Lisa dan kawan-kawan sedang berada di dalam satu cafe untuk merayakan kemenangan di susul dengan Jennie di sebelahnya.
Berbeda bukan..jika anak chaerleders merayakan kemenangan mereka akan sibuk dengan diri sendiri berfoto dan lain sebagainya tapi jika timn basket mereka tetap memprioritaskan pasangan hampir semua anak basket membawa kekasih.
Jennie sedari tadi hanya fokus mengelus tangan besar Lisa dan sesekali mendengar perbincangan antara Lisa dan pak Oka .
" Kalo tadi rekaman juga di handle sama mereka. Udah lah li... kita gak bisa ngebela diri". Pak Oka berujar dengan meminum jus
" Gak di tegur pun bikin emosi pak". Pak Oka terkekeh
" Chaerleders juara satu kan?". Jennie menatap sang guru dan mengangguk
" Bapak kira anak siapa yang hilang pake baju balap pink gini". Ledek pak Oka karena melihat tingkah lucu Jennie mengunakan jeket pink
" Ihh bapak". Lisa melirik Jennie dengan kekehan baru sadar dia kalo Jennie gemesin kalo berponi plus penampilan nya begini
" Yaudah bapak kesana dulu... kalian have fun ok". Jenlisa mengangguk bersamaan
Lisa fokus dengan minumannya sedangkan Jennie masih menatap sang kekasih yang terlihat diam
" Kamu masih emosi?". Jennie menggenggam tangan Lisa yang menganggur di meja
" Engga kok". Senyum Lisa manis
" Cuman rada kesel aja dikit ". Sambil membuat gerakan kecil dari kedua jarinya telunjuk dan jempolnya
" Peluk aku sini biar capeknya hilang ". Lisa terkekeh dan masuk kedalam pelukan kecil Jennie
' uhmm capek banget ya pasti kamu". Lisa terkekeh dan mengganguk
Lisa hanya pasrah sebenarnya jika ada yang mengejek perubahan sifatnya ini
" Makasih ya udah mau nyempetin buat nonton...aku kira kamu masih istirahat". Jennie menggeleng cepat sambil mengelus rambut Lisa
" Kamu kan pacar aku .. jadi udah wajib gak sih buat aku semangati kamu .. lagian rasa capeknya ganti sama keteduhan hehe". Lisa melepaskan pelukan mereka lalu beralih mencubit gemas pipi gembul Jennie
" Kamu cantik banget sih sayang". Lisa diam menatap wajah Jennie yang benar-benar indah
" Kamu juga .". Saut Jennie membuat Lisa menaiki kedua alisnya
" Aku cantik juga gitu?".
" Kamu ganteng banget sih sayang". Lisa sudah memerah bisa bisanya Jennie mengulang kalimat nya
" Salting ya kamu haha". Lisa membuang pandangannya kearah kiri saat Jennie berucap demikian
" Kamu Sih... udah gemasin cantik lagi '. Jennie yang salting kali ini
" Oh ya Sayang...aku mau ke party malam ini...". Lisa tau maksud party dimana lagi kalo bukan Janji yang kepseknya ucapkan
" Kamu mau ikut?". Jennie menggangukkan kepalanya mantap
" Kamu juga ikutan ya". Lisa terkekeh dan mengganggukan kepalanya juga
" Kata sahabat aku .kamu itu gak pernah gabung ke acara tambahan kayak begitu.. kenapa sih? Padahal kan seru berbagi cerita, berbagi keluh, bisa have fun sama teman-teman, bisa lepasin beban ". Jennie berujar dengan sedikit mendongak ke atas membayangkan party malam ini
" Cantik banget ". Lisa bergumam dengan takjub menatap wajah Jennie yang masih tersenyum
" Party malam ini bakal jadi party paling indah deh kayaknya". Jennie menautkan alisnya bingung
" Kanapa bisa?". Lisa menarik Jennie untuk di rangkul
" Karena ada kamu .". Jennie mencubit perut Lisa yang hanya terlapisi Jersey basket
" Aduh sakit hehe". Lisa terkekeh dengan mengelus pelan perutnya
" Kita foto dulu hon... kemarin kan gak foto bareng aku". Lisa hanya mengangguk saja mengikuti kemauan sang kekasih yang sudah mengeluarkan handphonenya
" Selca aja ". Lisa mengangkat handphonenya dari sisi kiri sama seperti Jennie dari sisi kanan sungguh kocak kedua ini haha
" Apaan gitu ihh". Celah Jennie tak mau
" Bagus tau jadi kayak orang gak kenal hehe". Jennie hanya melotot saja mendengar ucapan ceplos Lisa yang sekarang malah menyengir
" Yaudah yok senyum". Lisa bersiap dengan merangkul bahu sang kekasih sambil menampakkan senyuman terbaiknya
Jennie mendengus sebal melihat tingkah usil Lisa, dengan menghembuskan nafas Jennie mulai mengatur kembali ekspresi wajahnya dan kini mereka sama sama tersenyum dengan bahagia.
Lisa mempererat rangkulannya dan Jennie semakin mendekat kan wajah sehingga pipi keduanya menempel terlihat imut.
"Selesai". Jennie melihat wajah Lisa saat handphone sudah di letakkan kembali di atas meja, Jennie tersenyum manis dengan mengusap lembut pipi tegas sang kekasih
Lisa tersenyum manis melihat bagaimana Jennie menatapnya penuh hangat, mereka berdua sangat beruntung memiliki satu sama lain ..
di hancurkan dengan perasaan kecewa dari orang tua dan kini mendapatkan kebahagiaan dari orang yang tak terduga..
Tbc
🔏🔏🔏🔏🔏🔏
KAMU SEDANG MEMBACA
anak sekolah
Randomjennie yang super bandel plus manja bertemu dengan ketua OSIS yang paling kalem dan gak banyak tingkah... siapa yang bakal tertarik duluan? ceritanya ini lokal ya .... semoga sukaaa👍
