29. because I love you

36.1K 1K 10
                                        

HAPPY READING

***


Dorrr

Semua orang terkejut dan menoleh saat mendengar suara tembakan. Salah satu penjahat yang masih hidup tadi menodongkan pistol ke arah Aaron namun tembakan itu bukan dari dia melainkan Eros.

Sebelum pria itu menarik pelatuk, Eros datang di waktu yang tepat, ia menodongkan pistolnya dan langsung menembak pria itu hingga pelurunya tepat mengenai dada pria itu.

Pistolnya terjatuh lalu dia pun juga ikut terjatuh, satu tembakan langsung merenggut nyawanya. Semua terkejut termasuk Aaron,Bara, Revan, Dava dan Tian namun mereka juga merasa legah karena Eros datang di waktu yang tepat.

Tanpa berfikir panjang Aaron berbalik ke belakang sembari memberikan pistol yang ia pegang kepada Jeff, anggotanya yang membentuk lingkaran tadi membuka jalan untuk Aaron. Aaron melangkah mendekati Alexa yang terbaring tak sadarkan diri, ia berjongkok lalu menggendong Alexa ala bridal style.

Polisi dan tentara langsung mengurus para penjahat yang sudah mati itu sementara Aaron membawa Alexa meninggalkan rooftop di susul Bara, Revan, Dava,Tian, Eros dan juga yang lainnya.

***

Aaron, papa tau kalau kamu ngikutin jejak kakek kamu tapi papa mau ngingetin ke kamu. Jangan biarin Alexa ngeliat pistol apalagi  jika pistol itu ada di tangan kamu. setelah kematian kedua orangtuanya Alexa jadi trauma, dia ga mau sampai mengingat kejadian itu lagi.

Aaron dengan penampilan yang berbeda, kaos hitam dan celana panjang hitam tanpa memakai topi, Di depan lemari terbuka dan satu tangan yang menopang tubuhnya di pintu lemari dan satu tangannya yang berada di dalam lemari, ia baru saja selesai menyimpan pistol miliknya di dalam lemari lebih tepatnya di dalam sebuah kotak berwarna hitam. saat ia teringat ucapan William, Aaron mengepalkan tangannya sembari menundukkan kepalanya dan menatap ke bawah.

Beberapa detik kemudian Aaron baru menutup pintu lemari dengan perlahan lahan agar tidak menimbulkan suara karena di belakangnya ada Alexa yang terbaring di kasur dan masih dalam keadaan tak sadarkan diri.

Dokter sudah memeriksa Alexa dan mengatakan kalau Alexa akan segera sadar.

Aaron berbalik dan langsung menghampiri Alexa, ia duduk di kursi yang terletak di samping kasur tepat di samping Alexa terbaring. Mata tajam Aaron menatap Alexa dengan tatapan sendu, ia mengangkat tangannya yang terpasang cincin pernikahan di jari manisnya dan langsung menggenggam tangan Alexa yang juga sama mengenakan cincin pernikahan di jari manisnya.

Seketika Aaron sangat merasa bersalah, ia menyalahkan dirinya atas semua apa yang terjadi meski sepenuhnya bukan kesalahannya.

Di sisi lain Alexa masih dalam keadaan tak sadarkan diri namun saat ini ia terjebak di dalam mimpi buruk yang selama ini berusaha ia hindari. Perasaan gelisah dan rasa takut mulai tumbuh hingga keringat mulai bercucuran di kening Alexa.

Raut wajah Alexa mengerut dengan mata yang masih tertutup, terjebak di dalam mimpi membuatnya merasa gelisah dan takut, melihat itu membuat Aaron seketika langsung panik.

"Alexa!" Aaron berpindah duduk ke kasur lebih tepatnya di samping Alexa terbaring dengan raut wajah panik dan khawatir melihat Alexa merasa gelisah. "Al, Alexa!" Aaron terus memanggil manggil nama Alexa sembari menggenggam tangan Alexa dengan erat.

Sementara Alexa yang terjebak di dalam mimpi menyaksikan kembali apa yang terjadi di masa lalunya, yang sudah bertahun tahun berusaha ia lupakan namun kejadian itu kembali muncul di dalam mimpinya. Di dalam mimpinya ia melihat seorang gadis kecil dengan gaun berwarna putih tanpa alas kaki, rambut panjang berwarna orange keemasan yang terurai bebas dan mengenakan kalung kupu kupu berwarna biru yang merupakan dirinya sendiri tengah menyaksikan detik detik kedua orangtuanya tewas mengenaskan di depan matanya. Mereka di tembak menggunakan pistol yang membuat Alexa sampai sekarang merasa takut melihat senjata itu apalagi mendengar suara tembakan.

Aaron [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang