Note : Hai beb
Wihii 🤸♀️
Sebelum hiatus, aku mau menghadiahkan kalian dg part ini :") semoga suka part ini
Ada 1 recommend to listen buat part ini : Paris Jackson - Scorpio Rising
.
.
.
🍂🍂🍂
Dokter sudah menangani luka di tubuh Haerin. Wanita itu sudah sadar, terbaring lemas di ranjang ruang gawat darurat sembari memandang kosong ke depan. Taehyung sejak tadi menunggu di luar ruangan. Pria itu tak tega melihat kondisi Haerin jadi Taehyung tetap menjaga jaraknya. Namun, Taehyung terus menjaga dan mengawasi sang wanita dari jauh. Taehyung berkali-kali melongok ke dalam ruangan dan melihat Haerin sedang termenung. Pikiran Haerin suntuk, begitu juga dengan dirinya.
Jimin baru saja mengabari Taehyung bahwa terjadi masalah di kilang minyaknya. Jimin harus pergi ke kilang minyak itu dan meminta Taehyung menjaga Haerin. Taehyung tidak bisa menghubungi Yoan maupun si pembuat tato. Tak ada kabar dan Taehyung mencemaskan kondisi anggota-anggotanya. Taehyung sudah mengirim ajudannya untuk pergi untuk melihat para VEM.
Pria itu duduk di kursi tunggu yang ditempatkan di lorong rumah sakit. Taehyung juga menatap kosong ke depan, mengabaikan orang-orang yang lewat di depannya.
"Tuan Van Taehyung?" panggil seorang perawat.
Taehyung berdiri. "Iya?"
"Nyonya Son Haerin memanggilmu."
Sebelum masuk, Taehyung mengambil napasnya panjang. Ia masuk ke ruang gawat darurat yang ramai pasien. Taehyung menggunakan adabnya, ia membungkuk hormat pada Haerin kemudian duduk di samping wanita itu.
Sang wanita menatap Taehyung dengan lekat. "Jimin belum memberi kabar lagi?"
"Belum, Senora."
"Aku takut terjadi sesuatu padanya." Haerin mengusap lehernya yang merah karena jeratan gesper. Aku tahu dia bermain kotor dan menjadi mafia yang menjijikkan. Tapi, Bora bergantung padanya."
Haerin seakan tahu bahwa Taehyung datang untuk memenangkan sesuatu. Cahaya yang dibawa Taehyung memang memiliki tujuannya sendiri. Dan, wanita itu berusaha memberi 'kode' pada Taehyung agar tidak menghukum Jimin sekarang-sekarang ini. Haerin tak bisa menjaga Bora. Jadi, Bora... memang hanya bisa bergantung pada Jimin. Sekotor dan sejahat apa pun Jimin, pria itu adalah ayah terbaik untuk putri kecilnya.
Mendengar itu, Taehyung langsung menatap Haerin lumayan lama. Ada satu hal yang dipikirkannya, namun ia tak mau bertanya lebih jauh.
"Aku tak mau kehilangan Bora seperti aku kehilangan Vanthia," lanjut Haerin.
"Tuan Son sudah bercerita tentang kejadian yang menimpa Vanthia."
Kenangan kelam itu terungkit kembali. Haerin tak bisa menghindari tetesan air matanya di saat renungannya menghitam. Wanita itu teringat bagaimana dirinya berlari menuju ladang rumput yang luas. Hujan turun dengan deras. Haerin tersandung, terjatuh, hingga lututnya berdarah. Namun, ia memaksa dirinya untuk berlari menuju garis polisi yang menegak sempurna.
.
.
.
Flashback On
Haerin dan Jungkook menuju ke tempat di mana jasad Vanthia ditemukan. Sudah hampir satu bulan putrinya diculik. Jungkook sudah mengirim uang tebusan pada pelaku, namun pelaku masih merasa kurang. Kini Haerin hanya bisa merasakan getir di ujung lidahnya. Harapannya pupus begitu putrinya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa dan mengenaskan.
KAMU SEDANG MEMBACA
VANTABLACK [M]
Hayran Kurgu[Mafia Story] Son Haerin menyimpan sesuatu di dalam otaknya hingga menjadi obsesi gila para mafia, termasuk suaminya sendiri yang bernama Antonio Sir Jeon. Ketika sedang terjebak dalam fase terhitam dari yang paling hitam dalam hidupnya, Son Haerin...
![VANTABLACK [M]](https://img.wattpad.com/cover/334120415-64-k947095.jpg)