Ini cerita tentang dua remaja yang saling berbeda perasaan. Yang satu menjatuhkan hatinya kepada sosok laki-laki pujaannya dan yang satu menutup hatinya rapat-rapat.
Tentang Bianca dan Aksara. Siswa SMA Dharmawangsa yang sama-sama memiliki tingkat...
"Kamu itu kayak matahari. Susah di gapai." Bianca Larissa
"Udah tau digapai kenapa masih aja?" Aksara Lakeswara
"Ya, kan, dapetin kamu sama halnya kayak astronot. Harus penuh perjuangan." Bianca Larissa
"Tapi nggak ada satupun Astronot yang menggapai matahari. Menyentuh pun enggak." Aksara Lakeswara
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
04. Kamu suka aku, nggak?
Bianca berdecak kagum di depan cermin kamarnya. Buset-buset! Cewek secantik Bianca masa nggak ada yang mau, sih? cantik udah, mandiri udah alias mandi sendiri, nyalinya gede, rajin ibadah ya so pasti. Terus apalagi yang kurang?
"Gue kayakya kurang gatel deh makanya jomblo terus. Coba aja kalau gue gatel, semua cowok bisa gue taklukin. Cowok orang, suami orang, bisa gue rebut,"
"Astaghfirullah, Bianca." Bianca menepuk mulutnya. "Jahat banget niat lo, Bi. Tapi gue dari dulu pengennya dapet om-om, sih. Yaa, nggak mulu-mulu. Paling, ya minimal kasih gue civic turbo, satu milyar perbulan aja udah cukup bikin gue senang. Mau dia selingkuh kek, ya silakan." Lalu, Bianca menyengir di depan kaca.
"Enak juga, ya, jadi cewek matre. Tapi ya beda lagi kalau misal yang gue matrein itu Mahmud. Bukannya dikasih duit malah dikasih bunga setiap saat." Ucapnya.
Bianca mengucir rambutnya lau menggerainya lagi. "Bagus dikuncir apa digerai?"
Setelah ia memikirkan untuk digerai apa dikuncir, akhirnya ia metuskan untuk menguncir rambutnya dan menghias rambutnya dengan bando biru kesayangannya. Tak lupa ia memoles bibirnya dengan lipstik berwarna pink natural serta ombre warna merah.
Sekali ia menpuk wajahnya, tersenyum sa gat manis.puas dengan wajahnya yang sangat cantik. "Oke, cantik! Lets go!"
Tapi sebelum itu, ia memasukkan beberapa permen susu cap sapi ke dalam tasnya. Permen susu itu tak pernah absen di dalam kamarnya. Selalu menyimpan satu toples dikala habis. Ia juga suka mengoleksi buku-buku lucu seperti notebook dan juga boneka dino. Yaa meskipun jiwa Bianca ini awur-awuran. Tapi ketika di rumah Bianca sangat menjadi gurly.
Saat ia hendak keluar kamar, ia terkejut saat Bundanya masuk ke dalam kamarnya. "Astaga, Bunda, bikin Bianca jantungan aja pagi-pagi,"
"Siap dong, Bun. Walaupun Bianca kalau sekolah nggak pernah dapat nilai bagus tapi Bianca selalu semangat buat berangkat!"
Ibundanya tersenyum dan mengusap kepala Bianca dengan lembut. Pandangan matanya turun ke arah rok Bianca yang suah pendek. "Kamu nggak mau ganti rok, nak? Bunda beliin, ya?"