Dari segala masalahku,
Hanya satu tanyaku Tuhan.
Satu saja yang masih bersarang
Satu dekade yang tak kunjung usai
Mengapa Engkau menjatuhkan hatiku sejatuh jatuhmya
Bila tidak Engkau takdirkan aku untuk bersamanya?
Rasa sakit ini terlalu dalam Tuhan
Pun sudah terlalu lama bersarang
Aku bosan dengan rasa sakit yang sama
Bahkan sudah berbagai cara kucoba
Termasuk berdoa kepadaMu
Tetapi mengapa malah rasanya justru makin dalam
Mengapa rasanya justru semakin sakit
Apa rencanamu terhadapku, Tuhan?
~~~~~
Jakarta,
Mei '23
KAMU SEDANG MEMBACA
Diksi
PoesíaPuisi tidak pernah selesai, sebab rasa tidak pernah usai. Percayalah, kelengkapan dari puisi ini ialah bagaimana kamu merasa bahwa kamu ada di dalamnya, maka kamu dan puisi ialah kelengkapan.
