Lunarios|| ekstra part 21+

16.6K 176 13
                                    

Diwajibkan vote untuk bisa membaca cerita ini, karena minthor bisa sewaktu-waktu mengunci part atau menghapusnya!!

************************************

Luna, Mey dan London kembali ke apartemen. Ketiganya duduk menengadahkan kepala dengan mata terpejam seraya menikmati semirik angin segar.

Huft...

"Perjalanan panjang ini akhirnya berakhir." London bersuara dengan sikap duduk tegaknya.

"Aku pikir semua ini akan sulit mengingat orang yang kita hadapi saat ini adalah Gerard Rodriguez." Mey menjadi orang kedua yang bersuara.

"Hmm aku pun berfikir sama. Tapi lihatlah semua berakhir seperti yang kita harapkan."

"Ah aku terharu." Mey mengulurkan tangan agar keduanya masuk dalam pelukan.

Dalam diam itu mereka menangis bahagia, akhirnya apa yang selama ini menjadi harapan bisa terwujud dengan pengorbanan.

Luna mengorbankan semua hal termasuk anak demi rencana balas dendamnya. Untunglah Daniel Rodriguez tidak menghalanginya menjebloskan Gerard kedalam jeruji besi.

"Hmm orang dewasa kenapa si kalau pelukan tidak pernah mengajak anak kecil."

Arell sudah berdiri di depan pintu masuk, berkacak pinggang menatap ketiga orang dewasa yang sedang berpelukan.

"Kemari sayang."

Arell duduk ditengah diantara Mey dan Luna.

"Bagaimana keadaan ayah, dia pesan apa untuk Arell?"

Luna mencubit gemas hidung mancung itu, "Ayah mu berpesan agar Arell tidak nakal dan menjadi anak penurut."

"Itu si Arell tahu, kapan ayah pulang?"

"Memangnya Arell sudah rindu?" Mey menyeletuk.

Arell mengangguk polos, tak lama Mey merasakan sesuatu di perut. Rasa mual dan ingin muntah bercampur jadi satu. Ia terpaksa berlari kecil menuju kamar mandi untuk memuntahkan semua yang ada di perut.

"Ma, auntie Mey kenapa?"

"Salah makan." Ucap London dengan santai, London memindahkan Arell kedalam pangkuan. "Arell mau hadiah apa dari uncle?"

"Transformers."

"Hanya itu?"

Arell mengangguk, "Baiklah akan uncle kabulkan. Cepat ganti baju nanti kita ke toko mainan."

"Ye ye ye asik, tunggu ya uncle."

Arell berlari kecil masuk kedalam kamar untuk mengganti baju.

Tak lama Mey keluar, wajahnya mendadak pucat sambil memegang perut.

"Makanya kalau makan yang teratur, jadi muntah kan." Celetuk London memperhatikan wajah Mey.

Mey menelantangkan tubuh di atas sofa, tidur diatas pangkuan London.

"Seingat ku, makanan yang masuk perut bukan makanan sembarangan."

"Bukan makanan sembarangan?" London mencubit hidung Mey, "Kemarin kau makan sup babi pedas."

Setelah diingat ingat, London memang benar. Kemarin ia meminta London membawakan sup daging babi dengan tingkat kepedasan mencapai level lima. Mey yang notabennya tidak menyukai pedas tiba-tiba ingin makan sesuatu yang berkuah dan pedas.

"Ah iya, aku baru ingat. Dua hari ini makanan ku tidak sehat."

"Dari ciri-cirinya, bukan kesalahan pada makanan tapi efek hamil muda."

Lunarios (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang