ST-11

224 25 2
                                    

| Seruan Takdir : Bagian 11 |

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Apabila anda menemukan kata yang typo, silahkan di tandai dan komen kata yang harus diperbaiki!

Jangan lupa vote dan komen ya!
Jazakunullahu Khairan

"Apakah rasa ini akan mengalahkan stigmaku mengenai Cinta?"

-Mutiara Alifiyah Irawan, 2022-

Happy Reading :)

Hamparan Bintang di atas langit menjadi penampakan yang menyejukkan hati pemuda yang sedang duduk di balkon rumahnya.

Ingatan tentang gadis yang ditemuinya kemarin, membuat perasaannya kacau. Dia seperti mengenal gadis itu, tapi sejauh apapun dan sedalam apapun dia menggali ingatannya dia tidak menemukan siapa gerangan gadis berkhimar itu.

"Gak baik melamun nak" Ucap seorang wanita paruh baya yang menepuk bahu Sang anak.

"Eh, Umma" Pemuda itu lantas berbalik menghadap Sang Ibunda tercinta.

Pemuda itu menuntun Umma-nya untuk duduk di kursi yang tersedia di balkon kamarnya, tak lupa dia mengambil alih secangkir kopi yang dipegang oleh Umma-nya.

"Apa yang anak Umma ini pikirin hmm?" Tanya wanita paruh baya yang mempunyai kulit berwarna kuning langsat, mata yang sipit, alis tipis, pipi chubby dan bibir tipis. Wanita itu bernama Mikayla Izzatunnisa atau sering dipanggil Umma Kayla.

"Gak ada Umma" Jawab pemuda itu menatap dalam mata Umma Kayla.

"Gak papa kalau gak mau cerita ke Umma, tapi jangan terlalu membebani dirimu sendiri ya nak. Umma akan selalu ada untukmu kapanpun itu" Ujar Umma Kayla, dia mengelus rambut sang anak dengan lembut.

Pemuda itu menikmati elusan lembut Umma Kayla, "Iya Umma, makasih" Ucapnya dengan tulus.

"Itu kopinya diminum, Umma mau ke kamar dulu takut Abah nyariin" Ujar Umma Kayla, sebelum itu dia menepuk-nepuk tangan anaknya memberikan kenyakinan dan kemudian berlalu meninggalkan pemuda itu kembali sendiri di kamarnya.

"Aku akan cari tahu, kamu itu siapa sebenarnya" Monolog pemuda itu. Kini dia membuang semua pikiran tentang gadis berkhimar yang dilihatnya kemarin, dia memilih untuk menikmati kopi buatan Umma Kayla sambil memandangi malam yang dipenuhi akan bintang - bintang.

***

Kring kring kring

Suara alarm berbunyi nyaring di kamar bernuansa biru. Seorang gadis masih asyik bergelut dengan selimutnya, seakan tidak ada hari esok untuk tidur lagi.

"Bee turun saran gih" Suara ketukan dari balik pintu saling bertautan dengan suara alarm tapi masih belum bisa membangunkan gadis itu.

"Bee" Panggil Maesa dengan suara yang lebih besar dari sebelumnya.

Perlahan mata gadis itu terbuka, dia masih santai ketika bangun. Tapi beberapa detik selanjutnya dia melirik jam dan betapa kagetnya dia melihat jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi dan itu artinya sebentar lagi dia akan masuk.

"Astagfirullah" Ucapnya, lantas segera dia pergi untuk mandi dengan secepat kilat.

Hanya membutuhkan waktu 10 menit dia telah siap lengkap dengan seragam SMA-nya. Ketika dirinya membuka pintu, seorang pemuda telah ada di depan pintu dengan memandanginya dengan pandangan yang dirinya sendiri tidak tahu maksud dari pandangan tersebut.

SERUAN TAKDIR [ON GOING]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang