•HOME SICKNESS•
•MISSED YOU•
"Hiks... Ibu.. Hao mau peluk..."
Hanbin tiba-tiba terbangun dan melihat Zhang Hao mengigau sembari menangis. Ia langsung menggoyangkan bahu Zhang Hao untuk segera bangun.
"Hao... Bangun..."
"Hao..."
"Hao!!"
Zhang Hao akhirnya membuka matanya dan dirinya tiba-tiba menangis. Hanbin semakin panik dan berakhir malah dirinya memeluk Zhang Hao karena bingung harus melakukan apa.
"Ada apa?" tanya Hanbin lembut.
"Kepalaku pusing sekali," keluh Zhang Hao.
"Jangan nangis biar gak pusing."
"Tapi pusing," keluh Zhang Hao dan Hanbin mengangguk.
"Makanya jangan nangis kalau gak mau tambah pusing. Diam ya?" pinta Hanbin dan Zhang Hao mengangguk pasrah.
"Gak usah kuliah dulu hari ini. Kan jadwalnya lengang, gak usah kerja juga. Izin buat istirahat total hari ini." Hanbin memberikan wejangan dan Zhang Hao hanya mengangguk.
"Ok. Sekarang aku mau ambil sarapan, nanti langsung dimakan ya sarapannya. Habiskan lalu minum obat lagi." Hanbin lalu pergi ke pintu depan berharap sarapan sudah ada di depan pintu.
"Untungnya saja sudah diantar," gumam Hanbin lalu segera membawa masuk sarapannya dan Zhang Hao.
"Ini. Dihabiskan pokoknya," kata Hanbin sembari membantu Zhang Hao membukakan kotak makan plastik tersebut.
"Ini ada jus delima. Habiskan ya! Kalau mau kamu minum punyaku juga," kata Hanbin dan Zhang Hao menggeleng.
"Itu kan punyamu. Kamu minum biar sehat," kata Zhang Hao mulai sarapan.
Di sana, para penghuni dormitory selalu diberikan makanan sehat. Khusus untuk sarapan, mereka tiap hari akan menerima susu. Namun di saat hari Rabu atau Kamis, mereka akan mendapatkan jus buah atau sayur. Di musim tertentu seperti musim dingin ini juga mereka mendapatkan jus 3 kali seminggu.
Jus yang diberikan juga jus asli dan buah yang digunakan seringnya adalah buah lokal yang sedang musim. Atau buah dengan kandungan vitamin C tinggi untuk menunjang performa para mahasiswa dan mahasiswi.
Setelah sarapan, Hanbin segera mandi dan berangkat kuliah. Ia tentu tak lupa pamit dengan Zhang Hao.
"Hao, aku kuliah ya! Nanti aku izinkan," kata Hanbin dan Zhang Hao hanya berdehem. Dirinya kembali merasa mengantuk karena sudah minum obat dan obatnya mulai memberikan efek samping.
...
"Loh, Hao ke mana?" tanya Gyuvin.
"Dia sakit. Demam," kata Hanbin dan Gyuvin mengangguk begitupun Yujin.
"Semoga cepat sembuh ya!" kata Yujin berharap dan mereka semua mengangguk setuju.
...
"Ya ampun, bosen banget...." keluh Zhang Hao. Ia sebenarnya ingin menelfon orangtuanya tapi ia sedang sakit, di dahinya tertempel kompres handuk hangat.
"Nanti ibu khawatir sama aku," gumam Zhang Hao.
Dan tak lama setelah dirinya bergumam seperti itu. Sang ibu menelpon. Zhang Hao langsung memasukkan kompres di dahinya ke dalam baskom dan memasukkan baskom tersebut ke kolong.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOME SICKNESS | BINHAO/HAOBIN [END]
Fanfiction"They're curing each other from home sickness with their presence to each other." Warn! BXB Fanfic *Update tiap akhir pekan (bisa Jumat, Sabtu atau Minggu) Zhang Hao memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan meninggalkan tanah kelahirannya de...
![HOME SICKNESS | BINHAO/HAOBIN [END]](https://img.wattpad.com/cover/337575007-64-k506055.jpg)