Lunarios || Arell? who it's

4.5K 109 4
                                    

Diwajibkan vote untuk bisa membaca cerita ini, karena minthor bisa sewaktu-waktu mengunci part atau menghapusnya!!

************************************

Malam hari selesai bekerja, Gerard bergegas keluar hotel untuk menemui seseorang. Seharusnya dia pergi pada siang hari tetapi ayahnya menelfon agar Gerard menjadi wakil perusahaan meninjau pembangunan hotel yang ada di kawasan Saint Louis.

Gerard terlihat buru-buru hingga tidak menyadari jika Dante juga berada di hotelnya. Keduanya fokus pada ponsel masing-masing sehingga pertemuan tidak terjadi.

Dante tetap berjalan ke ruang kerja Gerard tanpa memberitahu kedatangannya pada sekretaris hotel. Sedang Gerard menuju basement. Hal semacam ini sudah menjadi kebiasaan karena mereka tahu siapa saja yang memiliki akses keluar masuk ruangan.

Pintu terbuka tetapi ruangan kosong, meja kerjanya masih berantakan. Dante berpikir jika Gerard sedang berada di luar melihat dari dokumen yang masih berserakan.

Dante menuju meja kerja lalu duduk pada kursi kebesaran. Dibacanya beberapa dokumen yang masih terbuka, hanya berisi kontrak kerja pikir Dante.

"Ck! Bagaimana dokumen penting seperti ini tergeletak dimeja? Dasar pria ceroboh."

Dante mulai mengemasi dokumen mengelompokkan menjadi beberapa. Ada satu dokumen yang membuat Dante mengerutkan kening. Kontrak kerja dengan sebuah perusahaan yang di tandatangani Lunara Jhonstone sebagai investornya.

"Lunara Jhonstone?"

Rasanya Dante pernah mendengar nama itu, tapi ia lupa siapa yang pernah menyebut namanya.

Dante kembali duduk memikirkan nama Lunara Jhonstone. Nama itu tidaklah asing ditelinga.

"Lunara Jhonstone, Lunara Jhonstone.." ucap Dante mencoba menggali ingatannya.

"Ah pasien dirumah sakit ku. Kalau tidak salah dia mengalami gangguan mental. Apa dia sudah sembuh? Ah baguslah."

Setelah mengingat nama Lunara otak Dante kembali teralihkan dengan bingkai foto yang ada dimeja. Foto keluarga Rodriguez tepatnya ketika Gerard masih kecil. Dante sudah sering melihat foto tersebut hanya saja kali ini sedikit berbeda. Foto Gerard kecil mirip sekali dengan keponakan Mey. Bocah kecil yang tadi ia gendong.

Dante mengambil bingkai tersebut, ditatapnya lekat-lekat wajah Gerard kecil.

"Tapi bagaimana mereka bisa semirip itu?" Lirih Dante masih mengamati foto.

"Apa Gerard pernah meniduri saudara Mey? Atau semua hanya kebetulan?"

Lagi-lagi teka-teki membuatnya frustasi, Dante ingin mengungkap hubungan keponakan Mey dengan Gerard. Tapi darimana dia harus memulai. Dante mengeluarkan ponsel dan memotret foto tersebut.

Andai Dante memiliki nomor ponsel Mey, ia akan mengajaknya bertemu malam ini juga. Pria itu bergegas keluar tanpa merapikan kembali dokumen yang masih berceceran.

Didepan pintu Dante berpapasan dengan sekretaris Gerard yang akan masuk.

"Tuan Dante,"

Dante tidak mengatakan satu patah kata, dia langsung pergi.

---

Lunarios club

Gerard datang dengan wajah merah dan penampilan acak-acakan. Dari sudut mata terlihat pria kelelahan efek terlambatnya mengkonsumsi obat terlarang.

"Ada alkohol jenis baru, anda ingin mencobanya?" Tawar bartender kepada Gerard setelah dia duduk.

Kedua matanya masih mencari sosok Luna hingga mengabaikan ucapan orang lain.

Lunarios (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang