Haechan tersenyum sopan pada ibu dari Jihoon, ia sebenarnya cukup tertegun saat wanita paruh baya itu bahkan membelai kepalanya dengan sayang. Haechan sendiri juga bingung harus bereaksi seperti apa.
"Boleh aku memeluk mu nak" ujar ibu Jihoon penuh harap yang Haechan balas dengan anggukan pelan dan senyum singkat.
Grep
"I'm happy you grew up to be a good boy" bisik eomma Jihoon dengan nada haru yang membuat Haechan mengerutkan keningnya dengan bingung. Sedangkan Jihoon tahu cepat atau lambat ia harus menjelaskan pada Haechan tentang hubungan mereka berdua.
"Eomma kita harus pulang" ajak Jihoon dengan nada pelan yang membuat eomma Jihoon menatap pada putranya dengan pandangan menolak.
"Tidak bisakah kita lebih lama disini" pinta eomma Jihoon yang langsung dibalas gelengan tegas oleh Jihoon.
"Setelah mereka juga harus makan, kasihan Haechan karena belum makan" ujar Jihoon mencoba memberi ibunya pengertian.
"Ah, mian Dong- ani Haechan maafkan bibi ya" ujar eomma Jihoon pada Haechan dengan nada bersalah.
"Tidak apa ahjumma" jawab Haechan sopan yang membuat eomma Jihoon tersenyum lembut pada Haechan, ia memegang tangan Haechan dan menatap pada Haechan. "Aku harap kita bisa bertemu lagi dalam waktu dekat" ujar eomma Jihoon penuh harap.
"Nde" jawab Haechan.
"Terima kasih Haechan" pamit Jihoon setelahnya, entah kenapa Haechan merasa senang sekali Jihoon menghampiri dirinya bersama dengan ibunya ke backstage.
Ada rasa asing yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya, saat tangan eomma Jihoon memeluknya. Haechan justru merasakan rasa sesak yang membahagiakan di dadanya.
"Kenapa melihat mereka terus?" Tanya Mark yang sudah gemas sejak tadi.
Haechan menoleh dan menatap pada Mark, "hyung, entah kenapa pelukan eomma Jihoon-ssi seperti pelukan mommy (yang dimaksud adalah ibu Mark)" jawab Haechan yang membuat Mark mengangkat alisnya.
"Hangat dan terasa melindungi" lanjut Haechan dengan senyum lembut yang membuat Mark tersenyum.
"Itulah pelukan seorang ibu Haechan" jawab Mark seraya merangkul pinggang Haechan, "ayo, kau harus membersihkan make up mu, setelah itu kita pergi makan" ajak Mark yang disetujui oleh Haechan.
*********
Haechan makan dengan cukup lahap tanpa mempedulikan member yang lain, mereka sampai merasa aneh sendiri melihat Haechan yang makan banyak. Bahkan Jaemin sejak tadi matanya tidak lepas dari Haechan yang tengah sibuk mengunyah makanannya.
"Wae?" Tanya Haechan dengan mulut penuh.
"Telan dulu" tegur Renjun yang membuat Haechan bergegas menelan makanannya.
Jaemin memberikan tisu pada Haechan saat melihat ada bekas saus di mulut lelaki itu. "Kau tidak banyak makan sore tadi, sekarang makan lebih banyak" ujar Jaemin dan Haechan pun mengangguk.
"Tapi aku ke toilet dulu" ujar Haechan sebelum akhirnya berlari menuju toilet.
Haechan baru akan keluar saat ia melihat sosok yang dikenalnya, "Hoy" panggil Haechan pada orang yang dikenalnya, yang kebetulan juga sedang melihat pada Haechan.
"YAAA...LEE HAECHAN, KAU INI SUDAH JARANG BERKUMPUL BERSAMA DENGAN KAMI" ujar lelaki itu yang membuat Haechan tersenyum kecil.
"Maaf kau tahu jadwalku benar-benar sibuk" jawab Haechan.
"Ooohhhh, NCT benar-benar terkenal akhir-akhir ini" sahut teman Haechan.
Plak
"Apa maksudnya akhir-akhir ini, kami sudah terkenal sejak lama" sahut Haechan dengan nada sewot.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
Fiksi PenggemarHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
