Setelah pulang potstud semuanya berganti pakaian kembali dan menyusuri mall untuk membeli beberapa cemilan.
Sakura dan Ino berlari, keduanya bersemangat membeli ice cream yang disukainya. Sementara yang lainnya menyebar di area food court.
"guys, nanti kumpul di kfc ya. Makan disana aja" Shikamaru setengah teriak, mengingatkan.
Shikamaru dan Shino sengaja memesankan makanan terlebih dahulu, karena sesuai dugaan antrian yang akan panjang. Tidak lebih dari 10 menit, semuanya menghampiri kfc. Banyak mata memandang, mungkin karena datang bergerombol. Petugas mempersilahkan mereka duduk bagi pelanggan yang sudah memesan. Mereka memilih duduk di outdoor karena para lelaki menyukai rokok.
Ino, Sakura, Tenten dan Hinata membantu Shikamaru dan Shino membawa nampan berisi ayam. Mereka mondar mandir karena pesanan makanan yang tak sedikit.
"waaaaah ayam goreng" Ucap Naruto menunjukkan wajahnya yang kelaparan.
"hey jangan dulu dimakan! Kita cheers dulu dong hehe" Cegah Ino.
Sai mengamankan dokumentasi dengan ponselnya. Mereka bersulang dan berteriak seakan menghilangkan beban.
"choji, gimana bar lo?" Shikamaru buka suara sambil menguliti paha ayam.
"aman..rame selalu shik"
" keren bro, menurut penglihatan gue lo bakal jadi pengusaha sukses sih" Naruto memotong pembicaraan. Semuanya mendoakan.
"florist lo, no? Apa lo bakal stay disitu?"
"hm...untuk sekarang iya shik, gue masih nabung buat bikin florist sendiri. Bukan dari usaha nyokap maksudnya"
"gue salut, lo udah berusaha keras"
"makasih shika sayang. Terus lo sendiri gimana kedepannya?"
"arggh anjir geli gue dipanggil sayang. Gue udah setuju jadi admin kampus, asdos pak asuma juga. Terus ambil beasiswa S2 di kampus"
"otak lu masih mampu mikir ya shik? Anjir gue kayanya udah kalap deh" Ucap Kiba bergidik. Ia melanjutkan,
"sas, lo juga ambil S2 kan? Dimana?"
"hn, di konoha juga ambil bisnis"
"elit banget hidup orang ya salaaam"
"kiba juga abis lulus harus elit hidupnya" Hinata menenangkan. Kiba hanya mengangguk dan tersenyum, dan bertanya balik
"terus hinata mau jadi apa kalo udah lulus?"
"mau buka toko kue, kaya ibu"
Kiba tepuk tangan, memberikan kedua jempolnya. Menyetujui ide dari Hinata.
"kue nya terenak sejagat raya, cocok tuh"
Hinata tersenyum dan menyendok nasi ke mulut. Hinata menoleh pada Neji,
"ka neji udah ada rencana?"
"ada beberapa opsi, kayanya ambil kedokteran"
"kuliah lagi? Kedokteran kan lama"
"hn, orangtua gue yang pingin"
Hinata menduduk dan mengerti. Lee melihat Neji yang tampak acuh, namun ia paham bahwa Neji tak seperti itu. Ia mengalihkan pembicaraan,
"tenten lo jadi kah nerusin toko bokap?"
"hn, apa ya namanya pokonya bokap gue punya bisnis toko senjata gitu. Legal ya guys, karena ini yang beli nya pun bukan semabarangan"
"wah cocok kalo mau jadi mafia"
"mafia apa bangsat? Ama kecoa aja lu kabur" Cela Shino pada Lee. Lee membalikan pertanyaan,
