ayah

344 25 12
                                    

Pencet⭐dulu baru baca

Enjoy💜💜

Jangan lupa komennya, di tunggu loch yaaa🤗

^
^
^


"This is ravindro"

Malam begitu gelap, tanpa penerangan, tanpa pencahayaan. Sungguh..sangat menakutkan
Ditambah, suara petir yang menggelegar sangat menganggu pendengaran siapapun yang mendengarnya. Sangat sial jika seseorang berada di situasi seperti itu bukan?

Orang itu gevan

Ya..

Gevan berada di situai seperti ini, sendirian. Tanpa ada yang menemani, tapi untung saja dia mendapatkan pencahayaan dari sebuah halte bus. Tapi tidak seterang lampu di rumahnya, lampu di halte hanya satu itu saja sudah redup dan hampir mati. Gevan berpikir kenapa tidak ada orang lewat? Apa ini sudah jauh dari komplek rumah nya? Apakah dia akan tetap disini sampai pagi? Gevan takut.

Semua ini juga kesalahan dia sendiri sebenarnya, karena tadi dia menolak untuk di jemput ayahnya dan beralasan jika dia ingin menginap di rumah temennya. Teman siapa? Gevan tidak punya teman selain si kembar abrian dan ghesa yang notabenya adalah saudaranya sendiri, dia tak punya pilihan lain. Pada akhirnya dia pun berjalan kaki, untuk menuju rumah graziel. Ya, gevan memang berniat menginap di rumah daddy el, tapi dia malah berada sendirian disini

Setelah memikirkan kesalahannya, gevan juga berhak sakit hati karena ayahnya yang membentak dan apa tadi, ayah nya bilang bahwa gevan bikin malu! Padahal kan gevan hanya membela dirinya dari lelaki kek, hih!
Seharusnya kan ayahnya bisa tanya dengan cara baik baik, dengan lembut. Enggak, langsung gas aja! Belum tau permasalahannya lagi! Pikir gevan

Jadi siapa yang salah?

Suara petir yang tak ada hentinya, membuat gevan merintih kesakitan. Tentu saja, terlebih gevan yang menderita sakit jantung. Gevan di buat tersiksa akibat suara petir itu, gevan mending hujan deras daripada suara petir yang berterusan yang tidak kunjung hujan

Seperti sekarang ini, gevan meringkuk dalam duduk nya seraya menahan sakit dan mengusap usap dadanya. Seraya sesekali terisak karena rasanya begitu sakit, terlebih dia hanya sendirian. Tidak adakah satu orang pun yang mendengar isakan nya? Mau menangis juga, tidak bisa karena gevan sedari awal sudah panik karena mengetahui keberadaan dia sekarang

Gevan hanya bisa duduk memeluk lututnya, sangking takutnya tubuh gevan sampai bergetar hebat. Dadanya yang sakit ditambah cuaca yang seperti ini, siapapun tolong gevan!
Gevan memeluk tubuhnya yang bergetar seraya melihat di sekelilingnya, tapi yang dia lihat sama saja. Tidak ada yang berubah

Gevan semakin takut, karena sekarang hujan deras di sertai suara petir yang saling bersautan. Dia sekarang sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi, tangis gevan mulai kencang ketika sudah lelah menahan sakitnya

DUUARRHSKSNSJAJJ

DUUARGSMSKSSNI

suara petir yang begitu keras mengagetkan gevan, hal itu membuat tangis gevan semakin menjadi. Kyk orang frustasi, mikirin hidup. Ya emang, eh! Maksudnya. Ya, gevan teriak histeris sangking sakitnya

" aaaaaa! Hiks hiks uhuk uhuk hiks huwaaaa sakit~ hiks uhuk uhuk haaa tolong! Hiks" tangis gevan yang sesenggukan berharap seseorang akan datang menjemputnya, ayahnya mungkin?

" Gue harus gimana hiks aaaaa hiks hiks hiks gue takut hiks hiks ayah~ abang~ tolong gevan hiks hiks kalo gevan mati gimana!? Hiks hiks" ujarnya, dengan tubuh yang bergetar takut

this is RAVINDRO [Tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang