PART 8 | COMFY SNOW

641 56 20
                                        

•HOME SICKNESS•

COMFY SNOW

Pagi hari akhirnya telah tiba. Terasa angin dingin di musim dingin bertiup menembus celah kaca jendela. Hal itu membangunkan Zhang Hao dari tidurnya karena merasa kakinya dingin.

"Hanbin..." Zhang Hao berusaha melepaskan pelukan mereka namun sulit karena Hanbin memeluknya erat.

"Jangan dilepas Hao," gumam Hanbin mengeratkan pelukannya.

"Aku gak bisa nafas..." keluh Zhang Hao dan Hanbin langsung melepaskannya.

"Selimutnya kamu ambil semua," kata Zhang Hao merajuk sembari menyeret kain tebal yang hampir seluruhnya membalut Hanbin.

"Gimana? Udah mendingan?" tanya Hanbin. Zhang Hao mengangguk lucu.

"Makasih Hanbin buat pelukannya." Zhang Hao berkata sembari tersenyum manis.

"Hao."

"Apa?" tanya Zhang Hao. Dan tiba-tiba Hanbin sudah merangkak di atasnya. Zhang Hao menelan ludahnya susah payah. Ia bingung kenapa semuanya terasa tiba-tiba.

"Hao. Kamu pernah ciuman gak?" tanya Hanbin dan Zhang Hao menggeleng.

"Aku jadi first kiss kamu? Boleh gak?" tanya Hanbin dan Zhang Hao bukannya menjawab malah menutup matanya.

Hanbin tersenyum lalu mendekatkan wajahnya. Bibir mereka akhirnya saling bertemu. Bibir mereka hanya diam, tak bergerak. Dan Zhang Hao yang gemas dominannya hanya diam akhirnya mulai bergerak.

Mereka berciuman cukup lama, masih sangat amatir namun mereka tak peduli. Yang mereka perduli kan hanyalah mereka saat ini tak ingin kehilangan momen sedikitpun. Setelahnya mereka saling melepaskan dengan nafas yang terengah. Mereka sepertinya sempat lupa cara bernafas tadi.

"Jadi... Hubungan kita apa?" tanya Zhang Hao dengan wajah yang sudah memerah padam. Suhu tubuhnya panas dingin menunggu jawaban dari Hanbin.

"Pacaran. Kamu punyaku sekarang. Hao punya Hanbin," kata Hanbin menegaskan lalu mencuri kecupan di bibir mungil Zhang Hao. Dan mereka akhirnya tertawa bersama dengan pipi juga telinga yang memerah.

"Hao, kamu serius mau kita pacaran? Kita sama-sama cowok loh," tanya Hanbin masih tidak percaya hubungannya dan Zhang Hao sekarang telah berubah menjadi 'pacar'. Ia juga tadi tidak benar-benar berniat 'menembak' Zhang Hao menjadi pacar.

"Ya sebenarnya selama ini aku selalu berpikir apa aku suka perempuan? Atau aku suka keduanya? Atau aku suka hanya laki-laki? Atau sebenarnya aku cuma suka Hanbin tapi sebenarnya aku suka perempuan."

"Aku pikirkan itu berbulan-bulan lamanya. Dan aku merasa, sejak dulu aku selalu terpesona dengan orang tampan. Dan saat dekat dengan Hanbin, aku jadi semakin aneh. Aku juga mengagumi bukan hanya wajah pria yang tampan tapi tubuh mereka. Aku suka melihat tubuh pria yang bagus."

"Meskipun aku juga sedang akan punya. Tapi aku sangat suka sekali melihat mereka, apalagi tahu kalau ini. Kamu juga punya tubuh seperti yang aku bayangkan," kata Zhang Hao sembari menyentuh dada Hanbin yang terasa padat dan bidang.

"Kamu juga baik dan perhatian. Aku merasa seperti punya saudara. Apa yang kamu lakukan selalu terasa hangat dan penuh kasih sayang." Zhang Hao bercerita mengenai berbagai alasan dirinya mau dengan Hanbin, mulai dari keelokan paras dan sifat Hanbin yang membuatnya jatuh hati.

"Maaf mungkin aku mesum dan aneh sekali di matamu," kata Zhang Hao memalingkan wajahnya dari wajah Hanbin dan Hanbin malah mencium pipi Zhang Hao.

"Hao, I love you so bad."

HOME SICKNESS | BINHAO/HAOBIN [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang