🍂🍂🍂
Aku harus segara bebas, batin Taehyung. Wanita itu menunggu cahayaku dan aku tidak mau membiarkannya terlalu lama di dalam kegelapan.
Taehyung harus melakukan perbuatan baik selama di lapas agar masa hukumannya dikurangi. Pria itu berusaha sekeras mungkin sampai tak memedulikan dirinya sendiri, termasuk kesehatannya. Ia rela menjadi sukarelawan untuk bersih-bersih lantai serta toilet, bahkan Taehyung pun turut membantu petugas memperbaiki tangki air, pipa, maupun septic tank. Pria itu juga mulai bekerja kasar, seperti mengurug tanah, mengangkat batako, dan sebagainya. Intinya, semuanya dilakukan agar ia bisa bebas lebih cepat.
Teman satu sel yang lumayan dekat dengan Taehyung sampai keheranan melihat tingkah Taehyung. Pria itu melihat Taehyung yang duduk bersandar dengan keringat mengucur. Taehyung sedang kepanasan dan kelelahan.
"Hyung?"
"Kau melakukan semuanya. Cintamu bertepuk sebelah tangan Van, kau berharap apa padanya?" Pria itu meletakkan botol berisi air mineral di dekat kaki Taehyung. Ia suka dengan ketulusan hati Taehyung. "Aku minta pada sipir. Minumlah."
Taehyung meminum air mineral itu. Ia menatap air dalam botol yang tersisa setengah. Taehyung kembali teringat momen di mana ia bertemu Haerin untuk pertama kalinya setelah mereka beranjak dewasa. Taehyung masih ingat ia meletakkan botol air mineralnya di belakang Haerin yang muntah-muntah.
"Ini bukan tentang cinta bertepuk sebelah tangan, Hyung. Tapi tentang gagal atau tidaknya pengorbananku." Iya, Taehyung tak mau larut dalam perasaannya. Ia lebih mementingkan misinya melebihi apa pun.
"Aih, kau ini romantis sekali."
Taehyung kembali mengangkat beberapa batako di punggungnya. Ada proyek pembangunan pos jaga baru. Taehyung sedang menjadi sukarelawan bersama beberapa tahanan lainnya. Di sana Taehyung tak pakai alas kaki. Ia berjalan dengan beban berat melewati conblock berdebu.
Tiba-tiba saja jalan Taehyung dihalangi oleh beberapa tahanan yang tidak menjadi sukarelawan. Para tahanan yang menghadangnya bisa dibilang adalah tahanan senior. Mereka selalu menggertak tahanan yang terjerat kasus pelecehan. Mereka sengaja melakukannya agar tahanan kasus pelecehan seksual jera dengan perbuatannya.
Saat Taehyung dipenjara karena kasus penikaman Ong Yoongi, mereka tak menganggu Taehyung. Namun, setelah Taehyung menjadi pelaku kasus pelecehan seksual dan pemerkosaan, mereka mulai sentimen. Mereka memperlakukan Taehyung dengan sangat buruk, seolah menjadikan penjara itu seperti neraka.
Taehyung meletakkan batako yang diangkatnya. Ia menepuk-nepuk tangannya yang kotor oleh pasir.
"Van...." Salah satu dari mereka merangkul Taehyung dan melihat tato Taehyung. "Vianca?"
Taehyung tidak mau melawan, karena ia harus berbuat baik selama di lapas. Padahal Taehyung muak juga diperlakukan seperti itu terus menerus.
BUGH. Tanpa ada alasan yang jelas, tiba-tiba sebuah tinjuan melayang ke perut Taehyung. "Bisa-bisanya mentato nama wanita yang diperkosa di tubuh sendiri. Seobsesi itukah dirimu padanya?"
Mereka menjambak rambut Taehyung, lalu menonjok pipi Taehyung dengan keras hingga Taehyung menubruk dinding. "Kulihat kau mulai menjadi sukarelawan. Mau meringankan masa hukuman ya?"
DUAK.
Teman satu sel Taehyung adalah tahanan baru, ia juga tak bisa melawan geng itu. Diam-diam ia pergi untuk melapor pada sipir.
"YAK!" Mereka meneriaki telinga Taehyung dengan keras.
Hantaman menyakitkan kembali didapatkan Taehyung di bagian pangkal pahanya. Taehyung langsung meringkuk dan meringis sakit. Kekerasan itu berada di tahap yang ekstrem.
KAMU SEDANG MEMBACA
VANTABLACK [M]
Fiksyen Peminat[Mafia Story] Son Haerin menyimpan sesuatu di dalam otaknya hingga menjadi obsesi gila para mafia, termasuk suaminya sendiri yang bernama Antonio Sir Jeon. Ketika sedang terjebak dalam fase terhitam dari yang paling hitam dalam hidupnya, Son Haerin...
![VANTABLACK [M]](https://img.wattpad.com/cover/334120415-64-k947095.jpg)