05| Aku Membencimu

10.1K 335 0
                                        

Dear, part ini mengandung unsur dewasa dikit. Buat yang belum cukup umur, boleh skip aja yah, hehe 👉👈

***

Kalau tahu aku dan Andra akan bekerjasama seperti ini demi apapun akan kukubur dalam-dalam perasaanku padanya sejak pertama kali hati ini berlabuh.

Setelah berkeliling kemarin, Andra memintaku menghidangkan beberapa masakan. Ternyata, lelaki itu menyukainya. Karyawan yang lain pun turut mencoba. Masing-masing dari mereka mengatakan kalau masakanku sungguh tiada lawan. Hanya dengan mencium aromanya saja mampu membuat perut mereka meronta minta diisi.

Aku tertawa. Mereka terlalu berlebihan. Apalagi Andra. Menyebut masakanku sebagai Korea versi Indo. Padahal, bumbu yang kugunakan tidaklah berbeda. Hanya kutambahkan beberapa rempah saja supaya rasanya lebih nendang dan memiliki ciri khas.

"Terima kasih, Kak. Selamat menikmati ...."

Hari ini aku resmi bekerjasama dengannya. Pagi-pagi sekali langkahku sudah bergelung di pasar membeli bahan-bahan yang kubutuhkan. Untuk makanan berat, aku membuat lima menu. Ramyeon, Tteokbokki, Memil Guksu, Samgyetang, serta Kongguksu. Sementara untuk desert dan olahan ringan, kubuat cukup banyak, kisaran enam jenis. Bingsu, Injeolmi, Hwajeon, Songpyeon, Gyeongdan, dan Sirutteok. Mayoritas terbuat dari tepung beras dan kacang-kacangan. Kekagumanku pada budaya Korea tidak hanya membuat diri ini mempelajari bahasanya saja. Tetapi juga makanannya.

"Nar, yang kayak bunga warna-warni itu apa sih?"

Aku menoleh pada Oski yang tiba-tiba datang dan mendaratkan tubuhnya di sebelahku. Oski adalah salah satu karyawan Andra di stand kopi. Sudah bekerja cukup lama. Kisaran dua tahun. Sewaktu berkeliling kemarin, Andra memperkenalkannya padaku. Pribadi Oski yang cerewet dan humble membuatnya mudah berbaur dengan orang baru.

"Kayaknya lo kemarin nggak masak itu deh."

Aku tertawa. "Iya. Itu cuma makanan ringan kok. Namanya Songpyeon. Mau coba?"

"Boleh, deh!"

Wajah Oski sangat penasaran dengan menu Songpyeon yang aku buat. Tidak heran, salah satu kue Korea tersebut memiliki tampilan warna-warni. Bentuknya pun lucu seperti bulan sabit. Sehingga, membuat siapapun pasti tergoda hanya dengan melihatnya mejeng di etalase.

Aku cukup menyukai Songpyeon. Selain karena rasanya yang memanjakan lidah, pembuatan kue Korea itu cukup unik, yakni dikukus menggunakan daun pinus lalu di dalamnya diisi pasta kacang supaya semakin nendang. Penggunaan daun pinus pada kue ini supaya Songpyeon memiliki aroma harum. Rasanya enak sekali.

"Gimana? Enak nggak?"

Ekspresi Oski sulit sekali dijabarkan dengan kalimat. Aku takut ia menyesal telah mencicipinya.

"Oski?"

"Bentar, Nar. Gue baru menikmati salah satu nikmat Tuhan yang dateng ke gue. Ya ampuunn, ini enak banget!"

Aku tertawa. Begitulah Oski. Suka sekali bercanda dan melebih-lebihkan sesuatu. "Yang kamu makan itu rasa pandan. Ada lagi yang rasa nanas. Mau lagi?"

"Oskiiiiiii!!!"

Saat Oski akan mengangguk, panggilan salah satu karyawati melengking memasuki indera pendengaran kami. Karyawati itu berjalan tergesa-gesa lalu menarik telinga Oski kuat sekali. Aku sampai meringis melihatnya.

Aduh ....

"Enak banget, ya! Bar lagi rame malah enak-enakan makan sama godain cewek di sini. Hm, rasain nih!"

"Aduh-aduh, iya. Ampuunn! lepas dulu!"

Astaga, telinga Oski sampai memerah bak kepiting rebus. Pasti sakit sekali. Sambil mengusap-usap telinganya, lelaki berkaus abu itu menatapku.

MIHRAB [AKAN TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang