatu hari nanti dia akan menjadi seorang penyanyi, alam seolah mendukung Nabilla untuk mewujudkan mimpinya dan mengirim Angga, kakak kelas sekaligus orang yang selama ini ia cintai...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
***
Halooo, selamat pagi, siang, sore dan malam buat kalian semua di mana pun kalian berada😆😆
Siapa kemarin yang patah hati bareng sama Rubah?😁✌🏻
Sebelum lanjut berlayar bareng lagi, aku punya pertanyaan buat kalian.
Hal kecil apa yang pernah kalian lakukan atau berikan ke seseorang, tapi ternyata berarti banget buat orang itu?
.
.
⛵⛵Selamat berlayar⛵⛵
.
.
[Nabilla Aluna Putri]
"Assalammualikum, sore Eyaaang." Sapa gue pada eyang Satri yang tengah duduk di sofa, nonton TV sambil menyulam. Eyang Satri membalas salam lalu mengukir senyum dan langsung meletakkan karya tangannya di atas meja, gue langsung mencium tangan dan memeluknya.
"Kamu itu kemana aja, kok sekarang udah jarang banget main ke sini. Udah punya pacar ya sekarang?" canda Eyang Satri seraya mengusap kepala gue. Rasanya benar - benar menenangkan
"Iya, Eyang sibuk kencan tuh dia."
Gue menoleh dan mendapati Xabiru yang baru saja muncul dari arah dapur sambil membawa cangkir ... entahlah mungkin kopi. Xabiru adalah pecinta kopi, gue sering marah saat dia sudah mengonsumsi minuman itu lebih dari dua gelas.
"Ih, apaan sih bohong Eyang. Rubah tuh ngayal doang kerjaannya," sangkal gue yang dibalas kekehan oleh Xabiru yang kini melangkah menuju tangga.
"Billa, sekarang lagi sibuk manggung sama band di sekolah, Eyang." Ucap gue kembali fokus pada Eyang, dan bergelayut manja di sisi eyang Satri. "Jadi, sekarang gabung sama band gitu. Kemarin habis manggung di acara pensi SMA Pelita, nah aku tampil di sana. Biru juga ikut nemenin kok, Eyang."
Eyang Satri tersenyum mendengarnya, lalu sedetik kemudian ia mengangkat kedua ibu jarinya. "Keren banget, itu cita - cita kamu kan dari dulu. Kalau gitu Eyang mau dengar dong kamu nyanyi satu lagu buat, Eyang."
Gue baru aja buka mulut untuk membalas ucapan Eyang dengan seruan girang, tapi Xabiru lebih dulu menyahut.