Chapter 3

53.2K 3K 30
                                        

Happy reading!!🧡

..............

30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di kediaman/ Mansion Anderson desain dengan warna putih hitam

Lumayan

Batin Areksa saat sampai di depa Mansion itu, dan kesan pertamanya adalah lumayan karna dibanding Mansion wiantara yang benar-benar megah bahkan dengan desain yang modern dan taman luas yang indah dipenuhi pepohonan, Mansion Anderson ini kalah

" Ayo sayang kita masuk" ajak papah argo dan rangkulan dari mamah Liliana

Pintu Mansion dibuka, menampilkan segerombol pria dan 2 wanita sedang duduk melingkar di kursi

Areksa sudah tidak kaget melihat pria-pria tampan, menurutnya tidak ada yang lebih tampan dari kedua abangnya.

" Mah, katanya Clara cuman punya dua Abang sama___satu adik tiri perempuan kok ini rame banget??" ucap Clara

" Mereka teman-teman Abang kamu sayang" jawab mamahnya

" Tenang banget tatapannya"

" Polos, dingin, datar dengan sedikit senyuman"

" Kenapa jadi beda banget auranya, lebih,,,lebih  positif ??"

Clara itu bukan definisi cewek imut kaya yang suka di cerita in di WP wp guys yang tingginya 150 bukan, kebayangkan??, Clara itu wajahnya cantik, menantang, dingin, tapi menarik, senyumannya tuh gak terlalu lebar tapi manis kaya cewek bad girl gitu

" Biasanya dia lari dan langsung meluk gue, apalagi kita udah lama gak ketemu, kenapa dia malah diem aja...Lo apaan si Vin, kenapa Lo jadi berharap dia ngelakuin itu, cih " batin abangnya sambil memalingkan wajah

" Sayang kamu gak mau Meluk Abang kamu??" Tanya papahnya, Clara sudah diberi tahu bahwa dia memiliki Abang kembar

" Hah??emang harus??" Clara bertanya balik, padahal dalam raganya dulu Areksa suka melakukan itu pada kedua abangnya, tapi ini berbeda, saat ini areksa tentu saja dalam keadaan serba salah

Semua orang tercengang kaget dengan jawaban Clara

Melihat semua orang meliriknya aneh, Areksa terdiam,

Tiba-tiba!!

" Awww eughhh sakitt"  Serpihan ingatan masuk membuat Areksa yang mengisi raga Clara saat ini memegangi kepalanya yang berdenyut

" Sayang, sayang, Maafin papah, udah jangan dipaksa untuk mengingat" ucap argo

" Pah sak-" ucapannya terpotong karna Clara kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan, untungnya sang ayah sigap menangkap tubuh putrinya 

" Awas-awas, pah tidurin Clara di sini " ucap Liliana menyuruh sang suami menidurkan Clara di kursi yang diduduki pria-pria tadi

" Biiii Inah ambil minyak kayu putih cepett" titah Liliana

" Sebentar nyonyaa" bi Inah selaku ketua Maid di keluarga Anderson langsung berlari mengambil minyak kayu putih

" Ini nyonya"

" Bi bikinin teh manis Anget"

" Siap nyonya"

" Clara, Clara sayang" Liliana khawatir, tangannya terus menggosok telapak tangan Clara dan mendekatkan minyak kayu putih di hidung Clara

" Mah Clara kenapa??" Tanya jingga

" Dia memaksakan diri buat mengingat memori masa lalunya, mungkin dia tidak kuat menahan rasa sakitnya jadi dia pingsan" jawab Liliana 

TRANSMIGRASI QUEEN JEROSTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang