•HOME SICKNESS•
•THESIS Pt 2•
"Kamu ini sedang jadi peneliti atau jadi pelawak? Eksperimen macam apa ini?! Ganti!"
"Baik Sunbae."
"Hanbin... Aku pulang..." Zhang Hao langsung masuk ke dalam tanpa mendengarkan balasan dari Hanbin. Sejenak ia menyadari bahwa ia sendirian di rumah.
"Hanbin???" panggil Zhang Hao sembari tangannya merogoh saku celana untuk mengambil ponsel. Dan ternyata Hanbin sudah izin padanya kalau ia akan pulang malam karena diajak makan malam oleh pengawas laboratorium tempat Hanbin melakukan penelitian untuk skripsinya.
"Apa aku bilang ke pengawas aja ya?? Pendampingku di lab galak banget..." Zhang Hao mulai menangis dalam diam. Ia hingga sesenggukan karena baru pertama kali dalam hidupnya dirinya disamakan dengan seseorang yang bertingkah konyol saat bekerja yakni pelawak.
Padahal semasa dirinya bersekolah. Yang ia dengar hanyalah pujian betapa pandainya ia dan betapa beruntungnya orangtuanya memiliki dirinya sebagai anak. Semua ucapan yang ia terima tak pernah sekalipun membuatnya merasa bahwa dirinya tidak sepandai itu.
Penyebab tangisnya adalah ketika dirinya menyerahkan hasil laporan eksperimen untuk skripsinya ke pendamping laboratorium. Sang pendamping memarahinya karena desain eksperimen miliknya terlalu mengada-ada.
(*Desain eksperimen itu secara simpelnya adalah penjelasan singkat tentang bagaimana seorang peneliti melakukan penelitian hingga menemukan hasilnya. Misalnya: Zhang Hao ingin meneliti tentang berapa banyak sebuah pohon jeruk di kebunnya menghasilkan buah jeruk yang manis. Maka desain eksperimen Zhang Hao bisa berupa, Zhang Hao akan mengunjungi kebunnya saat masa panen dan secara acak mengambil 10 buah jeruk dari 10 pohon sebagai sampel dari ribuan buah jeruk dan 100 pohon jeruk. Zhang Hao lalu membandingkan hasilnya dengan tahun kemarin untuk menentukan apakah ada masalah di kebunnya atau tidak. Kurang lebih seperti itu)
Zhang Hao terpaksa harus mengulangi eksperimennya yang sudah ia lakukan selama kurang lebih 2 minggu kebelakang ini. Dan dirinya harus mengulangi dari awal menggunakan saran sang pendamping laboratorium. Mengingat sang pendamping lab juga punya pengaruh atas kelulusannya dengan skripsinya.
Zhang Hao pun akhirnya berhenti menangis setelah menangis cukup lama. Ia berhenti karena dirinya merasa kelaparan. Ia lupa tidak makan siang tadi, demi mengejar waktu untuk konsultasi dengan sang pendamping laboratorium.
Ia mengira sang pendamping akan memberikan persetujuan sehingga dirinya bisa mulai mengerjakan skripsinya. Namun ternyata dirinya malah dicaci karena kesalahannya. Jujur hatinya terluka karena sang pendamping mencacinya. Seakan sang pendamping tak menghargai berapa banyak malam dirinya kurang tidur hanya untuk menghimpun bacaan demi eksperimennya.
"Huh... Sudahlah... Aku gak belajar dulu malam ini. Aku... Masih sakit hati," gumam Zhang Hao lalu menyimpan tasnya di kamar sedangkan dirinya bukannya langsung makan malah memilih makan snack sembari menonton tv.
...
"Terima kasih Sunbae atas makan malamnya." Hanbin memberikan salam serta hormat pada sang pendamping laboratorium sebelum dirinya pergi.
"Iya. Hati-hati ya!"
Hanbin mengiyakan lalu pergi meninggalkan tempat makan. Hanbin di jalan niatnya ingin membelikan Zhang Hao makan. Namun bingung, haruskah ia membelinya atau tidak. Takutnya Zhang Hao sudah makan malam.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOME SICKNESS | BINHAO/HAOBIN [END]
Fanfic"They're curing each other from home sickness with their presence to each other." Warn! BXB Fanfic *Update tiap akhir pekan (bisa Jumat, Sabtu atau Minggu) Zhang Hao memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan meninggalkan tanah kelahirannya de...
![HOME SICKNESS | BINHAO/HAOBIN [END]](https://img.wattpad.com/cover/337575007-64-k506055.jpg)