9

1.5K 203 0
                                        

Windu hanya bisa terdiam, terlalu kaget untuk bicara. 

Sebenernya sudah jadi kebiasaan Tera untuk datang ke apartment Windu karena jarak rumah sakit tempat Tera bekerja, lebih dekat ke apartmentnya, dibanding harus ke rumah orang tua mereka. 

Ya, Tera masih tinggal dengan orang tua mereka karena bisa dibilang dirinya adalah anak "emas" ayahnya, meskipun hubungan Tera dan bapak juga tidak begitu baik, namun bisa dibilang lebih baik dari Windu. Tera juga seorang yang penurut dan malas ribut, jadi sambil menabung untuk membeli rumah masa depannya, dia tinggal dengan orang tuanya, toh dia juga jarang pulang. 

"Uh...halo sorry gue gatau you're having a friend" kata Tera sambil mengakat dan melambaikan tangannya ke arah Karina dan Windu.

Windu akhirnya menarik nafas sambil memejamkan matanya, mau tidak mau dia harus mengenalkan Karina kepada Tera. Tidak masalah memang, toh mereka juga sebenarnya sudah merencanakan akan bertemu dengan Tera. Namun yang Windu kagetkan adalah, kenapa harus bertemu saat Karina ada di apartmentnya? Kalau ini Caca, pasti sudah jadi bahan candaan dan juga godaan seumur hidupnya. Untungnya ini Tera. Tapi tetap saja.

"Ini Karina, temen gue, Rin kenali ini kakak ku yang pertama" 

"Iya halo, aku Tera" Tera tersenyum tipis, Karina bisa melihat wajah lelah dan juga baju scrub khas seorang dokter, sama seperti kakaknya Irene. 

"Halo Kak Tera, aku Karina. Sorry ya ganggu malem-malem, lagi bantu Windu packing soalnya" 

Tera lalu mulai melihat ke sekelilingnya. 

"Lah iya, mau kemana lo? kok ga ngomong ngomong" 

Windu memutar bola matanya malas

"Ya ngapain pamit ke lo, biasanya juga ga pernah. Udah sana bersih-bersih trus tidur istirahat, capek banget muka lo, gue mau lanjut packing." 

"Ya ampun adik ku ini sekarang kenapa jadi songong gini diajarin siapa kamu" Canda Tera dengan nada seperti berbicara dengan anak kecil sambil mencubit pipi Windu.

"Yaudah, Rin, makasih ya udah bantuin anak ini packing. Nice meeting you, semoga kita bisa ketemu lagi ya supaya bisa ngobrol lebih lama!"

"Iya kak sama-sama" Kata Karina sambil tersenyum.

Tera lalu berjalan menuju kamar tamu. 

Windu hanya bisa tersenyum canggung. 

"Sorry ya Rin, kalo ga nyaman, kak Tera emang suka mendadak dateng, soalnya rumah sakitnya deket banget dari sini, dibanding harus pulang kerumah bapak ibu."

"Gapapa kok Win, anggap aja impas karena kamu waktu itu juga tiba-tiba ketemu mba Fany didepan rumah ku hahaha"

Mereka berdua akhirnya tertawa mengingat kejadian saat itu. 

------------

Akhirnya Sabtu sore itu Karina mengantar Windu ke bandara, seperti yang ditawarkan malam kemarin. 

"Thank you banget ya Rin! I owe you, nanti aku bawain oleh oleh yang banyak pasti!" Kata Windu sambil tersenyum lebar dan mengancungkan jempol ke arah Karina

Karina terkekeh, Windu terlihat seperti anak SD yang akan study tour, namun jujur outfitnya hari ini keren, Jaket varsity berwarna hitam dan juga celana joger berwarna sama dengan jaketnya melengkapi penampilannya.

"Santai aja Winduuu, aku perlu anter sampe dalem gak nih?"

"Eh udah gausah kamu pulang aja, nanti kemaleman kamu pulangnya"

"Oke..."

Karina seperti tidak ingin meninggalkan Windu sendirian

Windu tersenyum

AngosturaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang