Bangunan rumah Haechan sudah nampak terlihat, setelah membayar ongkos taksi tanpa menunggu Haechan langsung berlari masuk ke dalam gedung apartemen ibunya. Haechan benar-benar memacu langkah kakinya secepat mungkin.
Brak
"EOMMAAA" Teriak Haechan keras, namun ia tertegun dengan apa yang ada di hadapannya. Ibunya sedang duduk dengan seorang laki-laki paruh baya, dan nampaknya tidak ada kondisi darurat dari ibunya.
"Haechanie, kemari sayang" panggil ibunya yang membuat Haechan sampai tertegun, selama yang dia ingat mungkin hanya hari ini ibunya memanggilnya dengan penuh kelembutan.
"Si Hoon mana eomma, dan apa eomma baik-baik saja?' tanya Haechan dengan panik.
Haechan berjalan mendekati ibunya, dengan cepat tangannya di tarik lembut agar duduk diantara ibunya dan pria tua tersebut. "Sayang kenalkan dia tuan Kang, orang yang sudah begitu banyak membantu eomma dan Si Hoon ia sedang tidak ada di rumah" ujar eomma Haechan.
Haechan tersenyum sopan dan menyambut uluran tangan pria yang kata ibunya sudah banyak menolong itu. Namun Haechan nampak tidak nyaman kala orang itu justru membelai telapak tangannya dan menatapnya dengan pandangan yang membuat Haechan merasa risih. Jadi dengan gerakan cepat ia menarik tangannya dari genggaman pria tersebut.
"Kenapa berkeringat seperti ini, kau pasti berlari karena khawatir pada eomma ya" ujar wanita itu seraya mengusap peluh yang ada di wajah Haechan.
"Eomma ambilkan minum ya" ujar eomma Haechan seraya berjalan pergi meninggalkan Haechan hanya berdua dengan tuan Kang.
"Menjadi idol membuat mu harus merawat dirimu dengan baik ya" ujar tuan Kang.
Haechan mengangguk dengan sopan, "anda benar itu tuntutan pekerjaan" jawab Haechan sopan. Haechan sedikit menjauhkan badannya saat lelaki itu berusaha untuk duduk lebih dekat dengannya.
"Jika kulihat hidup sebagai publik figur pasti berat, kalian bahkan tidak leluasa untuk berkencan" ujar Tuan Kang seraya membelai lengan Haechan.
"Tolong singkirkan tangan anda" ujar Haechan dengan nada sopan.
Tuan Kang hanya tersenyum sebelum menarik tangannya dan menciumnya dengan rakus. Membuat Haechan merasa jijik untuk melihatnya.
"Kalian terlihat sudah dekat, berbincang dengan nyaman begitu" ujar eomma Haechan yang membuat Haechan menatapnya dengan pandangan tidak percaya.
"Aku rasa eomma baik-baik saja, lebih baik aku pulang nanti hyungdeul akan khawatir padaku" ujar Haechan seraya akan berdiri namun tangannya sudah ditahan oleh sang ibu.
"Setidaknya minum dulu, eomma sudah membuatkannya untukmu" ujar sang ibu yang membuat Haechan menatap dengan curiga pada gelas yang ada diatas meja. Eomma Haechan tahu bahwa putranya curiga, namun selama ia tidak membuka mulutnya putranya tidak akan tahu apapun.
"Ayo" ujar sang ibu seraya menyodorkan minuman itu ke hadapan Haechan.
Haechan dengan ragu menerimanya, namun dengan sengaja pula ia menjatuhkan gelas itu sampai pecah.
Prang
Eomma Haechan menatap Haechan dengan geram,
'PLAK'
"ANAK BODOH" umpat eomma Haechan keras.
"APA YANG EOMMA MASUKAN KE DALAM MINUMAN ITU?" tanya Haechan dengan nada berteriak.
"Sepertinya putramu tidak bodoh" ujar Tuan Kang yang sudah berdiri dari duduknya dan mengeluarkan sebuah botol kecil dari saku celananya.
"AKU TIDAK MAU GAGAL, JADI LANGSUNG MINUMKAN SAJA CAIRAN INI PADANYA" ujar tuan Kang yang langsung membuat eomma Haechan memegang kedua tangan Haechan dengan kuat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
FanfictionHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
