n : sorry banget bahasanya suka berubah² sesuai mood. Enjoy the story aja yaa ✋ kalo ada typo comment yaa guys, sowwryyy.
"Mas! Mas inget gak sih kalo kita itu nikah bukan karena kemauan sendiri! Kita itu dijodohin mas! Mas gak usah terlalu berharap lebih sama aku."
Perasaan bersalah tiba tiba saja muncul didalam hati kecilku. Entah karena memang aku mulai mencintai mas Meda, suamiku, atau hanya perasaan bersalah karena melukai hatinya?
"Oh iya. . .maaf Mas lupa." Pria 27 tahun itu langsung pergi ke dapur. Sedangkan aku beralih fokus pada televisi yang tengah menayangkan drama Korea favoritku.
Entah sudah berapa lama aku berada di ruang tv sambil menonton drama yang telah lewat 3 episode, mas Meda tiba tiba datang dengan membawa beberapa piring berisi makanan.
"Makan dulu, abis ini saya mau pergi." Ucapannya terdengar dingin dan mas Meda tak lagi menyebut dirinya 'mas'.
"Mas dari tadi masak?" Tanyaku bingung karena tak mendengar apapun dari dapur.
"Iya" *glek* gila ini cowok! serem banget.
Setelah makan tanpa bicara apapun, mas Meda pergi tanpa berpamitan lagi denganku. Apa aku terlalu kasar ya tadi? Ah sial kalo begini aku jadi gak enak sama mas Meda. Mana aku tinggal dirumahnya lagi! Apa aku cari kos kosan aja ya?
Aku pun merapikan piring bekas makan, dan mencucinya kemudian membuka ponselku untuk mulai mencari kos kosan dengan harga terjangkau terdekat dari kampus.
Tak berselang lama, aku telah menemukan tempat kos yang tepat. "Rose house" Sebuah tempat kos yang menyediakan fasilitas lengkap dengan harga terjangkau, ini pilihan tepat! Aku buru buru mengklik tombol sewa dan mentransfer uang muka detik itu juga. Dengan sisa uangku, aku akan membuka usahaku sendiri. Harus bisa!
Satu jam kemudian, aku sudah selesai mempacking barang bawaanku yang memang belum semuanya aku sempat tata disana. Mas Meda belum juga pulang, akhirnya aku pun meninggalkan sepucuk surat padahal bisa saja aku mengirim pesan lewat WhatsApp atau bahkan menelponnya.
Selamat tinggal, Mas. Maksudnya, apartemen.
Aku memanggil taksi online untuk memudahkan pindahan ku, selama dijalan, aku memikirkan bagaimana cara menghadapi mas Meda setelah tau aku kabur dari apartemen tanpa seizinnya.
Tentu saja aku juga memikirkan bagaimana perasaan orang tua kami kalau tau jika sebenarnya kami tidak tinggal satu atap lagi. Ibu pasti akan sangat marah atau bahkan bisa mencoret namaku di kartu keluarga.
Kurang lebih 15 menit, aku telah sampai di Rose house. Aku sangat mengagumi bangunan kos kosan tersebut, apa benar dengan harga sewa segitu aku bisa mendapatkan ini semua?
Aku pun keluar dari mobil setelah membayar dan pak supir membantuku mengeluarkan barang barang bawaanku. Tetapi ketika aku baru sampai di gerbang rumah tersebut, aku mendapati kerumunan orang yang berdatangan karena suara keributan dari dalam rumah kos tersebut.
Apa yang terjadi di dalam? Aku pun bertanya kepada seorang wanita paruh baya yang tengah menggendong anaknya. "Permisi Bu, maaf ini ada apa ya?" Ibu ibu tersebut tampak memperhatikan barang bawaanku. "Neng, mau sewa ya?" Kemudian ibu ibu tersebut berbicara lagi, "Saya gak tau kejadiannya bagaimana, tapi tiba tiba ada laki laki yang datang nyari si anak pemilik kosan ini trus pas ketemu, mereka langsung ribut. Katanya sih, si Andre ini deketin adiknya si laki laki yang datang."
Mataku membulat ketika mendengar sebuah nama yang tak asing ditelinga, "Andre?" , "Iya, nama anak pemilik kosan disini namanya Andre." Aku pun berterimakasih pada ibu ibu tersebut yang telah membagi informasi kepadaku. Kupikir karena itu bukan urusanku, aku langsung menginjak kan kaki ke dalam gerbang.
Tiba tiba semua perhatian tertuju padaku ketika suara seorang laki laki menyebut namaku, "Welcome to Rose house, Tamara." Ucap salah satu laki laki yang sedang berkelahi, yang ternyata adalah Andre dan yang satunya... MAS MEDA?!
Mas Meda menatapku tak percaya. Tanpa basa basi mas Meda langsung menghampiri ku dan menarik tangan dan koperku keluar gerbang lagi.
"Tamara, masuk mobil." Nada suara mas Meda seperti seekor singa yang sedang marah. Lantas aku pun menuruti perintahnya. "Mas kamu ngapain sih?! Kamu ngapain ribut sama Andre?" Mas Meda tak menghiraukan pertanyaan ku dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Mas berhenti!!! Aku takut, kalo kecelakaan gimana?! Hiks. . . Mas please..." Aku menutup mataku karena pemandangan ini sungguh menakutkan! Perlahan kurasa mas Meda telah menurunkan kecepatannya dan mobilnya pun berhenti dipinggir jalan yang cukup sepi.
Aku mengatur nafasku, berusaha mencerna semuanya. Aku tak mampu menatap wajah penuh amarah mas Meda yang baru kali ini kulihat. "Tamara" panggil mas Meda yang membuatku merasa merinding. "Tamara liat mas" pria itu melembutkan suaranya, aku pun menoleh, kulihat wajah memarnya serta noda darah di bajunya.
"Mas ngelakuin ini karena aku? Kenapa mas? Andre gak deketin aku kok! Aku sama Andre juga baru ketemu tadi! Kenapa mas bertindak sejauh ini?" Aku menunduk, badanku masih gemetaran.
"Kenapa pindah?" Tanya mas Meda tanpa membalas pertanyaan ku terlebih dahulu.
Voment for appreciate ✨
Kalau ada saran/masukan bisa di kolom komentar atau DM aja yaa!
see u in d next part
Enjoy~

KAMU SEDANG MEMBACA
my perfect 'Mas'
RomantikTerpaksa menikahi seseorang yang tidak dicintainya demi bisa melanjutkan pendidikan ke Jakarta, Tamara yang terkenal keras kepala tak mampu bekutik dikala dalam waktu semalam, dirinya sudah berstatus menjadi istri seseorang. Suaminya, Kameda Husein...