Diwajibkan vote untuk bisa membaca cerita ini, karena minthor bisa sewaktu-waktu mengunci part atau menghapusnya!!
************************************
Pelukan terlepas, Gerard mengelap jejak air matanya.
"Ayah jangan khawatir, Arell dan mama akan selalu ada untuk mu."
"Terima kasih sayang." Gerard tidak bisa menahan air mata. Meski berulang kali mengelapnya tetap saja butiran bening menetes dari sudut.
"Mama ayo sini, kita berpelukan."
Luna merasa canggung, bagaimana mungkin ia berada di posisi seperti ini berpelukan dengan pria yang ia benci. Karena Luna tidak kunjung menurut, Arell menuntunnya dan terpaksa Luna berjongkok menyamakan tinggi dengan sang putra.
"Arell sayang kalian."
Cup..
Kecupan kecil dihadiahkan di kedua pipi orang tuanya. Sungguh sekarang Arell merasa menjadi anak paling beruntung di dunia. Bisa memiliki keluarga yang lengkap dan juga menyayanginya.
Giliran Ketty yang memeluk Gerard, dia juga membisikan sesuatu.
"Gerard, momy akan mengusahakan apa pun demi kamu."
"Terima kasih mom."
Untung saja obrolan mereka di dengar oleh Daniel, pria itu juga memeluk sang putra.
"Jika kau ingin mengambil hati Luna dan Arell, tepati janji mu."
Gerard menautkan kedua alis, dia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh ayahnya.
Bunyi lonceng membuat pertemuan mereka terbatasi.
"Waktu sudah habis."
"Sayang jaga diri mu baik-baik, jangan khawatir momy akan menjaga Arell."
Gerard mengangguk, ibunya tidak akan mengkhianatinya tidak seperti sang ayah.
"Arell, kita pulang."
"Iya mama."
"Luna, tetap disini. Kita harus bicara bertiga." Daniel mencegah yang membuat Ketty menautkan alisnya.
"Daniel kenapa----?"
"Ketty kau tunggu di mobil."
Ketty menghela nafas kasar, dia menuntun sang cucu keluar.
"Tunggu."
Luna bersuara ketika yang lain akan keluar,
"Arell akan tetap bersama Mey."
Ucapan Luna membuat Gerard tersinggung, dia mengeratkan rahang ingin memprotes tetapi langsung di balas tatapan oleh Luna.
"Mey orang yang bisa ku percaya untuk saat ini."
"Ck! Jadi kau----!"
"Tuan Daniel tapi waktu sudah habis."
"Sepuluh menit." Daniel mencoba bernegosiasi dengan penjaga.
"Baik. Yang lain bisa menunggu di luar. Silahkan."
Untuk urusan negosiasi Daniel lah pemenangnya. Tidak ada satu pun yang bisa menolak ketika Daniel sudah turun tangan.
"Duduk."
Daniel dan Luna duduk bersebelahan sedang Gerard di kursi yang berbeda.
"Lusa kau akan mulai di periksa."
"Setelah ini aku mau bebas!"
Brak! Luna menggebrak meja yang membuat Gerard dan Daniel sedikit terkejut.

KAMU SEDANG MEMBACA
Lunarios (END)
Fantasy🔞 WARNING!! 🔞 area 21+ banyak adegan dewasa, kata-kata kasar bernada umpatan dan adegan BDSM! tolong kebijakan dalam membaca jika belum berusia 21, harap skip atau dosa di tanggung penumpang! 🤪 Lunara adalah seorang anak yang tidak jelas asal us...