-Tetaplah hidup. Jangan menyerah dengan keadaan, jangan kalah dengan waktu. Bertahanlah meskipun itu menyakitkan-
-hakim di dunia ini buta, dia tidak bisa membedakan siapa benar siapa salah-
-Toxy-
Masa Lalu Pilox
Setelah melalui beberapa pemeriksaan dan melakukan sidang secara tertutup dua hari yang lalu, sang hakim akhirnya sudah menemukan titik terang untuk kasus Toxy.
Pria berumur sekitar dua puluh sembilan tahun ini resmi dijadikan tersangka setelah menjalankan sidang beberapa hari yang lalu. Ayah Pilox menjalani hukuman atas tuduhan bahwa ia sudah menyelundupkan obat-obatan dan senjata yang berbahaya.
Ia mendapatkan hukuman mati atas kejahatannya itu, dan langsung dieksekusi hari ini. Mendengar hal tersebut tentunya pria ini sangat terguncang.
"Dengan ini ... terdakwa Tuan Toxy dinyatakan bersalah dan akan dikenakan hukuman mati," titah sang hakim yang diakhiri dengan ketukan palu.
Mata Toxy terbelalak seakan tidak percaya hal ini terjadi padanya. Sementara itu sang istri yang berada di sampingnya menangis sejadi-jadinya. "Sayang, kenapa harus seperti ini?" lirih ibu Pilox pilu seakan tidak percaya suaminya akan dieksekusi mati.
"Ma-Maafkan aku ya, Sayang. Aku tidak punya cukup bukti. Tapi, aku mengetahui orang itu," jelas ayah Pilox sembari memeluk erat istrinya. "Pelakunya adalah Yahiko, anak kita nanti yang akan membalasnya," bisiknya.
"Siapa dia?" tanya ibu Pilox yang bernama Lokio itu.
"Dia seorang peretas tingkat kakap dan seorang buronan, sampaikan ini pada anak kita biar dia yang membalaskan dendamku. Dimana dia? Aku tidak melihatnya." tanya Toxy keheranan mencari anaknya, karena rindu.
Lokio pun menjelaskannya bahwa Pilox kini sedang tertidur pulas karena telah diberi obat tidur. Jika anaknya melihat Toxy dieksekusi dikhawatirkan akan berpengaruh pada mentalnya.
"Kalau begitu, sampaikan salamku pada Pilox," pinta Toxy lantas mengecup kening istrinya.
Di tengah perbincangan mereka berdua, mendadak polisi menarik paksa ayahnya Pilox. Lokio sepertinya tidak mengikhlaskan kepergian suaminya dan berusaha memberikan perlawanan kepada polisi. Tapi, polisi itu dengan sigap menahan tubuhnya yang lemah itu, dan membawa sang suami ke tempat eksekusi.
Sementara itu, Toxy sepertinya sudah pasrah dan dia sudah siap untuk dieksekusi. Ia pun diikat di tiang yang panjang dan di hadapannya polisi sudah siap untuk menembaknya.
Sementara itu dari kejauhan Lokio menangis sejadi-jadinya.
"Sayang!" teriak Lokio pada Toxy.
Mendengar hal itu, Toxy hanya tersenyum dan sedikit meneteskan air mata.
"Tetaplah hidup Sayang. Jangan menyerah dengan keadaan, jangan kalah dengan waktu. Bertahanlah meskipun itu menyakitkan!" teriak Tuan Toxy yang diakhiri senyuman.
Sebelum Polisi itu menembak, Toxy ditawarkan penutup mata agar ia tidak merasa takut untuk dieksekusi. "Kau ingin penutup mata? Ada kata-kata terakhir?"
"Tidak, setidaknya ... biarkan mataku ini melihat orang yang kucintai sebelum kalian merenggut kehidupanku, dan untuk kata terakhirku ... hakim di dunia ini buta, dia tidak bisa membedakan siapa yang benar siapa yang salah," ucap Toxy yang membuat air mata Lokio turun semakin deras.
Mendengar hal itu, polisi yang di depannya itu pun menarik pelatuknya dan peluru dari pistol tersebut mengenai dada Toxy. Di sisi lain, ibu Pilox menutup matanya, karena tak rela melihat suaminya disakiti di hadapannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Is My Life-Re make-
Mystery / ThrillerMengisahkan sekelompok remaja yang memiliki latar belakang berbeda-beda, memutuskan untuk menjadi hacker. karena beberapa alasan. Salah satunya balas dendam, berbagai komplik dan misteri yang terjadi. Begitu juga dengan musuh misterius LITTLE MONSTE...
