| Seruan Takdir : Bagian 18 |
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Apabila anda menemukan kata yang typo, silahkan di tandai dan komen kata yang harus diperbaiki!
Jangan lupa vote dan komen ya!
Jazakunullahu Khairan"Denganmu ada batasan yang perlu untuk dijaga, tapi bukankah keindahan memang perlu untuk dijaga?"
-Muhammad Alif Pratama, 2022-
Happy Reading :)
Pagi ini, kediaman Irawan sedang disibukkan dengan persiapan menghadiri acara wisuda Maesa dan mengikrarkan sumpah dokter. Satu setengah tahun dihabiskan Maesa untuk sampai ditahap ini, perjuangan yang tidak bisa dikatakan mudah untuk dilewati.
"Masyaa Allah, Kak Eca ganteng banget" puji Alifiyah yang melihat Maesa berbalut kemeja putih dengan jas hitam.
"Bisa aja kamu, kamu juga sangat cantik" ujar Maesa mengelus puncuk kepala Alifiyah yang dibalut khimar syar'i berwarna peach selaras dengan warna gamisnya.
"Ayo turun" ajak Maesa, keduanya turun ke lantai bawah. Di bawah sana sudah ada Dewi dan Raka yang memakai baju dengan warna yang sama dengan Maesa dan Alifiyah.
Sebelum berangkat, terlebih dahulu mereka mengisi perut agar tidak kelaparan ketika acara di mulai. Maesa memberikan beberapa pil vitamin kepada Alifiyah, takut jika daya tahan tubuhnya melemah karena beraktvitas terlalu lama.
***
Di sebuah taman kediaman Rafardhan, terlihat seorang seorang anak kecil yang tengah bermain boneka bersama dengan kakaknya.
"Kakak, Ira kangen Kak Ara" kata Meira yang tengah bosan memainkan boneka smurf miliknya.
"Terus?" tanya Alif, dia mendudukkan Meira di atas pangkuannya dan mencubit pipi mungil adiknya.
"Mau ketemu" ucap Meira dengan nada memelas, matanya berkedip-kedip dan kedua tangan saling bergesekan, "boleh ya?" tanyanya.
Alif nampak berpikir sejenak, kemudian menganggukkan kepala. Sorak kegembiran terdengar dari Meira, membuat hati Alif terasa hangat.
Dengan sedikit bantuan dari sahabat-sahabatnya, Alif mendapatkan nomor Alifiyah. Dia memulai mengirimkan pesan kepada Alifiyah dengan perkenalan diri dan menyampaikan maksud dan tujuannya. Respon baik didapatkan Alif, Alifiyah mengiyakan untuk bertemu di sore hari.
"Sekarang Ira tidur dulu, nanti sore kita akan ketemu Kak Ara" ujar Alif kepada Meira, Meira hendak protes tapi diurungkannya mendengar dia akan bertemu dengan Alifiyah.
Alif mengendong Ira menuju kamar milik gadis kecil itu. Alif mengaktifkan murrotal dan meletakkan adiknya di kasur, tidak butuh waktu yang lama untuk membuat Ira tertidur lelap.
Memastikan adiknya benar-benar sudah terlelap, barulah Alif keluar dari kamar Ira. Di depan pintu kamar Ira, terlihat Mikayla-Umma Alif tengah berdiri menatap putra sulungnya.
"Umma mau bicara sama kamu" ucap Mikayla, wanita itu tengah berjalan menuju ruang tengah diikuti oleh Alif.
"Ada apa Umma?" tanya Alif yang heran, biasanya wanita itu akan berbicara berdua dengannya jika memang ada hal serius.

KAMU SEDANG MEMBACA
SERUAN TAKDIR [ON GOING]
Teen Fiction[DILARANG MELAKUKAN PLAGIASI DALAM BENTUK APAPUN!!!] Alifiyah yang tidak percaya yang namanya cinta termakan akan omongannya sendiri. Dia akhirnya jatuh hati pada seorang pemuda yang sebelumnya tidak pernah terlihat olehnya. Seorang pemuda yang meru...