Lunarios|| looser

3.6K 109 3
                                    

Diwajibkan vote untuk bisa membaca cerita ini, karena minthor bisa sewaktu-waktu mengunci part atau menghapusnya!!

***********************************

"Tanpa anda bertanya pun saya akan setuju. Bukankah sudah seharusnya Gerard menekam di penjara?"

Daniel hanya diam, dia tidak menyangka Luna akan selantang ini. Mungkin kah luka beberapa tahun itu sangat menyayat? Batin Daniel.

"Saya mengerti, memang sudah seharusnya Gerard bertanggung jawab. Satu lagi pertanyaan saya, apa anda juga jatuh cinta pada Gerard?"

Uhuk...

Luna tersedak salivanya sendiri, mana mungkin Luna menaruh hati pada pria iblis yang sudah menghancurkan masa depannya?

"Maaf tuan Daniel, pertanyaan anda melebar kemana-mana."

"Saya hanya memastikan, suatu saat Gerard akan mendapatkan balasan cinta dari orang yang di sayang."

Luna menaikan satu alisnya, "Maksud anda?"

"Gerard benar-benar tulus mencintai anda Ms. Lunara."

Luna mendesis, baginya itu hanya lelucon. Gerard hanya mencintai tubuh Luna bukan hatinya dan sampai kapan pun Luna tidak akan membalas cintanya. Karena sejak pertama kali Gerard mengambil mahkota berharganya, Luna berjanji akan membuat Gerard menderita bukan untuk jatuh cinta.

"Saya rasa obrolan ini cukup, saya harus kembali istirahat."

"Tentang anak kecil itu, bisa saya bertemu dengannya?"

Luna yang tadi hampir berdiri terpaksa kembali duduk.

"Saya tidak mengizinkan."

Luna kembali ke kamar, berlama-lama disana hanya akan membuatnya semakin emosi.

Daniel menghela nafas kasar melihat punggung Luna kembali ke kamar.

"Sebaiknya kita pergi,"

"Dante, bisakah saya bertemu anak kecil itu?"

"Tapi paman, Luna sudah melarang kita."

"Saya hanya ingin memeluknya, bagaimana pun dia darah daging Gerard."

Dante menghela nafas kasar, mengusap wajahnya pelan.

"Mungkin tidak sekarang, aku akan coba bicara dengan Mey."

"Hmm, atur saja." Daniel menepuk pundak itu dengan pelan seraya pergi dari sana.

Di kamar tamu, London dan Mey berdiri di depan pintu untuk mendengarkan obrolan dari luar sedang Arell sibuk bermain.

"Aku selalu mendukung Luna, tapi baru kali ini action dia benar-benar membuat ku takjub."

Mey mengangkat kedua alis karena tidak mengerti arah pembicaraan London.

"Ini semua karena aku yang mengatakan kebenarannya pada Daniel."

London menoleh tidak percaya, "Seriosly?"

"Ya, saat Luna di rumah sakit Daniel datang ingin menemuinya, tapi aku menolak dengan alasan Luna tidak mau di jenguk siapa pun. Well aku menceritakan pertama kali mereka terjadi konflik."

"What the fuck! Kau mendahului orang yang punya masalah Mey."

"Aku muak London, Luna bergerak lambat. Misi dendamnya membuat Gerard mati ditangannya bukan bertanggung jawab atas perbuatannya."

London menaikan satu alis, "Maksud mu?"

"Pembicaraan aku dan Luna tadi cukup menguras emosi. Luna seolah tidak percaya Gerard akan masuk penjara. Dia selalu berasumsi power yang dimiliki ayahnya akan membuat Gerard bebas dari semua tuduhan."

Lunarios (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang