Dengan cepat ia berdiri dan menghampiri Jaemin dengan langkah tertatih-tatih. Membuat mata Jaemin memicing sebelum mendekati Haechan, "kenapa dengan kaki mu, dan wajahmu siapa yang memukuli mu?" Tanya Jaemin dengan tidak sabar.
Namun Haechan malah tersenyum, "aku terkilir dari berlari tadi, habisnya aku hampir di rampok" jawab Haechan santai yang membuat Jaemin menatapnya dengan pandangan tidak percaya.
"YAAA KAU..."
GREP
Jaemin terdiam saat Haechan tiba-tiba memeluknya dengan erat, "pipi ku sakit, orang tadi memukul mukaku dengan kuat" adu Haechan yang membuat Jaemin tidak jadi marah.
Ia melepaskan pelukan Haechan dan menatap wajah Haechan, "sepertinya aku dapat karma karena menyakiti mu, Jeno dan Jisung" ujar Haechan dengan nada pelan.
"Maafkan aku" ujar Jaemin yang membuat Haechan tertegun, " sekali lagi aku tidak menjagamu dengan baik dan malah membiarkan mu terluka" bisik Jaemin seraya menempelkan keningnya dan kening Haechan.
"Ulang tahun ku buruk sekali" ujar Haechan sedih.
"Masih ada waktu, kita rayakan dengan yang lainnya ya, WayV member juga sudah ada di dorm Ilichil" ujar Jaemin yang membuat Haechan mengangguk dengan semangat. Jaemin lalu berjongkok di depan Haechan, dan tanpa disuruh Haechan langsung naik ke punggung Jaemin.
Keduanya berjalan melewati Hyunjin dan Felix yang hanya terdiam, "Haechan" panggil Hyunjin yang akan mengikuti Jaemin dan Haechan, namun Felix sudah menahan tangan Hyunjin lebih dulu.
"Kau tidak lihat, kalau kau memang tidak ada kesempatan" ujar Felix, "dan jangan keras kepala, kita datang bersama dengan Jaemin tapi kau lihat hanya Jaemin yang ada dalam pandangan Haechan" penjelasan Felix membuat Hyunjin menghempaskan tangan Felix.
"Jangan kau pikir aku tidak tahu apa niatmu mengajak Haechan ke bar, kau ingin melakukan hal buruk untuk memaksa Haechan menjadi milikmu bukan" ujar Felix yang membuat Hyunjin hanya dapat diam.
Felix meski sudah tahu dari Jihoon tentang rencana Hyunjin tetap saja menatap pada Hyunjin dengan pandangan kecewa. "Kau cari mati ya, semua orang juga tahu bagaimana member NCT menjaga Haechan dan kau justru ingin merusak usaha mereka" ujar Felix dengan nada kecewa sebelum berjalan pergi meninggalkan Hyunjin.
Sedangkan Haechan yang sudah duduk di mobil seraya memegang pipinya yang bengkak, tidak lama Jeno dan Jisung datang bersamaan. "Hay" sapa Haechan santai membuat keduanya menatap Haechan dalam diam.
Haechan mengulum bibirnya saat Jeno menatapnya, ia yang takut melihat wajah Jeno jadinya memilih mengalihkan pandangannya dari Jeno dan merapat duduk di dekat Jaemin.
"Bukannya kau sendiri yang bilang ingin berteman" ujar Jeno pada akhirnya yang membuat Haechan tetap diam. "Kenapa bukannya masuk ke dalam bar, tapi malah berkeliaran di jalanan" lanjut Jeno.
"Mianhe" ujar Haechan tanpa memandang pada Jeno.
"Kaki mu baik-baik saja hyung?" Tanya Jisung yang membuat Haechan langsung mengangguk, "uhm, hanya terkilir" jawab Haechan.
"Hanya?" Tanya Jeno dengan nada tidak percaya.
Haechan memilih menutup mulutnya lagi, "Jaemin, bilang pada Jeno jangan marah-marah terus" bisik Haechan yang sayangnya masih di dengar oleh Jeno. Sedangkan Jaemin melirik singkat pada Jeno sebelum kembali melihat ke depan.
"Ssshhh" mendengar ringisan Haechan mereka bertiga langsung menatap pada Haechan.
"Kenapa?" Tanya Jeno khawatir.
"Pipiku sakit" bisik Haechan lirih, dan mereka tertegun karena pipi Haechan terlihat semakin bengkak.
"Astaga" desah Jeno pelan, "pak, tolong jika ada minimarket di depan berhenti sebentar lebih baik lagi kalau ada apotik" ujar Jeno pada supir Jaemin yang langsung mengangguk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Crazy Relationship
FanfictionHaechan tahu ia tidak menawan, wajahnya tidak setampan Taeyong atau Jaemin, atau mungkin mempesona seperti Winwin, Renjun atau Yuta. Tapi apa ia tidak pantas dicintai, kenapa setiap orang yang ia cintai selalu meninggalkannya ! Apakah ada seseorang...
