Aaron Moore, merupakan anak tunggal dari keluarga yang paling di hormati, memiliki kekuasaan dan kekayaan yang tiada habisnya. Setelah kematian kakeknya ia menggantikan posisi kakeknya sebagai pemimpin mafia. Aaron adalah dewa kematian bagi para mus...
Botol terputar dan berhenti. ujung botol mengarah ke arah sania dan Semua langsung bertepuk tangan
"Truth or dare"
"Truth"
Dika menatap istrinya, sedangkan Sania menunggu truth yang akan di berikan Alexa.
"Gimana rasanya di jodohin sama Dika?" Tanya Alexa
Alexa tahu kalau Sania dan Dika adalah pasangan yang di jodohkan yang sebelumnya tak saling mengenal sekarang sudah saling mencintai.
Sania tersenyum lalu menatap Dika, "gw seneng bisa kenal sama Dika, meskipun awalnya gw ga setuju dan ga suka nikah sama Dika tapi seiring berjalannya waktu gw akhirnya sadar kalau gw ga bisa kehilangan Dika, banyak hal yang gw pelajari, salah satunya cinta!" Ucap Sania membuat Dika tersentuh, tak hanya Dika yang lain juga ikut merasa tersentuh sembari tersenyum
Prok prok
Alexa bertepuk tangan sembari tersenyum lebar, ia menoleh menatap Aaron yang sedang menatapnya, Alexa mengukir senyum lebar sedangkan Aaron menatap Alexa Dengan tatapan yang sangat dalam.
Semua ikut bertepuk tangan dan bersorak untuk Sania dan Dika.
"Jadi pengen nikah deh!" Ujar Melly
"Tenang aja beb nanti kita nyusul" balas Tian yang peka dengan ucapan Melly
Melly tersenyum malu malu sementara yang lain bersorak.
"Jangan percaya Mel, biasanya cowok cuman ngomong doang" ucap keyzia
"Gak lah, cowok seperti gw mah setia dan sangat langka" Tian tak mau kalah
"Huuu.....!"
Dava yang di samping Tian menabok kepala Tian cukup keras. "Sakit Dav, tega Lo sama gw!" Ucap Tian sembari mengelus elus kepalanya.
"Udah sadar belum?" Tanya Dava
"Belum" jawab Tian
Dava mengangkat tangannya berniat memukul kepala Tian lagi.
"Dava jangan di pukul dong, aku juga ngerasa sakit" ucap Melly menghentikan Dava yang ingin menabok kepala Tian lagi
Sementara Tian tersenyum lebar lalu menatap Dava sembari mengeluarkan lidahnya meledek. Yang lain hanya tertawa dan menggeleng gelengkankan kepalanya melihat tingkah Tian.
"Aku lanjut lagi ya!"
***
Aaron melangkah ke sebuah kamar, ia tak sediri ada Jeff yang menemaninya.
Masih di tempat yang sama, hanya saja keadaannya yang sudah berbeda. Aaron terlihat mengenakan pakaian serba hitam ia juga mengenakan jaket hitam berbeda dari penampilan yang sebelumnya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.