•HOME SICKNESS•
•GARDENING•
"Pagi Hao," kata Hanbin di sebelahnya menyambut. Dengan senyum indah dan menawannya, menyegarkan mata Zhang Hao yang baru bangun tidur.
"Pagi," gumam Zhang Hao kembali menelusupkan kepalanya ke dada Hanbin.
"Udah musim semi loh sekarang." Hanbin menoleh ke jendela, tampak pepohonan yang awalnya gundul karena musim gugur dan musim dingin. Sekarang pepohonan tersebut mulai memunculkan dedaunannya lagi.
"Iyakah? Pantas saja rasanya sejuk," balas Zhang Hao lalu perlahan duduk di kasur diikuti Hanbin.
"Iya benar," kata Hanbin lagi sembari tersenyum. Ia menyukai musim semi saat ini karena dengan begitu potensinya untuk jatuh sakit karena bekerja bisa berkurang.
"Kamu suka musim semi?" tanya Hanbin dan Zhang Hao mengangguk.
"Dengan itu aku bisa beraktivitas tanpa kedinginan."
"Kalau musim dingin itu nyaman sekali saat aku tidak sibuk," tambah Zhang Hao dan Hanbin mengangguk mengerti.
"Karena sudah musim semi. Kurasa aku bisa menjalankan rencanaku," kata Hanbin pelan. Namun Zhang Hao yang pada dasarnya menempel pada Hanbin, ikut mendengar apa yang Hanbin katakan.
"Rencana apa?" tanya Zhang Hao bingung sekaligus penasaran. Ia bingung akankah dirinya ketinggalan sesuatu.
"Berkebun... Aku kan kapan hari lalu izin kamu pakai ruangan cuci buat kebun hidroponik."
"Sekarang sudah musim semi jadi udah pas buat berkebun," kata Hanbin menjawab. Zhang Hao mengangguk mengerti. Ia kira dirinya ketinggalan sesuatu.
"Kita belanja alat-alatnya yuk! Aku gak sabar buat berkebun," kata Hanbin antusias.
"Emang kamu tahu belinya dimana?" tanya Zhang Hao.
"Instalasi pipanya beli di toko bangunan, lampu UV nanti beli di toko perkakas elektronik terus bibit dan pupuknya beli di toko perlengkapan pertanian," kata Hanbin menjawab dengan santai. Ia sudah menyiapkan semuanya di dalam kepalanya.
"Ya sudah kalau kamu udah tahu tujuanmu. Aku siap-siap dulu tapi," kata Zhang Hao pergi mandi dan Hanbin mengambil sarapan mereka yang mungkin sudah ada di depan.
Sembari menunggu Zhang Hao selesai mandi. Ia melihat kembali ruangan untuk calon kebunnya tersebut.
Di ruangan seluas kurang lebih 8 m² tersebut, terdapat sebuah jendela kotak kecil di ujung ruangan. Lalu ada semacam lubang untuk membuang air bekas cucian. Selain itu juga terdapat instalasi air yang sepertinya saluran pembuangan dan instalasi air bersumber dari kamar mandi.
Ruangan tersebut satu-satunya ruangan yang hanya menggunakan plesteran. Tanpa dicat ataupun dipasangi keramik.
"Lumayan nih ya kayaknya kalau dipakai buat berkebun di sini." Hanbin mulai membayangkan apa saja yang akan ia tanam, cara menyusun instalasinya agar muat banyak dan aktivitas menyenangkan seperti panen bersama dengan Zhang Hao.
"Loh, ini sarapannya kok gak dimakan?" tanya Zhang Hao bingung.
"Apa gak enak ya?" tanya Zhang Hao membuka kotak makannya dan ia mencium baunya. Tidak ada yang aneh, ia mencicipinya juga tapi sama. Tidak ada yang aneh dan mencurigakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
HOME SICKNESS | BINHAO/HAOBIN [END]
Fanfiction"They're curing each other from home sickness with their presence to each other." Warn! BXB Fanfic *Update tiap akhir pekan (bisa Jumat, Sabtu atau Minggu) Zhang Hao memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan meninggalkan tanah kelahirannya de...
![HOME SICKNESS | BINHAO/HAOBIN [END]](https://img.wattpad.com/cover/337575007-64-k506055.jpg)