06.00

1.2K 102 2
                                        

HAPPY READING💗

" Ada jenis manusia yang apabila menyakiti orang lain hatinnya begitu enteng, akan tetapi ketika dirinya merasakan hal yang sama, dia bersikap seolah dia tidak pantas di sakiti. "
Gus Zean_

" Perbaiki ibadahmu bukan perbaiki kulitmu. Ingat di alam kubur nanti malaikat gak nanya,
"Pakai skincare apa?".
Stella_

" Ini semua gara-gara lo ya, " ucap Maura menunjuk Airin

" Kok Gue sih? " ucap  Airin tak terima

" Emang bener. Faktannya gara-gara Lo yang lambat kita di hukum kan, mana di depan Mesjid gini lagi kan gak elit," ucap Maura

" Yaudah iya maaf Gue salah, maafkan  sahabatmu yang telat ini ya bestod, " ucap Airin

" Hmm, "

Ketika Maura dan Airin   adu bac**, Nabilla justru hanya Diam dan sesekali melirik kearah mereka.

" Baru kali ini Gue di hukum kaya gini, " batin Nabilla

Flasback On

" Ck, buruan napa elah. Bentar lagu adzan subuh bege, " ucap Maura sambul ngegas, bukan kenapa-napa masalahnya sebentar lagi bel pesantren bakal berbunyi. Kalau mereka telat bisa-bisa di jemur dah tuh di tengah lapangan

" Sabar napa, kitab Gue gak ada ini. Bantu cariin dong bukan marah-marah gak jelas, " Airin

" Gak. " tolak Loren

" Gue duluan ya, " ucap Nabilla mengendong tas nya

" Gak solid banget sih Lo ? "teriak Stella

" Habisnya si Airin lambat kaya siput, "

" Sabar napa elah, nah akhirnya kitab Gue ketemu, " ucap Airin bahagia karena kitabnya sudah ketemu yang ternyata berada di bawah meja

" Tapi lo telat bege, " ucap Maura

" Maksudnya? "tanya Airin bingung

" Noh, Ustadzah Rifa udah di depan pintu asrama, " ucap Maura

Mereka pun melirik kearah pintu dan bommm, di sana sudah ada ustadzah Rifa yang sedang berdiri sambil membawa rotan yang biasa di pakai untuk mengeprak pintu yang di kunci bila membangunkan santriwati.

Flasback of.

" Sampai kapan sih kita di jemur kaya begini, " tanya Loren

"Sabar 15 menit lagi, " ucap Nabilla

" Sabar sih sabar tapi, gak kaya gini juga Bil. Nih liat kulit Gue mulai menghitam, apa kata dunia nanti kalau seorang Loren yang cantik ini jadi hitam, "

" Warna kulit gak jadi jaminan masuk surga kok Ren, " ucap Nabilla

" Bener tuh. Mending sekarang kita perbaiki Ibadah kita deh dari pada terus memperbaiki warna kulit, lagian lo pada tahu kan nanti di alam kubur malaikat gak bakal nanya pake skincare apa Mbak kok kulitnya cerah merona haha, " timbal Stella dengan sedikit mengejek Loren, gadis si ratu skincare

" Yaiyasih tapikan, "

" Tapikan apa hayo? "potong Airin

" Tau ah, " ucap Loren

" Yah ngambek, " kompak Nabilla, Airin, Maura dan Stella.

Malam hari setelah Nabilla dan antek-anteknya di hukum, Maura si manusia paling suka ngegas kalau ngomong tiba-tiba cosplay jadi seorang penyanyi dengan mix ala kala kadarnya yaitu, botol bekas minyak wangi.

" Hoo.. Mau nya aku marah eh aku bingung sendiri, "

" Baru mau ngomong eh langsung di tinggal pergi, " lanjut  Loren

" Nyindir Ustadz Zahfan Ren? "tanya Nabilla dengan mada mengejek,Dia jadi tiba-tiba mengingat kelakuan sahabatnya itu yang suka banget caper depan Ustadzah Zahfan tapi gak di respon

" Mondar mandir bingung sendiri mau ngapain, " lanjut Loren tak memperdulikan ledekan dari Nabilla

" Ampun gusti ampuni hambamu ini, " kompak Loren dan Maura

" Bila ada uang Abang di sayang, " lanjut Airin sambil mengeluarkan uang dua ratus ribu dari dalam sarung bantal

" Bila tak ada jatah kopi pun hilang, " Airin kembali memasukan uangnya kedalam sarung bantal

" Lama-lama kalau begini rontok hatiku, " lanjut Stella yang tiba-tiba merebut botol minyak wangi dari tangan Maura

" Bisa talak tilu talak tilu, " kompak Maura, Stella dan Loren

" Kali-kali ikut gak papa kali ya? " batin Nabilla, Dia sedikit tertarik dengan kerandoman sahabatnnya itu yang tiba-tiba nyanyi.

" Alalatum jahe jahe aca-aca
nehinehi, " teriak Maura

" Aduh biyung inyung ora sudi, " lanjut Stella

" Bila sipatmu terus begitu, pulang saja kau pulang kerumah orang tuamu, " konser dadakan Maura pun masih berlanjut sampai mereka merasa ngantuk.

•••

Di ruang tamu ndalem, Saat ini Gus Zean sedang bersantai sambil menonton acara televisi setelah tadi pagi mengajar di asrama putra.

Ketika mendengar suara kaki berjalan, Gus Zean pun berbalik dan menemukan Adiknya yang sedang turun tangga tapi, seperti ada yang berbeda dengan Adiknya.

Setelah sampai di dekat nya, Gus Zean pun bertanya kepada Ning Zahra perihal Wajahnya yang kelihatan pucat.

" Kamu kenapa sih Dek? " tanya Gus Zean ketika melihat wajah adik kesayangan nya pucat

Ning Zahra pun melirik kearah Abangnya dan berkata sambil tersenyum " Gak apa-apa Bang, "

" Jangan bohong. Wajah kamu pucat, mana mungkin kamu gak apa-apa, "

" Zahra cuman kecapean, semalaman bergadang gara-gara belajar hehe, "

" Belajar kan bisa kapan lagi Dek, gak baik ah keseringan bergadang," nasihat Gus Zean

" Iya bang, Gak bakal lagi dah Zahra gadang.  Kemarin mah gara-gara materinnya susah jadi ya gitu hehe, "

" Man Jadda Wajadda. Semoga hasilnya memuaskannya, kalau kamu berhasil mertahanin prestasinya Abang kasih hadiah deh, "

" Beneran Bang? " tanya Ning Zahra dengan mata berbinar

" Iya, apa sih yang engga buat princess nya Abang, " ucap Gus Zean sambil mencubit pipi adik kesayangannya itu

" Syukron Abang, "

" Naam. "

To be continued.

Takdirku Bersamamu [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang