ST-16

115 12 0
                                    

| Seruan Takdir : Bagian 16 |

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apabila anda menemukan kata yang typo, silahkan di tandai dan komen kata yang harus diperbaiki!

Jangan lupa vote dan komen ya!
Jazakunullahu Khairan

"Pertemuan yang akan mengajari Kita, bahwa untuk memulai dan menjalani perlu adanya temu"

-Mutiara Alifiyah Irawan, 2022-

Happy Reading :)

Waktu berjalan dengan cepat, hingga Alifiyah dan teman-teman sudah menginjakkan kaki di SMA Jaya Terta selama satu tahun, itu artinya dia sudah naik kelas XI.

"Untung gak jadi diacak siswanya, bisa-bisa kita pisah kelas tahu" Kata Rani yang sedang duduk di pinggir lapangan basket bersama Alifiyah dan Zena.

"Betul tuh, mana bisa kalian pisah dengan Aku yang cantik jelita ini" ujar Zena menghempaskan ujung khimar segiempat miliknya.

Rani yang berada di tengah-tengah antara Alifiyah dan Zena, lantas memukul pelan kepala Zena.

"Emang boleh ada orang sepede itu ya?" tanya Rani.

"Bolehlah. Gini ya Rani sayang, siapa lagi orang yang mau puji kamu cantik selain diri kamu sendiri" jawab Zena yang lagi kerasukan arwah bijak kayaknya.

"Setuju Zen. Orang lain bisa saja mengangkap kita tidak cantik, tapi bukankah sudut pandang tentang cantik itu berbeda? Makanya, kita hanya perlu untuk bersyukur dan menganggap kita itu cantik. Karena Allah menciptakan manusia sebaik-baiknya" imbuh Alifiyah menanggapi jawaban Zena.

Gerombolan pemain basket masuk ke dalam lapangan. Baju mereka terlihat kontras dengan perpaduan antara merah dan hijau. Tim merah diketuai oleh Alif, sedang tim hijau diketuai oleh Farid-teman kelas Alifiyah.

"Kak Alif emang selalu tampil beda ya?" ujar Rani memperhatikan pakaian yang dikenakan oleh Alif. Meski memakai baju basket, Alif tetap memakai leging dan manset untuk menutupi tubuhnya.

"Kayak gak tahu kak Alif aja Ran" imbuh Zena yang juga memperhatikan Alif. Alifiyah melirik sejenak Alif lalu mengalihkan perhatiannya pada sepatu ikat miliknya.

Pertandingan antara siswa XI Mipa 3 vs XII Mipa 1 menjadi pertandingan cukup sengit. Kedua tim mempunyai jagoannya masing-masing. Tim merah terdiri dari Alif, Azka, Fatih, Ahzan dan Bintang. Sedangkan tim hijau terdiri dari Farid, Faiz, Josua, Jenggala dan Juju.

Sorak pendukung dari kedua tim menggema memenuhi lapangan basket. Bukan hanya dari dua kelas saja, tapi hampir seluruh siswa menyaksikan pertandingan antara dua tim tersebut. Pertandingan ini bukan pertama kalinya diadakan seusai penaikan kelas, tapi sudah menjadi kegiatan tahunan dan kali ini cukup berbeda karena pertandingannya diadakan dengan beda tingkatan.

"Kak Alif semangat" teriakan penuh semangat dari tribun sebelah kiri yang didominasi oleh gadis-gadis.

Seperti biasa teriakan demi teriakan tidak dihiraukan oleh Alif. Beda halnya dengan Bintang yang akan senantiasa meladeni teriakan para gadis seperti saat ini.

SERUAN TAKDIR [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang