Hello girls! Selamat malam, pagi, siang, sore semuanyaah! Buat kamu yang baca cerita ini.
Apa kabar kalian?
Puasanya lancar?
Yuk absen dulu sini para nurlela aku darimana aja nihh?
Aku dari Lampung, ada yang sama?
Buat part ini jangan lupa baca bismillah dulu siapa tau ada bagian yang bikin kalian emosi. Yang nonis, berdoa dulu agar kesabarannya ditebalkan setebal dompet Aksara.
Udah siaap?
Lets gooww!
14. Kenapa harus di sini?
"Katanya di kelas sebelah ada anak baru?" Jericho berucap mengalihkan pandangan Gilang dan Joshua.
"Siapa? Cewek apa cowok?" Tanya Gilang gercep.
"Cewek." Jawab Jericho.
"Woaaahh!" Gilang berbinar dan bersemangat. Kalau urusan cewek mah serahin semuanya kepada Gilang. Semangat 45 nya akan berkobar.
"Kenapa nggak masuk ke kelas kita aja? Dijamin bakal bahagia aman sentosa di tangan aa' Gilang!" Ucapnya.
"Idih, lambemu! Yang ada makan hati setiap hari kalo kamu kasih kepastian."
"Nggak usah ngarep deh, lo!" Jericho meraup gilang. "Kalo murid barunya cewek, buat gue. Kemaruk lo semua lo embat!"
Gilang berdecak. "Ya, kan gue lagi seleksi,"
"Seleksi-seleksi, mata lo itu seleksi. Mana ada seleksi dari jaman kelas sepuluh? Kagak kelar-kelar tuh seleksi perasaan." Ucap Jericho kesal.
Gilang tertawa garing. "Sebelum gue menikah, gue harus menyeleksi setiap perempuan yang gue temuin, Jer. Gue gak mau salah pilih bini,"
"Yang ada bini lo salah pilih suami!" Jawab Jericho.
"Sa." Jericho memanggil Aksara.
"Hm?" Jawab Aksara tanpa mengalihkan pandangannya dari ponselnya.
Jericho menarik kursi yang ia duduki untuk mendekat ke arah Aksara. "Lo gapapa, kan? Semalem lo diapain bokap lo?"
"Aman. Seperti yang lo omongin sebelum lo pulang." Jawab Aksara.
Jericho bernapas dengan lega. "Syukurlah kalo lo gak kenapa-kenapa. Semalem gue udah ketar-ketir duluan waktu Papa lo masuk apalagi waktu Papa lo ngusir kita,"
Gilang mengangguk. "Disitu nyawa gue berasa gue serahin ke Papa lo, Sa."
Aksara menaruh ponselnya. "Gak usah lebay. Kalo dia bentak lo, lawan aja."
"Gila aja lo, Sa. Kualat gue yang ada ngelawan orangtua." Jawab Jericho.
Aksara meresponnya hanya dengan tawa kecilnya. Tak tahu saja jika dirinya sering membentak Papanya.
"Lo semalam habis dapet ceramah apa Sa dari bokap lo?" Tanya Jericho. Gilang dan Joshua sketip fokus menunggu jawaban Aksara.
Aksara memikirkan jawaban yang harus ia katakan. Tak semua permasalahannya harus ia ucapkan 'kan? Apalagi semalam Papanya marah dengannya hanya karena seorang perempuan saja.
Sebentar, Aksara tahu jawabannya. Apa perempuan yang dimaksud Papanya semalam adalah Bianca? Namun, darimana Papanya tahu jika di sekolahan Bianca terus mendekatinya sehingga beberapa orang mungkin mengiranya Bianca dan dirinya dekat? Siapa yang lapor ke Papanya? Atau Papanya punya mata-mata di sini? Atau justru waktu Aksara menghantar Bianca pulang, Papanya tak sengaja melihatnya di jalan?
KAMU SEDANG MEMBACA
Hello, Aksara!
Fiksi RemajaIni cerita tentang dua remaja yang saling berbeda perasaan. Yang satu menjatuhkan hatinya kepada sosok laki-laki pujaannya dan yang satu menutup hatinya rapat-rapat. Tentang Bianca dan Aksara. Siswa SMA Dharmawangsa yang sama-sama memiliki tingkat...
