Note : Ada 1 recommend to listen untuk part ini : Massive Attack - Heat Miser
🚫🚫🚫
Sebentar lagi musim salju dan udara sangat dingin. Walaupun begitu, bagi Jungkook, sinar matahari pagi sudah cukup menghangatkannya. Pria itu berdiri di balkon kamarnya, mengenakan kemeja satin tipis favoritnya, dan celana panjang hitam berbahan sutra. Jungkook memandang ke arah laut, mengisap cerutunya, sembari menempelkan ponsel di telinganya. Pemandangan di depannya sangat indah, termasuk motor yatch mewah yang baru saja dibelinya dari Austria.
Yohan menelepon Jungkook pagi-pagi dan menganggu tidurnya. Agak kesal, namun Jungkook harus berbaik hati pada Yohan untuk mengorek masalah yang ditinggalkan Yeosam. Jungkook yakin Yohan tahu tentang rencana-rencana yang dipikirkan Yeosam. Karena aneh saja, Yeosam tiba-tiba memanggil Yohan untuk mendampingi Jungkook.
"Aku dengar kau meminta pengosongan jadwal untuk honeymoon." Yohan berbicara di telepon. "Bukankah harusnya rencana honeymoon itu tak ada? Kau datang ke pulau itu karena teror kematian kuda andalusiamu? Kau di sana untuk menghindari teror lainnya, Antonio."
Jungkook mendengarkannya.
Yohan bicara lagi. "Ini adalah pertama kalinya kau meninggalkan bisnis demi hal yang tak berguna. Dengar, honeymoon hanya menghabiskan waktu."
Iya, Jungkook memang belum menjawab apa pun sejak mengangkat telepon itu.
"Aku tahu objek itu adalah istrimu." Yohan memang menganggap Haerin adalah sebuah objek karena Haerin adalah objek percobaan Son Jaekim. "Tapi, ingatlah. Kau menikahi objekmu karena tujuan tertentu. Kau menikahinya untuk membuat hidupnya makin menghitam agar pola perilaku itu bisa muncul, Antonio."
Masih belum ada respons. Jungkook membiarkan Yohan berbicara terlebih dahulu.
"Jangan sampai jatuh hati pada objek itu."
Jungkook mengembuskan asap cerutunya. "Bagiku dia bukan hanya sekedar objek." Jungkook pun mengisap cerutunya lagi. "La mujer es pastora de ovejas. Dia yang menarik tali kekang domba-dombanya." Maksud Jungkook tali kekang mereka semua. (Wanita itu adalah pengembala domba)
Pengandaian Jungkook benar. Data yang mereka cari ada di otak Haerin. Secara tak langsung, Haerin mengetahui segalanya tentang mereka. Meski, Haerin tidak menyadarinya, namun wanita itu menyimpan rahasia paling hitam dari yang terhitam.
"Tak perlu mengingatkanku tentang apa yang harus kulakukan, Macario." Jungkook menatap ujung cerutunya yang terbakar. "Aku datang ke sini bukan untuk melarikan diri. Tapi untuk memancing bajingan yang membunuh kuda kesayanganku."
"Maksudmu?"
"Yok Namjoon datang semalam untuk berjudi," ujar Jungkook.
"Dia masih di sana?"
"Mungkin pulang setelah sarapan. Atau, lebih siang lagi." Jungkook tersenyum. "Katanya dia akan dijemput helikopternya sendiri."
"Jangan kemana pun. Tetap di resort dan tetap dalam penjagaan ketat. Dia liciknya minta ampun."
Jungkook menggeleng. "Hari ini cuaca sangat cerah. Aku berniat jalan-jalan."
"ANTONIO!" bentak Yohan.
Asap cerutu itu menutupi pandangannya, Jungkook memejamkan matanya sejenak. "Aku mempercayaimu, karena kau ayahku. Apa pun yang terjadi, jangan pernah biarkan Vianca-ku dimiliki siapa pun, kecuali... V⸺"
KAMU SEDANG MEMBACA
VANTABLACK [M]
Fanfic[Mafia Story] Son Haerin menyimpan sesuatu di dalam otaknya hingga menjadi obsesi gila para mafia, termasuk suaminya sendiri yang bernama Antonio Sir Jeon. Ketika sedang terjebak dalam fase terhitam dari yang paling hitam dalam hidupnya, Son Haerin...
![VANTABLACK [M]](https://img.wattpad.com/cover/334120415-64-k947095.jpg)