Diwajibkan vote untuk bisa membaca cerita ini, karena minthor bisa sewaktu-waktu mengunci part atau menghapusnya!!
************************************
Hotel...
Luna dan Gerard tiba di basement hotel menggunakan mobil masing-masing. Gerard lebih dulu turun mengetuk jendela mobil milik Luna.
"Kau tidak berniat untuk kabur kan?"
"Cih! Tenang saja tuan Rodriguez, saya bukan pecundang."
'Seperti mu.' Lanjut Luna dalam hati.
Kalimat terakhir hanya sampai di kerongkongan karena Luna masih menahan untuk tidak meledakan bom diawal permainan.
Luna lalu turun, keduanya masuk kedalam hotel melalui pintu rahasia yang biasa digunakan oleh pegawai disana.
Tidak ada obrolan sepanjang lift hingga ke lantai sepuluh, keduanya sama-sama diam.
Ting..
Lift pun terbuka, Luna keluar lebih dulu diikuti Gerard dibelakangnya.
"Aku sudah tidak sabar ingin mencicipi tubuh mu." Ucap Gerard mendahului masuk kedalam kamar.
"Seharusnya aku yang mengatakan demikian," sahut Luna.
Gerard hanya memamerkan senyum misterius dari sudut bibir.
Pria itu mengunci pintu lalu memasukannya kedalam saku. Sedang Luna sudah berdiri di dekat tembok kaca sambil menikmati keindahan kota dimalam hari.
"Are you ready?" Gerard sudah berada dibelakang, berbisik dengan sensual memeluk pinggang dan mengeratkan tangan.
Luna berbalik badan, mengalungkan tangannya ke leher. Kedua netranya menatap kedalam retina cokelat milik Gerard hingga sekian detik.
"Gerard Rodriguez, masih ingatkah anda dengan ku?"
"Siapa yang tidak mengenal germo cantik dengan segudang bisnis lendir terbesar di Paris huh."
"Ternyata semua yang ada pada otak anda hanya tentang selangkangan." Luna tersenyum mencibir.
Gerard mengikis jarak dengan menempelkan wajah, "Simpan energi mu untuk melayani selangkangan ku Maria Lunarios."
"Bagian mana yang ingin ku mainkan lebih dulu huh?"
Gerard menekan bahu Luna untuk berjongkok, dia membuka gesper juga resleting mengeluarkan miliknya yang sudah tegang sejak tadi. Satu tangan menarik kepala Luna mengarahkan ke pusaka miliknya.
Eunghhhh
Milik Gerard melesat masuk kedalam mulut tetapi hanya sesaat karena Luna menariknya kembali. Dia membantu Gerard mengancingkan celana.
"Uhh milik mu sangat nikmat, bagaimana kalau kita bermain disana?" Tunjuk Luna pada ranjang.
Ini yang Gerard mau, wanitanya lebih agresif darinya. Tapi tetap Gerard lah pemain dominan yang tidak suka dibawah tekanan.
Gerard langsung menubruk dengan ciuman panas, untung saja Luna bisa mengimbangi karena dia sudah banyak belajar selama tiga tahun ini.
Ciuman menuntut itu hanya berlangsung sekian detik karena Luna melepasnya disaat gairah sedang membuncah. Jemarinya menempel pada bibir mengartikan untuk berhenti dan menunggu.
Luna mendorong Gerard hingga terlentang diatas ranjang. Setelahnya dia duduk diatas paha, tatapannya sayu seperti memikirkan bagian mana yang akan dijamah pertama kali.
Leher! Pikir Luna karena bagian tersebut sangat sensitif bagi pria. Disana lah titik paling sensitif yang bisa membuat siapa saja kelabakan.
Tok..tok..tok..

KAMU SEDANG MEMBACA
Lunarios (END)
Fantasi🔞 WARNING!! 🔞 area 21+ banyak adegan dewasa, kata-kata kasar bernada umpatan dan adegan BDSM! tolong kebijakan dalam membaca jika belum berusia 21, harap skip atau dosa di tanggung penumpang! 🤪 Lunara adalah seorang anak yang tidak jelas asal us...