Di kediaman rumah yang cukup besar, terdapat seseorang yang sudah terbangun dari tidurnya. Ia melangkahkan kaki menuju ruang makan yang biasa dia lakukan setiap bangun tidur. Sesampainya ia di ruang makan orang itu tidak mendapati siapa pun di ruang makan tersebut, padahal biasanya ia selalu mendapat kecupan dari orang tuanya ataupun dia melihat art nya sedang memasak untuk sarapan pagi" Ini kok sepi banget di rumah, untung bukan kuburan. Kalo iya gue udah lari ngabret ini mah" ucap orang itu, lalu ia memutuskan untuk pergi ke kamar saudaranya yang terletak tepat di samping kamarnya
Setelah masuk ke dalam kamar saudaranya dia mendapati jika saudaranya masih tertidur pulas padahal jam sudah menunjukan pukul 7 pagi. Lantas ia menjatuhkan dirinya tepat di atas tubuh saudaranya seraya menggeliat nyaman karena ia juga baru bangun tidur
" Bangun ab~" ucap nya seraya menggeliat di atas tubuh saudaranya itu, sedangkan saudaranya meresa tidak nyaman karena tubuh orang itu berat lantas ia menjatuhkan orang itu ke bawah
Bruk
" Ajng, sakit tolol" rintih orang itu
" Bodo amat, lagian ngapain si Lo?!" balas saudaranya, yang sudah membuka matanya karena ia juga kaget dengan suara jatuh tadi
" Gue laper ab" pintanya
" Laper ya tinggal makan ghes, ngapain gangguin gue si hah?! Enak enak tidur juga!" Ucap Brian, kepada ghesa yang memasang wajah melas
" Masakin Dong" pinta ghesa
" Emang mbak kemana si?"
" Ga tau, pulang kampung kali"
" Ngapain mbak pulang kampung, makan gaji buta gitu? Terus Daddy kemana?"
" Ga tau udah berangkat kerja kali, tadi gue bangun trus ke meja makan itu ga ada siapa siapa tau nggak, makannya gue kesini bangunin Lo"
" Halah, paling mbak itu ke depan tau nggak. Udah sana cari ke depan, lagi jemur pakaian kali. Udah sana jangan ganggu, gue mau tidur"
" Heh! Lo emang kudu di siram dulu pake air apa gimana si?! Biar sadar gitu"
" Apa si Lo! Sadar sadar emang gue kesurupan?!" Ucap Brian lalu ia kembali memejamkan matanya
" Abri~" panggil ghesa jengkel
" Dalem~" saut Brian, Yap keluarga ini memang ada keturunan orang Jawa
" Jangan tidur lagi ab, masak sana. Gue laper aarrghh" ucap ghesa seraya menarik selimut Brian
" Makanya gue suruh Lo cari mbak Siti, sana suruh masakin anjing! Lo ganggu gue Mulu!"
" Heh! Babi hutan! Lo amnesia apa gimana si hah? Kita lagi liburan semesteran pasti Daddy suruh mbak Siti pulang kampung dan kita di suruh mandiri"
" Emang kita bisa mandiri?" Tanya Brian
" Bisa lah gue mandiri, orang tinggal mandi sendiri masa ga bisa"
" Mata Lo ya ghes sendiri! Mandiri itu dalam arti apa apa sendiri masak sendiri cuci baju sendiri terus sama bersihin rumah, terus belanjaan sendiri. Bisa Lo kyk gitu? Lo air buat mandi aja di siapin mbak Siti"
" Ya makanya gue suruh Lo masak ab, gue laper~"
" Emang siapa Lo gue masakin segala!"
" Kembaran Lo! Aaaaa cepet masakin gue laper abri~" rengek ghesa pada Brian
" Ya gue mana bisa masak bego!"
" Oh iya, terus gimana?"
" Beli sana! Repot banget Lo"

KAMU SEDANG MEMBACA
this is RAVINDRO [Tamat]
Kısa Hikayekehidupan keluarga besar ravindro yang penuh suka dan duka. terdiri dari nyonya besar dan tuan besar beserta anak-anak dan cucu cucu nya Intinya rumit, ruwet, mumet Tapi tetap happy kiyowo