Chapter 22 - struggling a little more

3.9K 239 4
                                        


Beomgyu sepertinya memang benar-benar tidak peduli dengan hidupnya lagi atau lebih kasarnya mencari mati untuk dirinya sendiri, kalian tau manusia mana yang bisa pulih begitu saja ketika mendapatkan keretakan pada kepala tengkorak kepala bagian belakang atau lebih mudahnya disebut gegar otak ringan?

Hari ini sudah tepat selama seminggu pulang dari rumah sakit dan sekarang beomgyu mengurung dirinya di dalam kamar lagi dan seperti itu dari seminggu ini, selama dirinya tidak mendapatkan kabar orang tuanya kembali beomgyu masih enggan untuk berinteraksi pada siapapun, mungkin dia hanya bisa menerima yeonjun. tapi untuk hyungnya dan sungchan beomgyu masih benar-benar malas untuk membahasnya.

"Bu.. dad.. gyu harus cari kemana kalian? Apa beomgyu harus ke sana buat cari kalian langsung?" Gumamnya dengan menenggelamkan kepalanya pada lipatan tangannya. Sebenarnya beomgyu sudah berkali-kali meminta bantuan ke yeonjun untuk menemaninya mencari orang tuanya tapi, lagi-lagi yeonjun menolaknya dengan berbagai alasan.

Toktoktok

"Gyu? Kau tidur kah? Ini yeonjun hyung" suara yeonjun datang mengintrupsi dan segera beomgyu beranjak ke arah pintu untuk membukakan.

Pintu terbuka dan selalu menampilkan wajah beomgyu yang kacau itu, yeonjun sampai jengah harus pakai cara apalagi agar beomgyu setidaknya bisa merawat dirinya terlebih dahulu. Setelah membukan pintu beomgyu langsung membalikan dirinya menuju kasurnya kembali tanpa membuka pembicaraan terlebih dahulu ke yeonjun.

"Gyu? Kamu sudah makan? Obatnya sudah kamu minum?" Tanya yeonjun yang hanya mendapat gelengan dari beomgyu. Yeonjun menghembuskan nafasnya kasar dan mendekat kearah beomgyu.

"Kalau kamu kaya gini terus gimana mau pulih? Inget gyu, kamu itu gegar otak bukan sakit flu"

"Hyung gamau tau, mulai sekarang kamu benahi dirimu dulu. Baru hyung setuju buat cari sama-sama orang tua kamu. Apalagi besok kamu harus hadir ke sidang itu, mau kejang kamu disana?!" Tegas yeonjun

"Hyung janji?"

"Gue janji kalau lo juga janji jaga diri lo baik-baik, gue tau lo sayang sama tuhan lo. Tapi gausah buru-buru buat nemuin secepatnya kaya gini"

Beomgyu mengernyitkan dahinya, sejak kapan yeonjun menggunakan kata gue-lo saat berbicara dengannya.

"Kenapa?" Yeonjun terheran dengan reaksi beomgyu.

"Ga pantes lo-gue an" ucap beomgyu acuh dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

"Cih, kalau ga gini lo ga bakal dengerin kata-kata gue dan habis ini lo harus makan terus minum obatnya!!" ucap yeonjun sedikit berteriak karena beomgyu melipir hilang begitu saja.

•••

Beomgyu sudah bersiap untuk keluar hari ini, hitung-hitung cari angin sebentar dan mungkin akan mampir ke lokasi kejadian orang tuanya, tentu saja beomgyu sudah melakukan apa yang yeonjun suruh. Beomgyu sedikit menghangat setidaknya dihidupnya ada satu orang yang mengerti dia dan sama sekali tidak menuntut hal harus beomgyu bayar dengan hal mewah.

"Lo bene—"

"Hyung!" Beomgyu memberhentikan kata yang belum terucap oleh yeonjun, dirinya kesal kalau yeonjun terus-terusan memakai lo-gue karna selama ini kenal yeonjun tidak pernah panggilan itu tersemat, jatuhnya yeonjun seperti asing untuk beomgyu jika seperti itu.

"Iya.. iya, kamu beneran gapapa gyu? Kalau masih pusing atau ada yang gaenak kamu rasain jangan dulu pergi-pergi" ucap yeonjun berdecak, memang beomgyu kalau sudah kekeh sama keinginannya selalu apa aja dilakuin dan yeonjun gamau adeknya itu menyembunyikan apapun darinya apalagi beomgyu sempat gagar otak, dirinya gamau sampai beomgyu collapse atau apapun itu.

Desperate - jung family ft beomgyu [ END ] Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang