Note : ada 1 recommend to listen untuk part ini : Sabrina Claudio - Orion's Belt
🍂🍂🍂
Jimin merasa bersalah dengan kekacauan yang dibuatnya semalam. Untungnya kejadian itu hanya disaksikan oleh orang dewasa. Jimin tak bisa membayangkan kalau putrinya sampai melihat kekacauan itu dan berdampak pada mentalnya. Hari ini Jimin memutuskan untuk libur sehari sampai ia mampu mengontrol dirinya lagi.
Tok. Tok. Tok.
Suara ketuk pintu terdengar pelan. Jimin mempersilakan Taehyung masuk.
"Silakan duduk, Mr. Van." Posisi Jimin sudah duduk di kursi kerjanya, sedang memantik korek gas untuk menyalakan rokoknya.
"Sepertinya ada hal yang penting yang ingin Tuan Son sampaikan hingga berbicara di ruangan ini."
"Ya." Jimin tertawa kecil supaya suasananya tak menegang.
"Semalam aku mabuk total. Ada beberapa hal yang kuingat, seperti memaksa Haerin, menodongkan pistol, dan menciummu." Jimin mengisap rokoknya kuat-kuat, lalu dihembuskan secara perlahan. "Tapi, ada beberapa hal yang tak kuingat, Mr. Van. Aku sudah melihat dari CCTV. Namun, CCTV itu tak merekam audio. Aku takut mengatakan sesuatu yang harusnya tak kukatakan."
Sebelumnya Taehyung sudah mengecek CCTV yang terpasang di setiap sudut kediaman Jimin. Taehyung hapal jenisnya. Ia tahu kalau CCTV yang terpasang dikediaman Jimin adalah tipe yang bisa merekam audio sekaligus video. Jadi, dia ingin menjebakku? tanya Taehyung dalam hati.
Ya, ini adalah jebakan Jimin untuk menilai kesetiaan Taehyung padanya. Karena sebelumnya ada beberapa kasus yang sama seperti ini. Jika Jimin tidak waspada, Taehyung bisa mempermainkan atau mengancamnya. Sebenarnya Jimin tahu apa saja yang diucapkannya saat mabuk. Atau mungkin... Jimin mengingat semuanya. Namun Jimin pura-pura bodoh agar ia bisa memanipulasi Taehyung. Jimin pikir Taehyung tidak sepandai itu.
"Kau menyebut kartel bernama YUGIBA." Taehyung harus jujur dan tak boleh menutupi apa pun.
Jimin mengangguk.
"Properti bodong yang dikelola Ong Yoongi memiliki kaitan dengan YUGIBA. Lahan itu dibeli secara illegal. Pembangunan hanya berjalan sekitar 20%, sisanya ditanami bibit ganja yang didapat dari YUGIBA." Taehyung mengembuskan napasnya. "Kau mengatakannya sepotong-sepotong Tuan Son."
"Lalu, apalagi?"
"Kau membunuh YUGIBA sesuai perintah Senor Antonio. Kau juga mengatakan tentang peristiwa di kilang minyak Kinder Hugo." Taehyung langsung menatap Jimin. "Hwan Doha lalu, siapa lagi. Intinya ada beberapa nama yang kau sebutkan. SOOKA dan VEM. Lalu, tentang data yang dicuri dari kilang minyak itu memuat nama Kyo Misung."
Taehyung juga pura-pura tidak tahu. Padahal, Taehyung lah dalang utama dari pencurian data mengenai kilang minyak Kinder Hugo. Kalau seperti ini, Taehyung jelas lebih berbahaya dari siapa pun. Penyamaran dan tindakannya sebagai velociprator patut diapresiasi. Taehyung berhasil maju satu langkah tanpa terlihat.
"Apa kau bisa bungkam untuk apa pun yang kau dengar dariku?"
"Tentu, Tuan Son."
Taehyung melirik jari jemari Jimin yang mengetuk meja. Tatapannya pun menuju ke arah bungkus rokok yang yang tak tertutup. Isinya utuh. Jimin hanya mengambil satu rokok di bagian ujung kanan. Dari sini, Taehyung bisa melihat kejanggalan.
Sebagian besar perokok selalu mengambil bagian tengah dari rokok terlebih dahulu. Atau, mungkin bagian ujung kiri karena akan menariknya dengan tangan kanan. Jarang-jarang ada yang langsung mengambil bagian ujung sebelah kanan. Lagipula, Jimin biasanya menawarkan rokok sebelum berbincang.
KAMU SEDANG MEMBACA
VANTABLACK [M]
Fanfiction[Mafia Story] Son Haerin menyimpan sesuatu di dalam otaknya hingga menjadi obsesi gila para mafia, termasuk suaminya sendiri yang bernama Antonio Sir Jeon. Ketika sedang terjebak dalam fase terhitam dari yang paling hitam dalam hidupnya, Son Haerin...
![VANTABLACK [M]](https://img.wattpad.com/cover/334120415-64-k947095.jpg)