•••
Kini matahari mulai meninggi, terlihat Ashel masih terlelap dalam tidurnya. Seperti ia lelah, sedangkan Adel, ia sedang mengeringkan rambutnya. Ashel yang melihat Adel mondar-mandir, terbangun dari tidurnya. Ia membuka matanya perlahan, Adel yang tahu Ashel bangun pun segera menghampirinya
"Shel kamu udah bangun?" Tanya Adel yang tampak masih menggunakan handuk di kepalanya
"Emhh iya Del, kamu kok bangun cepet banget" ucap Ashel dengan datar, pandangannya samar-samar karena nyawanya belum terkumpul seluruhnya
"Aku ada meeting shel, gapapa ya aku berangkat cepet" sahut Adel
Nyawa Ashel sekarang telah terkumpul seluruhnya. Pandangannya tidak lagi samar-samar, ia melihat kancing baju Adel yang belum di pakai
"Kamu ngapain pake bajunya kaya gitu? Pasti biar di liatin cewe-cewe. Mentang-mentang aku hamil, terus nanti perut aku buncit, udah ga ngerawat diri lagi, terus kamu jalan sama cewe-cewe di kantor kamu kan" ucap Ashel. Wanita itu terlihat mengerucutkan bibirnya.
"Mulutnya bisa di jaga ngga bund. Tadi lupa aku benerin" ucap Adel santai.
"Jangan pundung " ucap Adel
"Ih jangan pundung Aceruu" ucap Adel sekali lagi, namun tidak ada jawaban dari Ashel
"Woi acel jangan pundung" rayu Adel agar istrinya itu luluh. Namun nihil, Ashel tidak kunjung menjawab pertanyaannya.
"Yaudah aku mau berangkat. Awas aja kalo nyuruh aku pulang cepet, aku mau pulang larut malem welee" ucap Adel sambil menjulurkan lidahnya. Ashel yang melihat suaminya bertingkah seperti itu, ia hanya memandang sinis dengan wajah datar. Adel pun keluar dari kamarnya, ia dikagetkan oleh suara wanita yang menyapanya.
"Den Adel, cepet banget. Mau berangkat ya? Tapi saya belum selesai masakin aden" ucap Sumini
"Iya mba, saya ada meeting. Saya sarapan di luar aja, tolong titip Ashel ya mba, jangan biarin dia angkat-angkat, intinya jangan sampe Ashel cape" ucap Adel, Sumini yang mendengar itu langsung mengangguk, dan adel pun pergi meninggalkan apartemennya.
Kini waktu menunjukkan pukul 8.30 pagi. Ashel dari tadi tidak keluar dari kamarnya, ia sedang menonton animeh chainsaw man. Namun tidak lama kemudian, pintu kamarnya berbunyi, pertanda bahwa ada yang mengetuknya.
Tok.. tok.. tokk..
"Non Ashel, permisi non" ucap Sumini
"Masuk aja mba, ga di kunci kok" sahut Ashel
Ceklek..
Pintu kamar Ashel pun terbuka, pandangan Ashel yang dari tadi menatap handphone, sekarang ia memalingkan wajahnya ke arah wanita yang berdiri di samping pintu. Hanya setengah, badannya tidak masuk semua.
"Itu non, temen non Ashel lagi nunggu di ruang tamu" ucap Sumini
"Suruh kesini aja mba" lalu Sumini pun segera beranjak dari ruangan Ashel, tak lama dua orang manusia masuk ke dalam kamar tempat Ashel tidur.
Ya, itu adalah Marsha, ia yang kemarin berjanji akan kembali bermain kr apartemen Ashel, ia menepati janjinya. Namun, jika kemarin ia bersama Christy, sekarang ia bersama dengan Chika. Terlihat kedua wanita itu melompat ke atas kasur milik Ashel, itu membuat Ashel kaget sekaligus senang.
Bagaimana tidak? Ia dari tadi hanya diam dan memandangi telepon genggam miliknya, sedangkan Ashel adalah tipe orang yang tidak bisa berlama-lama diam. Ia harus berbicara, entah itu dengan dirinya sendiri.
KAMU SEDANG MEMBACA
'Hapsari Pride
Genç KurguKecewa? Mungkin. Itu yg di rasakan Ashel, ia belum bisa menerima bahwa keluarga Jinan Hapsari yang menyebabkan ia kehilangan sosok ayahnya:v Adel hanya bisa terdiam. Mulutnya tidak mampu berkata apapun ia melihat Ashel yang sedang stres karena ovt n...
